Diantar Ketua PWNU Sulsel, Prof Suwardi Annas Resmi Daftar Bakal Calon Rektor UNM

Diantar Ketua PWNU Sulsel, Prof Suwardi Annas Resmi Daftar Bakal Calon Rektor UNM

SULSELSATU.com, MAKASSAR — Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Makassar (UNM), Prof Suwardi Annas, resmi menyerahkan berkas pendaftaran sebagai bakal calon Rektor UNM periode 2027–2031.

Prof Suwardi menyerahkan berkas pendaftaran kepada Ketua Panitia Pemilihan Rektor (Pilrek) UNM, Prof Dr Ir A Muhammad Idkhan, di Lantai 14 Menara Pinisi UNM, Rabu 7 Oktober 2026.

Dalam proses pendaftaran tersebut, Prof Suwardi didampingi sejumlah pimpinan fakultas, guru besar, akademisi, serta representasi dari berbagai fakultas di lingkungan UNM.

Salah satu tokoh yang turut hadir mendampingi Prof Suwardi adalah Ketua PWNU Sulawesi Selatan, Prof Dr KH Hamzah Harun Al-Rasyid.

Prof Suwardi mengaku menghargai kehadiran Ketua PWNU Sulsel dalam proses pendaftarannya. Ia memaknai kehadiran tersebut sebagai bentuk doa, silaturahmi, dan dukungan moral.

“Saya juga merasa sangat dihormati karena turut diantar oleh Ketua NU Sulawesi Selatan. Kehadiran beliau tentu saya maknai sebagai bentuk doa, silaturahmi, dan dukungan moral agar seluruh proses ini berjalan dengan baik dan bermartabat,” kata Prof Suwardi.

Ia menegaskan, dukungan yang diterimanya tidak semata-mata dipandang sebagai angka dalam kontestasi Pilrek UNM.

Menurutnya, kepercayaan tersebut justru harus diterjemahkan menjadi tanggung jawab untuk menghadirkan gagasan dan program yang bermanfaat bagi seluruh sivitas akademika.

“Namun saya ingin menegaskan, angka dukungan bukan tujuan akhir. Yang lebih penting adalah bagaimana kepercayaan itu diterjemahkan menjadi tanggung jawab untuk menghadirkan gagasan, program, dan kepemimpinan yang memberi manfaat bagi seluruh sivitas akademika,” ujarnya.

Selain Ketua PWNU Sulsel, Prof Suwardi juga datang bersama rombongan yang cukup besar. Ia menyebut terdapat lima dekan, 41 guru besar, serta representasi dari 10 fakultas yang ikut membersamai proses pendaftaran.

“Hari ini saya juga merasa sangat terhormat karena proses pendaftaran ini diantar oleh sekitar 100 orang, termasuk 41 guru besar, serta representasi dari 10 fakultas yang ada di UNM,” katanya.

Meski demikian, Prof Suwardi menegaskan dirinya tidak ingin menjadikan besarnya rombongan sebagai ukuran utama dukungan.

Menurutnya, kehadiran para akademisi tersebut lebih penting dimaknai sebagai semangat kebersamaan lintas disiplin dan fakultas.

“Bagi saya, kehadiran mereka mencerminkan semangat kebersamaan lintas disiplin dan lintas fakultas. Kalau ada konsolidasi, saya ingin menyebutnya sebagai konsolidasi gagasan untuk kemajuan universitas,” tuturnya.

Di sisi lain, sejumlah anggota Senat UNM yang sebelumnya disebut telah memberikan dukungan tidak ikut dalam rombongan pendaftaran.

Prof Suwardi mengatakan, keputusan tersebut justru berasal dari pihaknya. Ia meminta para anggota Senat tidak ikut dalam rombongan demi menjaga marwah dan independensi kelembagaan Senat.

“Memang kami yang secara khusus meminta rekan-rekan anggota Senat yang telah menyampaikan dukungan untuk tidak ikut dalam rombongan pendaftaran,” katanya.

Menurut dia, terdapat batas yang harus dijaga antara dukungan personal dengan tanggung jawab institusional anggota Senat.

“Kami tentu menghargai setiap dukungan yang diberikan, tetapi kami tidak ingin anggota Senat ditempatkan dalam suasana mobilisasi atau simbolisasi dukungan pada hari pendaftaran,” ujarnya.

Prof Suwardi menyebut komunikasi dengan anggota Senat tetap dibangun, tetapi diupayakan berlangsung secara substantif.

Ia ingin mendengar langsung bagaimana para anggota Senat melihat kondisi UNM serta persoalan dan lompatan yang diharapkan bagi universitas.

“Saya tidak ingin seluruh percakapan dengan Senat direduksi menjadi pertanyaan ‘mendukung siapa’. Yang jauh lebih penting adalah UNM mau kita bawa ke mana,” katanya.

Berdasarkan komunikasi yang telah terbangun, Prof Suwardi menyebut dukungan terhadap dirinya saat ini berada di kisaran 35 persen dari total suara Senat.

“Alhamdulillah, berdasarkan komunikasi yang telah terbangun, saat ini dukungan kepada kami berada pada kisaran 35 persen dari total suara Senat. Kami tentu mensyukuri kepercayaan tersebut, tetapi kami juga tetap menghormati independensi seluruh anggota Senat dalam menjalankan mandatnya,” ucapnya.

Menariknya, dalam rombongan tersebut juga hadir Prof Sukardi Weda yang diketahui turut masuk dalam bursa bakal calon Rektor UNM.

Prof Suwardi menyebut kehadiran Sukardi menunjukkan bahwa kontestasi akademik tidak harus menghilangkan persahabatan dan kolegialitas.

“Saya sangat menghargai kehadiran Prof. Sukardi Weda. Bagi saya, ini menunjukkan sesuatu yang penting dalam tradisi akademik: kita bisa berada dalam kontestasi yang sama, memiliki gagasan masing-masing, tetapi tetap menjaga persahabatan, kolegialitas, dan kecintaan kepada institusi,” katanya.

“Kontestasi tidak boleh membuat kita kehilangan persaudaraan,” lanjutnya.

Pemilihan Rektor UNM periode 2027–2031 sendiri menjadi momentum penting bagi arah kepemimpinan universitas. Panitia Pilrek sebelumnya menegaskan seluruh tahapan diarahkan untuk menjaga integritas, transparansi, akuntabilitas, serta independensi proses pemilihan.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Berita Terkait
Baca Juga