Percepat Pembangunan SUTT 150 kV Bungku-ACN, PLN UIP Sulawesi Tinjau Lokasi

SULSELSATU.com, MOROWALI – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi mempercepat penyelesaian proyek Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Bungku-ACN dan Gardu Induk (GI) 150 kV Bungku Extension di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.
Percepatan dilakukan melalui peninjauan lapangan dan koordinasi lintas unit untuk memastikan progres konstruksi sesuai target. PLN menargetkan proyek tersebut siap menuju energize atau pemberian tegangan pada Desember 2026.
Peninjauan dilakukan Senior Manager Operasi Konstruksi II PLN UIP Sulawesi Ndaru Seto Widiatmoko bersama Manager PLN Unit Pelaksana Proyek (UPP) Sulawesi Tenggara, Yogi Yohannes Siburian, pada Kamis (8/10/2026).
“Kunjungan ini kami lakukan untuk melihat langsung progres pekerjaan di lapangan dan memastikan setiap tahapan berjalan sesuai target yang telah ditetapkan. Potensi kendala harus diidentifikasi sejak awal dan segera ditindaklanjuti melalui koordinasi yang efektif. Fokus utama kami adalah memastikan seluruh pekerjaan dapat diselesaikan dengan tetap mengedepankan keselamatan, kualitas, dan keandalan,” ujar Ndaru.
Peninjauan diawali dengan memeriksa pekerjaan penarikan konduktor atau stringing di Tower 82, yang masuk Section Prioritas 2. Jalur ini membentang dari Tower 61 hingga Tower 82 dan melintasi Desa Nambo hingga Bahomoahi, Kecamatan Bungku Timur.
Tim kemudian meninjau Tower 109 untuk memeriksa kesiapan pekerjaan stringing pada Section Prioritas 3, yang membentang dari Tower 82 hingga Tower 109.
Selain jalur transmisi, tim memeriksa gardu induk milik pelanggan PT ACN untuk memastikan kesiapan infrastruktur pendukung penyaluran listrik.
Peninjauan dilanjutkan ke lokasi pembangunan GI 150 kV Bungku Extension guna mengevaluasi perkembangan konstruksi dan kesiapan infrastruktur jaringan.
Rangkaian kegiatan juga mencakup pemeriksaan pekerjaan stringing pada Section Prioritas 1, dari Tower 18 hingga Tower 43, serta progres pendirian menara transmisi pada Section Prioritas 5, dari Tower 43 hingga Tower 61, dengan titik peninjauan di Tower 53.
Setelah peninjauan lapangan, PLN menggelar rapat koordinasi yang melibatkan PLN UIP Sulawesi, PLN UPP Sulawesi Tenggara, dan PLN PUSMANPRO.
Pertemuan tersebut membahas evaluasi progres, pemetaan kendala dan risiko terhadap jadwal penyelesaian, serta percepatan pekerjaan prioritas.
Koordinasi juga diarahkan untuk memastikan tahapan konstruksi, pengujian, dan pemenuhan persyaratan teknis berjalan terpadu. Langkah tersebut diperlukan untuk mendukung penerbitan Rekomendasi Laik Bertegangan (RLB) yang ditargetkan pada Desember 2026.
Manager PLN UPP Sulawesi Tenggara Yogi Yohannes Siburian mengatakan, penyelesaian proyek sesuai jadwal membutuhkan pengawasan berkelanjutan dan koordinasi yang kuat antarpihak.
“Kami berkomitmen mengawal penyelesaian pekerjaan secara optimal, khususnya pada setiap titik yang menjadi prioritas. Sinergi antara unit PLN terkait, tim Keselamatan dan Kesehatan Kerja, serta kontraktor pelaksana terus diperkuat agar setiap kendala dapat segera diidentifikasi dan ditangani secara efektif,” ujar Yogi.
Ia menegaskan, seluruh tahapan pekerjaan diarahkan untuk mendukung kesiapan proyek menuju pemberian tegangan pada Desember 2026.
“Target kami jelas, yaitu memastikan seluruh tahapan pekerjaan dapat diselesaikan sesuai rencana dengan tetap menjaga kualitas dan keselamatan kerja, sehingga proyek siap menuju energize pada Desember 2026,” tambahnya.
PLN UIP Sulawesi menyatakan percepatan pembangunan SUTT 150 kV Bungku-ACN dan GI 150 kV Bungku Extension tetap mengutamakan ketepatan waktu, keselamatan kerja, dan mutu konstruksi.
Infrastruktur tersebut diharapkan memperkuat keandalan sistem kelistrikan serta mendukung kebutuhan listrik pelanggan dan sektor industri di Sulawesi Tengah.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News