Ruslan Lallo Gelar Pengawasan Pemerintahan Daerah Bersama Kecamatan Wajo

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Anggota DPRD Kota Makassar H Ruslan Lallo menggelar Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah bersama Kecamatan Wajo Angkatan ke-XII Tahun Anggaran 2026, Sabtu (3/10/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan Plt Camat Wajo Ivan Kala’lembang dan akademisi Drs Andi Aco Agus, S.H., M.Pd sebagai narasumber. Sejumlah tokoh masyarakat serta warga dari wilayah Kecamatan Wajo turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Dalam kesempatan itu, Ruslan Lallo menyampaikan sejumlah hal terkait penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik di tingkat kecamatan maupun kelurahan. Ia juga membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan langsung berbagai persoalan yang berkaitan dengan pelayanan pemerintahan.
Ruslan mengatakan, kehadiran Plt Camat Wajo dalam kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk memperoleh penjelasan secara langsung mengenai berbagai bentuk pelayanan yang tersedia di kantor kecamatan dan kelurahan.
“Jadi saya minta kepada Bapak-Ibu terkait dengan pelayanan di kantor camat bisa kita ceritakan. Karena banyak hal terkait pelayanan di kantor camat maupun di kelurahan,” kata Ruslan.
Politisi Partai NasDem itu menyebut sejumlah pelayanan administrasi masih menjadi kebutuhan masyarakat, di antaranya pengurusan surat keterangan tidak mampu, administrasi kewarisan dan berbagai dokumen pelayanan lainnya.
“Mumpung ada Pak Camat, silakan bertanya. Nanti Pak Camat akan menjelaskan secara detail terkait pelayanan yang ada di kantor camat maupun di kelurahan,” ujarnya.
Selain membahas pelayanan publik, Ruslan juga mengajak masyarakat memahami berbagai program Pemerintah Kota Makassar yang dijalankan hingga tingkat kecamatan dan kelurahan.
Salah satu pembahasan yang mengemuka dalam kegiatan tersebut adalah persoalan kebersihan dan pengelolaan sampah di Kecamatan Wajo.
Melalui kegiatan pengawasan tersebut, Ruslan Lallo berharap masyarakat Kecamatan Wajo dapat lebih aktif menyampaikan aspirasi sekaligus memahami berbagai program dan pelayanan yang diselenggarakan pemerintah.
Plt Camat Wajo Ivan Kala’lembang memaparkan berbagai kegiatan dan potensi masyarakat di Kelurahan Mampu dan Kelurahan Malimungan dalam mendukung program pemerintah, khususnya di bidang kebersihan dan pengelolaan sampah.
Ivan menyebut Kelurahan Mampu telah meraih sejumlah prestasi dalam berbagai program lingkungan. Sementara Kelurahan Malimungan dinilai aktif dalam pengelolaan sampah anorganik, terutama sampah berbahan plastik.
“Kelurahan Mampu ini banyak prestasi yang bisa diraih. Kemudian di Malimungan ini terkenal dalam penanganan sampah anorganik, khususnya plastik,” kata Ivan.
Menurut Ivan, masyarakat Kelurahan Malimungan telah mengembangkan pengelolaan sampah melalui bank sampah. Sampah seperti botol minuman, gelas mineral dan berbagai jenis sampah anorganik lainnya dikumpulkan untuk kemudian dikelola.
Ia juga mengungkapkan Kecamatan Wajo tengah menyiapkan fasilitas drive thru khusus pelayanan sampah. Fasilitas tersebut direncanakan berada di Jalan Pos Soekarno-Hatta dan Jalan Jawa Tua.
Konsep tersebut memungkinkan masyarakat membawa sampah yang telah dikumpulkan dari rumah menggunakan kendaraan dan langsung menyerahkannya pada titik pelayanan.
“Drive thru ini khusus pelayanan sampah. Jadi kalau Bapak-Ibu punya sampah, bisa dibawa langsung ke drive thru atau bank sampah,” jelasnya.
Ivan mengatakan persoalan sampah menjadi perhatian tersendiri bagi Kecamatan Wajo karena wilayah tersebut tidak hanya dihuni masyarakat lokal, tetapi juga menjadi salah satu kawasan yang banyak menerima aktivitas masyarakat dari luar daerah.
Ia menyebut jumlah penduduk Kecamatan Wajo berada pada kisaran 25 ribu hingga 30 ribu jiwa. Namun, aktivitas pelabuhan membuat jumlah orang yang berada di wilayah tersebut dalam satu hari dapat bertambah cukup signifikan.
Menurut Ivan, terdapat aktivitas dua perusahaan pelayaran yang setiap kedatangannya membawa ribuan penumpang ke Kota Makassar. Kondisi tersebut turut berpengaruh terhadap timbulan sampah di kawasan Wajo.
“Jadi Wajo ini selain pintu gerbang Makassar, juga menjadi pintu gerbang sampah. Karena ada sampah dari tamu yang masuk ke Kota Makassar,” ujarnya.
Karena itu, Ivan menilai pengelolaan sampah membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, masyarakat, pelaku usaha hingga warga yang datang dari luar wilayah.
Ia mendorong kebiasaan memilah sampah dari sumber terus diperkuat agar sampah yang dihasilkan masyarakat dapat dikelola sebelum masuk ke tempat pembuangan.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News