Pelindo Jasa Maritim Jajaki Pengembangan Kapal Tunda Listrik

SULSELSATU.com, MAKASSAR – PT Pelindo Jasa Maritim (PJM) bersama PT Asian Bulk Logistics (ABL) menjajaki pengembangan kapal tunda listrik atau electric tug (e-tug) untuk meningkatkan efisiensi operasional pelabuhan sekaligus mengurangi emisi karbon dari layanan penundaan kapal.
Rencana tersebut dibahas melalui lokakarya bersama di Hotel Morrissey, Jakarta pada Senin (12/10/2026), sebagai tindak lanjut kesepakatan kemitraan strategis kedua perusahaan.
Kajian pengembangan e-tug mencakup kesiapan teknologi, kebutuhan operasional, kelayakan investasi, hingga potensi komersialisasi layanan kapal tunda berbasis listrik di pasar domestik maupun internasional.
Direktur Komersial PT Pelindo Jasa Maritim Suhendra Ratuprawiranegara mengatakan, pengembangan kapal tunda listrik menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan daya saing layanan maritim melalui teknologi yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
“Pengembangan e-tug tidak hanya berorientasi pada penggunaan teknologi ramah lingkungan, tetapi juga pada peningkatan efisiensi dan keandalan layanan penundaan kapal. Karena itu, diperlukan kajian teknis, operasional, dan komersial yang komprehensif agar implementasinya memberikan manfaat nyata bagi perusahaan maupun pengguna jasa,” ujar Suhendra.
Dari sisi ekonomi, penggunaan kapal tunda listrik diproyeksikan berpotensi menekan biaya operasional sekitar 20–40 persen dibandingkan kapal tunda konvensional.
Sementara itu, penggunaan tenaga listrik memungkinkan pengurangan emisi langsung dari pengoperasian kapal hingga 100 persen.
Namun, tingkat pengurangan emisi secara keseluruhan tetap bergantung pada sumber energi listrik yang digunakan.
Menurut Suhendra, pengembangan e-tug sejalan dengan konsep pelabuhan hijau (green port) dan pelayaran hijau (green shipping).
Inisiatif tersebut juga mendukung arah kebijakan Organisasi Maritim Internasional (IMO) untuk mencapai emisi gas rumah kaca nol bersih dari pelayaran internasional sekitar 2050.
Potensi efisiensi tersebut turut mendukung arah transformasi Danantara dalam mendorong pengembangan industri hijau dan pengurangan emisi karbon, termasuk melalui penerapan teknologi rendah emisi di sektor kepelabuhanan dan maritim.
“Prinsip utama kami adalah memastikan inovasi teknologi mampu memberikan nilai tambah bagi operasional dan pelanggan. Efisiensi biaya, keandalan layanan, dan keberlanjutan lingkungan harus berjalan beriringan,” tegasnya.
Sebagai tahap awal, Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta dan Pelabuhan Tanjung Perak di Surabaya diproyeksikan menjadi lokasi percontohan penerapan kapal tunda listrik.
Penentuan kedua lokasi tersebut masih akan dikaji lebih lanjut dengan mempertimbangkan karakteristik pelayanan kapal, intensitas kegiatan penundaan, kebutuhan daya listrik, ketersediaan infrastruktur pengisian baterai, serta kesiapan operasional.
Suhendra menegaskan, potensi efisiensi harus didukung perencanaan investasi yang matang serta kesiapan infrastruktur dan teknologi.
Hal tersebut diperlukan agar penerapan e-tug tetap menjamin keselamatan, keandalan, dan kelancaran pelayanan kapal.
Hasil kajian bersama PJM dan ABL nantinya akan menjadi dasar untuk menentukan model bisnis, skema investasi, serta tahapan implementasi kapal tunda listrik.
Kajian tersebut juga mencakup peluang pengembangan layanan di wilayah operasional yang sudah ada maupun pasar baru di dalam dan luar negeri.
Melalui kolaborasi ini, Pelindo Jasa Maritim menegaskan komitmennya mengembangkan layanan maritim yang inovatif, kompetitif, dan berkelanjutan untuk mendukung transformasi industri kepelabuhanan nasional.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News