Pengawasan Bersama Damkarmat, Anggota DPRD Ruslan Lallo Ajak Warga Waspadai Potensi Kebakaran

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Anggota DPRD Kota Makassar, H Ruslan Lallo, menggelar kegiatan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Makassar Angkatan XI Tahun Anggaran 2026, di Hotel Karebosi Premier, Makassar, Jumat (2/10/2026),
Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber, yakni Kepala Bidang Pencegahan Damkarmat Kota Makassar Alamsyah Thalib, AP., M.Si., serta perwakilan akademisi Marlin S.A., M.H. Selain itu, kegiatan turut dihadiri warga dan tokoh masyarakat dari Kelurahan Butung dan Kelurahan Melayu.
Dalam sambutannya, Ruslan Lallo mengatakan, kebakaran merupakan musibah yang tidak dapat diprediksi sepenuhnya. Karena itu, langkah pencegahan perlu dilakukan sejak dini oleh masyarakat.
“Kalau terkait dengan kebakaran berarti ada datang musibah. Kalau yang namanya musibah kita tidak bisa meminta-minta. Kita hanya bisa berdoa dan mengantisipasi agar musibah itu tidak terjadi,” kata Ruslan.
Politikus Fraksi NasDem DPRD Makassar itu meminta masyarakat lebih memperhatikan kondisi lingkungan tempat tinggal, terutama warga yang berada di kawasan permukiman padat.
Menurutnya, kondisi permukiman yang padat dapat menjadi tantangan tersendiri ketika terjadi kebakaran. Akses yang terbatas dapat menyulitkan petugas Damkarmat menjangkau lokasi dan melakukan pemadaman.
“Apalagi kalau sekarang tinggal di permukiman yang padat, tentu sulit dijangkau oleh tim dari Dinas Pemadam Kebakaran untuk memadamkan api,” ujarnya.
Ruslan juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan hal-hal kecil yang berpotensi memicu kebakaran. Salah satunya adalah kelalaian mematikan kompor setelah digunakan.
“Saya minta kepada seluruh warga untuk senantiasa memperhatikan hal-hal kecil. Biasanya kita lupa mematikan kompor. Kemudian instalasi listrik yang sudah kadaluarsa atau sudah lama, tetapi tetap kita gunakan,” jelasnya.
Selain itu, Ruslan juga mengatakan, masyarakat dari sejumlah kelurahan sengaja dilibatkan agar informasi mengenai pencegahan kebakaran dapat diteruskan kepada lingkungan masing-masing.
“Insyaallah kita sharing dengan para narasumber terkait kebakaran, apa-apa yang harus kita antisipasi agar musibah kebakaran tidak terjadi di tengah kehidupan kita masing-masing,” tuturnya.
Ia berharap kegiatan pengawasan tersebut tidak hanya menjadi forum sosialisasi, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk memahami langkah-langkah yang dapat dilakukan sebelum terjadi kebakaran.
Sementara itu, Kabid Pencegahan Damkarmat Kota Makassar Alamsyah Thalib memberikan pemahaman dasar mengenai api dan kebakaran kepada peserta.
Ia menjelaskan, api pada dasarnya merupakan hasil dari proses pembakaran atau reaksi oksidasi cepat yang menghasilkan panas dan cahaya.
“Api atau pembakaran adalah suatu proses oksidasi cepat yang menghasilkan panas dan cahaya,” kata Alamsyah dalam pemaparannya.
Menurut Alamsyah, masyarakat perlu memahami perbedaan antara api yang terkendali dan kebakaran. Api dapat menjadi ancaman ketika keberadaannya tidak dikehendaki dan tidak lagi dapat dikendalikan.
Ia menekankan dua unsur penting dalam memahami kebakaran, yakni api yang tidak dikehendaki dan api yang tidak terkendali.
“Kalau kita berbicara tentang kebakaran, ada dua kata kuncinya. Pertama, tidak dikehendaki dan tidak terkendali,” ujarnya.
Alamsyah juga mengingatkan bahwa kebakaran bukan hanya menimbulkan kerugian terhadap harta benda, tetapi dapat mengancam keselamatan dan menyebabkan korban jiwa.
Karena itu, menurut dia, pengetahuan mengenai pencegahan kebakaran perlu dimiliki masyarakat, termasuk mengenali potensi bahaya yang terdapat di lingkungan rumah masing-masing.
Ia berharap masyarakat semakin waspada terhadap berbagai sumber potensi kebakaran dan tidak menunggu hingga musibah terjadi untuk melakukan tindakan pencegahan.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News