Penyaluran Kredit Perbankan Sulsel Naik 6,81 Persen hingga Juni 2026

Penyaluran Kredit Perbankan Sulsel Naik 6,81 Persen hingga Juni 2026

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Kinerja perbankan di Sulawesi Selatan menunjukkan pertumbuhan positif. Kondisi tersebut tercermin dari peningkatan aset, dana pihak ketiga (DPK), dan penyaluran kredit.

Kepala OJK Sulselbar Moch. Muchlasin mengatakan, hingga periode Juni 2026, aset perbankan Sulawesi Selatan tumbuh 8,6 persen secara tahunan. Sementara dana pihak ketiga meningkat 7,9 persen dan kredit tumbuh 6,81 persen.

“Untuk sektor ekonomi sendiri, jasa keuangan bisa dilihat di sini aset bank, dana pihak ketiga, simpanan dan juga kredit mencatat pertumbuhan 8,6 persen, 7,9 persen dan 6,81 persen,” ujar Muchlasin.

Pertumbuhan tersebut menunjukkan aktivitas intermediasi perbankan di Sulawesi Selatan tetap bergerak positif.

Peningkatan DPK juga menunjukkan kemampuan perbankan menghimpun dana masyarakat yang menjadi salah satu sumber pembiayaan bagi aktivitas ekonomi.

Selain perbankan, pertumbuhan juga tercatat pada industri keuangan nonbank. Di pasar modal, total Single Investor Identification (SID) disebut tumbuh 81,62 persen, sementara jumlah investor meningkat sekitar 37 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Muchlasin mengatakan perkembangan tersebut menunjukkan semakin luasnya akses masyarakat terhadap berbagai produk dan layanan keuangan.

Namun, peningkatan akses perlu diikuti pemahaman yang memadai agar masyarakat dapat menggunakan produk keuangan secara tepat.

“Untuk itu tentunya kita berusaha agar gap edukasi bisa kita kurangi melalui acara FIN Expo 2026,” katanya.

Hal tersebut menjadi salah satu alasan OJK bersama industri jasa keuangan menggelar FIN Expo 2026 di Makassar. Kegiatan bertema “Akses Keuangan yang Merata, Ekonomi Berdaya dan Masyarakat Sejahtera” tersebut menghadirkan sekitar 28 booth dari berbagai lembaga jasa keuangan.

Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi mengatakan, pertumbuhan sektor perbankan perlu diikuti dengan perluasan akses layanan kepada masyarakat.

Menurutnya, industri perbankan harus mampu melihat potensi ekonomi masyarakat sekaligus menghadirkan pembiayaan sesuai kebutuhan.

“Kalau teman-teman perbankan, kalau saya ketemu dengan Ibu Chio dan Pak Julius pasti yang ditanyakan funding dan lending. Inclusive economy kayaknya sektor ini harus lebih digelorakan lagi,” ujarnya.

Fatmawati juga mendorong pelaku industri jasa keuangan memperluas jangkauan layanan dan menghadirkan inovasi produk yang inklusif. Upaya tersebut dinilai penting agar pertumbuhan sektor keuangan memberikan dampak lebih luas terhadap perekonomian masyarakat.

Sementara itu, Ketua Panitia FIN Expo 2026 Riza Pahlevei mengatakan, kolaborasi antara pemerintah, OJK dan industri jasa keuangan menjadi bagian penting untuk menjaga pertumbuhan sektor tersebut.

“Ke depan, kami berharap kelompok industri jasa keuangan di Sulawesi Selatan dapat terus memperkuat kolaborasi dan sinergi, sehingga berbagai program yang dilaksanakan dapat memberikan dampak yang semakin luas kepada masyarakat,” ujarnya.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Berita Terkait
Baca Juga