Bersih-bersih Pengaruh Jokowi

SULSELSATU.com, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto melantik sejumlah pejabat baru di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (15/10/2026). Pelantikan tersebut mencakup jabatan wakil menteri, pimpinan Lembaga. Yang paling menarik adalah pelantikan pejabat tinggi Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Politisi Ferdinand Hutahaean menyebut bahwa Presiden Prabowo Subianto mulai melakukan penataan di tubuh TNI setelah sebelumnya merombak jajaran kepolisian.
Menurut Ferdinand, penataan itu diperlukan agar pemerintahan berjalan lebih solid dan tidak terganggu oleh kepentingan politik di luar hierarki komando resmi.
“Prabowo Subianto semakin bertindak tegas untuk memperkuat jajaran pemerintahannya dan semakin solid dalam menjalankan pemerintahan,” ujar Ferdinand, Jumat (16/10/2026).
Ia menyebut perubahan di tubuh kepolisian sebagai langkah awal sebelum penataan berlanjut ke lingkungan militer. “Setelah kepolisian dibongkar habis oleh Presiden Prabowo dengan mengganti Kapolri,” tukasnya.
Ferdinand berpandangan, struktur pemerintahan tidak semestinya memiliki kelompok politik yang berjalan di luar rantai komando. Menurut dia, keberadaan kepentingan semacam itu berpotensi mengganggu stabilitas pemerintahan.
“Sekarang TNI mulai disentuh oleh Prabowo untuk penguatan secara struktural karena memang secara hierarki komando pemerintahan tidak boleh ada subordinat-subordinat politik lain dalam satu rezim karena itu akan mengganggu stabilitas pemerintahan,” tuturnya.
Ferdinand juga menyoroti pergeseran jabatan Maruli Simanjuntak dan Letjen Richard Tampubolon. Ia menyebut perubahan posisi keduanya sebagai bagian dari reorganisasi yang dilakukan pemerintahan Prabowo.
“Prabowo sebagai presiden telah mencopot Maruli Simanjuntak dari jabatannya sebagai KSAD dan ditempatkan menjadi wakil Panglima dan Letjen Richard Tampubolon dari Kasum ditempatkan menjadi wakil menteri pertahanan,” ucapnya.
Lebih jauh, Ferdinand menghubungkan kedua tokoh tersebut dengan lingkaran politik mantan Presiden Joko Widodo melalui kedekatan mereka dengan Luhut Binsar Pandjaitan. Penilaian itu disampaikan Ferdinand saat mengomentari pergeseran jabatan di lingkungan TNI.
“Siapa dua sosok ini? Dua sosok ini adalah saya harus mengatakan loyalis Jokowi dari jalur LBP. Maruli adalah mantunya LBP dan Richard adalah sahabat baik mereka, satu lingkaran,” kata Ferdinand. (*)
Cek berita dan artikel yang lain di Google News