Oknum Dosen di Makassar Tipu Warga Tarakan Rp 550 Juta Modus Loloskan Anak ke Fakultas Kedokteran

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Seorang oknum dosen perempuan berinisial HS alias Lina (54) di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) ditangkap polisi atas dugaan penipuan dan penggelapan senilai Rp 550 juta terhadap warga Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara). Pelaku diduga menjanjikan anak korban bisa lolos masuk Fakultas Kedokteran (FK) di dua universitas di Makassar dan Jakarta.
URC Resmob Polda Sulsel yang membackup Polres Tarakan mengamankan terduga pelaku di tempat kosnya di Jalan Galangan Kapal, Kecamatan Tallo, Makassar, Sabtu (10/10). Kasus ini bermula saat pelaku menjanjikan anak korban berinisial AN dapat masuk Fakultas Kedokteran di salah satu universitas di Makassar.
“Kami memback up Polres Tarakan Polda Kalimantan Utara mengamankan terduga pelaku tindak pidana penipuan dan penggelapan. Terduga pelaku merupakan seorang dosen,” ujar Kanit Resmob Polda Sulsel, Kompol Wawan Suryadinata, pada Selasa (12/10/2026).
Saat menjalani interogasi awal, pelaku mengaku mengenal korban yang meminta bantuannya agar sang anak bisa masuk Fakultas Kedokteran di salah satu kampus di Makassar. Namun, setelah anak korban gagal dalam seleksi, pelaku mengarahkannya untuk mendaftar ke salah satu universitas di Jakarta.
“Berdasarkan hasil interogasi awal, terduga pelaku mengakui mengenal korban yang meminta bantuannya untuk memasukkan anaknya ke Fakultas Kedokteran di Makassar. Namun, anak korban disebut tidak lolos seleksi di kampus tersebut, sehingga terduga pelaku mengarahkan korban ke Universitas di Jakarta,” kata Wawan.
Wawan mengungkapkan, pelaku mengakui menerima uang dari Anas secara bertahap melalui sejumlah transfer ke rekening pribadinya. Uang yang ditransfer bervariasi, mulai dari Rp 20 juta hingga Rp 30 juta dalam beberapa kali transaksi, dengan pembayaran terakhir mencapai Rp 230 juta.
“Total uang yang diakui diterima terduga pelaku diperkirakan mencapai Rp 550 juta. Uang itu diberikan karena korban berharap anaknya dapat menempuh pendidikan kedokteran sesuai kesepakatan yang mereka bicarakan,” pungkasnya. (*)
Cek berita dan artikel yang lain di Google News