Tujuh Kandidat Berebut Kursi Rektor UNM

Tujuh Kandidat Berebut Kursi Rektor UNM

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Peta persaingan menuju kursi Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) periode 2027–2031 kian memanas.

Sebanyak tujuh kandidat yang menyatakan siap bertarung hingga masa pendaftaran bakal calon yang resmi berakhir hari ini, Jumat (9/10/2026). Mereka adalah Andi Aslinda, Eko Hadi Sujiono, Arifin Manggau, Hasmyati, Ismunandar, Sukardi Weda, Suwardi Annas.

Suwardi Annas yang juga Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Makassar (UNM) mengaku berdasarkan komunikasi yang telah terbangun, Prof Suwardi menyebut dukungan terhadap dirinya saat ini berada di kisaran 35 persen dari total suara Senat.

“Alhamdulillah, berdasarkan komunikasi yang telah terbangun, saat ini dukungan kepada kami berada pada kisaran 35 persen dari total suara Senat. Kami tentu mensyukuri kepercayaan tersebut, tetapi kami juga tetap menghormati independensi seluruh anggota Senat dalam menjalankan mandatnya,” ucapnya.

Sementara itu, Prof Dr Hasmyati resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) pada Kamis (8/10/2026).

Guru besar Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) UNM itu datang langsung ke Sekretariat Pemilihan Rektor UNM di Gedung Pinisi lantai 14.

Hasmyati hadir bersama keluarga dan sejumlah dekan, guru besar, serta kolega dari berbagai fakultas di UNM.

Hasmyati yang telah dua periode menjabat sebagai Dekan FIKK menyebut proses pendaftaran tersebut menjadi langkah awal untuk membawa UNM menuju arah yang lebih baik.

“Terima kasih teman-teman wartawan yang telah turut membersamai saya dalam pendaftaran. Semoga akan berjalan lancar dan menjadi pemenang di akhir nanti,” ujar Hasmyati.

Dalam kesempatan tersebut, Hasmyati menyampaikan bahwa dirinya mendapat dukungan dari keluarga dan sejumlah kolega di lingkungan UNM. Ia menyebut sekitar 200 orang turut mengantarnya, meski hanya sebagian yang diperkenankan masuk ke ruang pendaftaran.

Menurut Hasmyati, kehadiran keluarga menjadi bagian penting dalam langkahnya mengikuti proses pemilihan rektor.

“Dengan didampingi keluarga, ada suami tercinta, yang menandakan bahwa betul-betul saya didukung penuh oleh keluarga,” katanya.

Sejumlah pimpinan dan guru besar UNM juga turut hadir dalam prosesi tersebut. Di antaranya Prof Muhammad Rapi Tang yang disebut Hasmyati sebagai ketua tim, serta sejumlah dekan dan guru besar dari Fakultas Bahasa, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum, Fakultas Seni dan Desain, Fakultas Ilmu Pendidikan, hingga FIKK.

Hasmyati mengatakan dirinya tidak ingin menjadikan dinamika masa lalu sebagai beban dalam kontestasi pemilihan rektor. Ia memilih menatap proses ke depan dan mengajak seluruh sivitas akademika UNM bersama-sama membangun kampus.

“Saya tidak mau mengingat lagi yang lalu. Saya melangkah mulai hari ini. Saya semua baik, dan saya mengatakan saya siap bekerja untuk UNM untuk lebih baik,” ucapnya.

Jika mendapat amanah memimpin UNM, Hasmyati menawarkan visi menjadikan kampus tersebut sebagai Center of Excellence kependidikan yang bertumpu pada riset, inovasi, manfaat bagi masyarakat, serta daya saing global.

Adapun Prof. Ismunandar menyerahkan berkas pendaftarannya secara langsung kepada Ketua Panitia Pemilihan Rektor UNM, Prof. Andi Muhammad Idkhan, di Gedung Pinisi, Kampus UNM, Makassar.

Ismunandar yang juga Guru Besar Kimia Institut Teknologi Bandung (ITB) mengungkapkan, keputusannya maju dalam pemilihan rektor didorong oleh keinginan untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi, khususnya di kawasan Indonesia Timur. Kedekatan emosional dengan UNM juga menjadi salah satu pertimbangannya.

Ketua Panitia Pemilihan Rektor UNM, Prof. Andi Muhammad Idkhan, mengonfirmasi penerimaan berkas pendaftaran tersebut. Selanjutnya, dokumen yang diserahkan akan melalui proses verifikasi kelengkapan administrasi sesuai jadwal dan tahapan yang telah ditetapkan panitia. (*)

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Berita Terkait
Baca Juga