Dari Komisariat Menuju Panggung Nasional, Dr Fahri Bachmid Berbagi Pesan Intelektual kepada Calon Kader HMI Hukum UMI

Dari Komisariat Menuju Panggung Nasional, Dr Fahri Bachmid Berbagi Pesan Intelektual kepada Calon Kader HMI Hukum UMI

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Masa Perkenalan Calon Anggota (MAPERCA) Angkatan 115 Basic Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Hukum Universitas Muslim Indonesia (UMI) sukses terlaksana di Kopi Aspirasi, Sabtu (17/10/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat proses regenerasi organisasi sekaligus membangun fondasi intelektual dan karakter bagi calon kader HMI.

Kegiatan tersebut menghadirkan pemateri nasional, Dr.Fahri Bachmid S.H.,M.H,  pakar hukum tata negara yang juga merupakan kader HMI Komisariat Hukum UMI.

Kehadirannya menjadi momentum istimewa bagi para calon kader untuk memperoleh perspektif langsung dari sosok yang memiliki pengalaman dan kiprah di bidang hukum tata negara pada tingkat nasional.

Di hadapan ratusan calon kader yang hadir, materi yang disampaikan tidak hanya menjadi ruang transfer pengetahuan, tetapi juga sarana refleksi mengenai pentingnya integritas, kedalaman berpikir, penguasaan ilmu, serta tanggung jawab intelektual bagi mahasiswa hukum.

Perjalanan Dr. Fahri Bachmid yang berangkat dari lingkungan kaderisasi HMI Komisariat Hukum UMI hingga berkiprah sebagai pakar hukum tata negara di tingkat nasional menjadi inspirasi tersendiri. Hal tersebut memperlihatkan pentingnya proses perkaderan sebagai ruang pembentukan karakter, penguatan kapasitas intelektual, dan pengembangan potensi kader untuk berkontribusi lebih luas bagi masyarakat dan bangsa.

Pesan-pesan yang disampaikan dalam pemaparan materi memberikan makna penting bagi para calon kader agar tidak berhenti pada proses pengenalan organisasi semata. Kader HMI diharapkan mampu menjadikan ilmu pengetahuan, nilai keislaman, dan tanggung jawab sosial sebagai landasan dalam menghadapi berbagai persoalan bangsa, khususnya dalam bidang hukum, demokrasi, dan keadilan.

Sementara itu, Syarif selaku Ketua Umum HMI Komisariat Hukum UMI menyampaikan bahwa pelaksanaan MAPERCA Basic merupakan langkah strategis dalam menyiapkan regenerasi baru yang mampu menjawab tantangan zaman.

“MAPERCA Basic bukan sekadar agenda perkenalan organisasi, melainkan pintu awal untuk membangun kesadaran intelektual, karakter, dan tanggung jawab calon kader. Kami ingin melahirkan generasi baru yang tidak hanya memahami nilai-nilai HMI, tetapi juga memiliki kapasitas keilmuan, integritas, serta keberanian dalam menjawab tantangan zaman,” ujar Syarif.

Menurutnya, kaderisasi harus menjadi proses yang berkelanjutan untuk memastikan HMI tetap relevan dalam menjawab dinamika sosial, hukum, politik, dan kebangsaan. Karena itu, calon kader perlu dibekali dengan tradisi berpikir kritis, semangat belajar, serta komitmen terhadap nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan.

Ia juga menegaskan bahwa HMI Komisariat Hukum UMI berkomitmen menjadikan perkaderan sebagai fondasi utama dalam membentuk mahasiswa hukum yang memiliki orientasi intelektual, keberpihakan terhadap keadilan, dan kepekaan terhadap persoalan masyarakat.

Kehadiran ratusan calon kader serta pemateri nasional dalam kegiatan ini menjadi momentum penting bagi HMI Komisariat Hukum UMI untuk memperkuat tradisi intelektual dan kesinambungan kepemimpinan organisasi.

Melalui MAPERCA Basic, HMI Komisariat Hukum UMI berharap dapat menumbuhkan generasi kader yang tidak hanya siap melanjutkan estafet organisasi, tetapi juga mampu menghadirkan gagasan, menjaga integritas, dan mengambil peran strategis dalam menjawab berbagai tantangan masa depan.

HMI bukan sekadar tempat berorganisasi, melainkan ruang pembentukan insan intelektual yang siap mengabdi bagi agama, bangsa, dan kemanusiaan. (*)

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Baca Juga