OJK Sulselbar Catat 2,18 Juta Rekening Pelajar, Total Simpanan Capai Rp412,38 Miliar

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) mencatat sebanyak 2.187.810 rekening pelajar telah terdaftar melalui program One Student One Account (OSOA).
Total nominal simpanan mencapai Rp412,38 miliar. Program ini menjadi salah satu upaya OJK dalam mendorong budaya menabung sejak dini sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal.
Data tersebut dipaparkan OJK Sulselbar dalam Temu Responden Survei Tingkat Kepuasan Stakeholder terhadap Kinerja OJK Tahun 2026 di Makassar, Senin (12/10/2026).
Kegiatan ini diikuti sejumlah pemangku kepentingan dari industri jasa keuangan, akademisi, pemerintah, dan mahasiswa.
Program rekening pelajar merupakan bagian dari upaya OJK memperkuat literasi dan inklusi keuangan di Sulawesi Selatan. Melalui program ini, pelajar didorong untuk mengenal layanan perbankan sekaligus membangun kebiasaan menabung sejak dini.
Kepala OJK Sulselbar Moch. Muchlasin mengatakan, saat ini, indeks literasi keuangan di Sulawesi Selatan pada 2026 tercatat sebesar 61,03 persen, sedangkan indeks inklusi keuangan mencapai 94,27 persen.
“Mendorong peningkatan kedua indeks tersebut, OJK melaksanakan Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (Gencarkan). Sepanjang 2026, tercatat sebanyak 198 kegiatan literasi keuangan dengan total jangkauan mencapai 2.204.391 peserta,” ujar Muchlasin.
Gencarkan tersebut menyasar berbagai lapisan masyarakat, mulai dari pelajar, mahasiswa, Aparatur Sipil Negara (ASN), kelompok ibu-ibu, nelayan, petani, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), kaum difabel, hingga masyarakat di wilayah perdesaan.
Program Gencarkan juga mencatat peningkatan rata-rata pemahaman peserta berdasarkan hasil pre-test dan post-test. Skor pemahaman meningkat dari 8,41 menjadi 9,57 pada skala penilaian 1–10.
Selain rekening pelajar, OJK Sulselbar turut mendorong perluasan akses layanan keuangan melalui digitalisasi transaksi UMKM.
Dalam program tersebut, sebanyak 158.590 merchant telah menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) untuk mendukung transaksi pembayaran digital.
Penguatan inklusi keuangan juga dilakukan melalui program Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI). Pada 2026, program ini mencakup tiga kegiatan edukasi keuangan dan business matching, serta pengembangan enam desa Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).
Enam desa tersebut meliputi Desa Angkue di Kabupaten Bone, Tongke-tongke di Kabupaten Sinjai, Bentenge di Kabupaten Bulukumba, Balangloe di Kabupaten Jeneponto, Aeng Batu-batu di Kabupaten Takalar, serta Untia di Kota Makassar.
Muchlasin menambahkan, OJK juga menjalankan program pemberdayaan masyarakat melalui Program Hapus Ikatan Rentenir di Sulawesi. Program tersebut ditujukan untuk membantu masyarakat terbebas dari jeratan rentenir.
“Sebanyak 34.084 jumlah rekening aktif yang tercatat hingga Juni 2026,” kata Muchlasin.
Di sektor pemberdayaan UMKM, OJK Sulselbar menjalankan program klasterisasi ekosistem bisnis. Sepanjang periode 2022–2025, program ini mencatat 1.611 klaster dan 22.275 debitur, dengan total plafon kredit mencapai Rp644,46 miliar.
Dari total penyaluran kredit melalui program tersebut, sebanyak 46,12 persen disalurkan ke sektor pertanian, perburuan, dan kehutanan. Data ini menunjukkan besarnya porsi pembiayaan yang dialokasikan untuk mendukung sektor tersebut.
Selain memperluas akses pembiayaan, OJK memperkuat pemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan syariah.
Melalui kegiatan Edukasi dan Pelindungan Konsumen Keuangan Syariah (EPiKS), SAKINAH, dan GERAK SYARIAH, tercatat 96 kegiatan edukasi terselenggara pada semester I 2026 dengan jumlah peserta mencapai 817.653 orang.
Berbagai program tersebut menjadi bagian dari upaya OJK Sulselbar untuk memperluas akses keuangan sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat, termasuk kalangan pelajar, agar dapat memanfaatkan layanan keuangan secara bijak dan bertanggung jawab.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News