Puluhan Siswa dan Guru SMA di Torut Diduga Keracunan Usai Santap MBG

SULSELSATU.com, TORAJA UTARA – Puluhan siswa dan guru SMAN 3 Toraja Utara diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Palawa, Kabupaten Toraja Utara.
Dugaan keracunan makanan muncul setelah puluhan siswa dan seorang staf mengalami keluhan kesehatan seusai menyantap menu MBG yang disediakan pada hari kejadian. Namun, pihak sekolah belum dapat memastikan penyebab keluhan tersebut.
Kepala SMAN 3 Toraja Utara, Lukas Tandibadoang mengatakan, para siswa dan guru diduga keracunan pada Kamis (8/10) sekitar pukul 10.00 Wita. Para siswa dan guru mengeluh sakit perut, mual, dan muntah.
“Total yang mengalami gejala ada 74 orang, (rinciannya) siswa 68, 5 guru dan 1 staf kita. Itu langsung kita bawa ke Puskesmas. Berdasarkan data dari puskesmas, 69 orang yang dirawat,” ujar Lukas, Jumat (9/10/2026).
Lukas mengklaim siswa dan guru mengeluh mual dan muntah sehari setelah menyantap MBG. Dia berdalih MBG belum disajikan pada hari siswa dan guru diduga mengalami keracunan massal.
“Kita belum pastikan keracunan MBG karena mereka belum konsumsi menu MBG hari itu. Kejadiannya kan jam 10.00 Wita, waktu itu MBG belum diantarkan karena jadwal kita di sini sekitar jam 12.00 Wita. Hanya saja kejadiannya massal,” ungkapnya.
Kepala Cabang Dinas (Cabdis) Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan Wilayah Toraja Utara, Tien Suharti, S.Pd., M.Si., membenarkan adanya puluhan siswa dan guru yang sempat mendapatkan perawatan medis.
Tien mengatakan, pihak Cabdis Pendidikan telah menurunkan tim untuk meninjau langsung kondisi para korban, baik di puskesmas maupun di sekolah.
“Sebagian besar korban kini sudah diperbolehkan pulang karena kondisinya telah membaik. Mereka juga dibekali obat. Namun, kami tetap akan menyelidiki kejadian tersebut,” tuturnya.
SPPG Palawa yang memasok menu MBG ke sekolah tersebut berada di bawah naungan Yayasan Batu Koko. (*)
Cek berita dan artikel yang lain di Google News