Pasca Gempa, AHM Perkuat Layanan Kesehatan NTT dan Tanam 10.000 Mangrove

SULSELSATU.com – PT Astra Honda Motor (AHM) memperkuat dukungan pemulihan masyarakat terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui penguatan prasarana pelayanan kesehatan.
Dukungan tersebut diwujudkan di UPTD Puskesmas Warsawe, Kabupaten Manggarai Barat, untuk membantu lebih dari 7.200 warga di desa sekitar kembali memperoleh layanan kesehatan secara optimal.
Dukungan yang diberikan mencakup fasilitas penunjang listrik, ketersediaan air bersih, serta berbagai perangkat pendukung pelayanan kesehatan.
Prasarana tersebut mendukung layanan kesehatan primer, mulai dari rawat jalan, persalinan, hingga pelayanan gawat darurat.
Kepala UPTD Puskesmas Warsawe Yohanes G. Floriani mengatakan, pemulihan fasilitas kesehatan menjadi salah satu prioritas untuk membantu masyarakat bangkit setelah bencana.
“Dukungan dari AHM sangat berarti bagi seluruh warga desa serta memberikan ketenangan, harapan, dan keyakinan bahwa mereka tidak menghadapi situasi ini sendirian,” ungkap Fani.
Pemulihan layanan kesehatan selanjutnya dilakukan melalui revitalisasi empat Posyandu di Kabupaten Nagekeo.
Fasilitas tersebut akan mendukung layanan kesehatan dasar, termasuk pemantauan tumbuh kembang bayi dan balita, kesehatan ibu hamil dan menyusui, imunisasi, serta pemantauan kesehatan remaja dan lansia.
Dukungan tersebut melanjutkan pendampingan AHM sejak masa tanggap darurat pascagempa yang melanda NTT pada Agustus hingga awal Oktober.
Yayasan AHM bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat sebelumnya menyalurkan sembako, selimut, obat-obatan, dan vitamin kepada masyarakat terdampak di Kabupaten Manggarai dan Sikka pada 17–19 Agustus.
Dukungan kemanusiaan juga dilakukan melalui kolaborasi dengan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM).
Bantuan meliputi perlengkapan ibadah, perlengkapan sekolah, perlengkapan nelayan untuk mendukung pemulihan mata pencaharian, makanan bergizi selama tujuh hari, sembako untuk dapur umum, serta air bersih.
General Manager Corporate Communication AHM Rina Listiani mengatakan, pemulihan pascabencana membutuhkan dukungan secara bertahap dan berkelanjutan.
“Kami berharap dengan adanya fasilitas kesehatan yang memadai, masyarakat memiliki fondasi kuat untuk kembali beraktivitas, bekerja, dan memulihkan mobilitas produktif mereka. Melalui semangat Sinergi Bagi Negeri, kami akan terus berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk membantu pemulihan dari dampak bencana di NTT dan sekitarnya,” ujar Rina.
Selain pemulihan sosial dan kesehatan, Yayasan AHM turut memperkuat pelestarian lingkungan di wilayah habitat komodo.
Bersama PT Mitra Pinasthika Mulia dan Yayasan Pemuda Konservasi Indonesia, Yayasan AHM menanam 10.000 bibit mangrove jenis Rhizophora stylosa di Loh Sebita, Taman Nasional Komodo, pada 5 Oktober.
Penanaman tersebut menjadi bagian dari rehabilitasi ekosistem pesisir di kawasan Pulau Komodo. Mangrove berperan sebagai pelindung pesisir, penyimpan karbon biru (blue carbon), sekaligus habitat berbagai biota di kawasan tersebut.
Kegiatan melibatkan Balai Taman Nasional Komodo, Kantor Cabang Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTT, Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Kabupaten Manggarai, SMP Negeri 4 Satap Pulau Komodo, Desa Komodos, serta masyarakat sekitar.
Melalui rangkaian dukungan tersebut, Yayasan AHM berkomitmen memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian habitat komodo dan ekosistem Pulau Komodo.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News