Disdik Sulsel Usulkan 400 Sekolah Direvitalisasi

SULSELSATU.com, MAKASSAR — Dinas Pendidikan (Disdik) Sulsel mengusulkan 400 sekolah untuk mendapatkan bantuan melalui program rehabilitasi dan pembangunan sarana pendidikan. Saat ini program tersebut masih berjalan, dengan rehabilitasi menjadi prioritas karena keterbatasan waktu pengerjaan.
Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Iqbal Nadjamuddin, mengatakan ratusan sekolah yang diusulkan telah memenuhi persyaratan administrasi. Namun, penetapan sekolah penerima bantuan tetap bergantung pada kebijakan pemerintah pusat.
“Kalau yang kita usulkan di Sulsel, sudah ada dalam dokumen proposal sebanyak 400 sekolah. Artinya, ada 400 sekolah yang sudah siap secara administrasi, tetapi tetap bergantung pada kebijakan pusat,” ujar Iqbal.
Ia menjelaskan, berdasarkan informasi dan undangan dari pemerintah pusat, pelaksanaan program pada tahun ini diprioritaskan untuk rehabilitasi sekolah. Hal tersebut mempertimbangkan batas waktu pelaksanaan hingga akhir bulan ini, sehingga pembangunan gedung baru dinilai membutuhkan waktu lebih panjang.
Meski demikian, program tersebut tidak hanya mencakup rehabilitasi, tetapi juga membuka peluang pembangunan sekolah baru. Hanya saja, sebagian besar kegiatan yang diprioritaskan saat ini berupa perbaikan bangunan sekolah yang membutuhkan penanganan.
Menurut Iqbal, program rehabilitasi tersebut mulai memberikan perubahan terhadap kondisi infrastruktur pendidikan di Sulsel. Sejumlah sekolah yang sebelumnya membutuhkan perbaikan kini mulai mengalami peningkatan kondisi fisik.
Ia menyebut, pada tahap sebelumnya terdapat 272 sekolah yang masuk dalam program tersebut. Jumlah itu kemudian bertambah seiring dengan pelaksanaan program berikutnya.
Pemerintah daerah berharap cakupan penerima manfaat terus meningkat, mengingat jumlah sekolah di Sulsel mencapai lebih dari 400 sekolah jika turut memperhitungkan sekolah swasta.
“Secara infrastruktur sudah mulai ada perubahan. Sekolah-sekolah yang mendapatkan program revitalisasi ini kondisinya semakin membaik. Sebelumnya ada 272 sekolah, kemudian bertambah lagi,” ucapnya. (*)
Cek berita dan artikel yang lain di Google News