KALLA Rilis Laporan Keberlanjutan Perdana di Usia 74 Tahun

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Memasuki usia ke-74 tahun, KALLA menerbitkan laporan keberlanjutan perdana sebagai bentuk pertanggungjawaban perusahaan atas penerapan prinsip environmental, social, and governance (ESG).
Penerbitan laporan ini menjadi bagian dari upaya KALLA memperkuat kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat melalui program sosial, lingkungan, serta pengembangan bisnis.
Corporate Communication & Sustainability Department Head KALLA Nadya Tyagita mengatakan, langkah tersebut sejalan dengan komitmen perusahaan untuk tumbuh bersama masyarakat, membangun kepercayaan pelanggan, dan memperkuat peran di berbagai sektor.
“KALLA tidak hanya berfokus pada pengembangan bisnis, tetapi juga ingin menghadirkan dampak positif yang dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang,” ujar Nadya dalam konferensi pers di Wisma Kalla, Senin (19/10/2026).
Penerapan prinsip ESG tersebut diwujudkan melalui berbagai program yang dijalankan KALLA, mulai dari pelestarian lingkungan hingga pemberdayaan masyarakat.
Program-program itu dilaksanakan melalui holding, unit bisnis, dan Yayasan Hadji Kalla dengan orientasi pada manfaat berkelanjutan.
Di bidang lingkungan, KALLA secara berkala melakukan penanaman mangrove dengan target mencapai 24 hektare di sepanjang bentang 6,5 kilometer. Hingga pertengahan 2026, realisasi penanaman telah mencapai 13,5 hektare.
Selain penanaman mangrove, KALLA menjalankan program Kalla Ecocycle untuk mendukung program pemerintah, yang saat ini dilaksanakan di kawasan Bukit Baruga. Inisiatif tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam memperkuat kontribusi terhadap pengelolaan lingkungan.
Komitmen sosial KALLA juga diwujudkan melalui program pemberdayaan ibu rumah tangga dan kelompok tani di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep). Program ini mencakup peningkatan keterampilan atau upskilling, antara lain kemampuan membuat polibag serta keterampilan dalam membudidayakan dan memberdayakan tanaman mangrove.
Melalui program tersebut, masyarakat diharapkan memiliki keterampilan yang dapat mendukung aktivitas produktif sekaligus memperkuat keterlibatan mereka dalam upaya pelestarian lingkungan.
Pada bidang kemanusiaan, Kalla Rescue kembali menyalurkan bantuan secara langsung ke Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk mendukung pemulihan masyarakat pascabencana.
Program ini melengkapi berbagai inisiatif sosial dan lingkungan yang dijalankan KALLA dalam mendorong dampak jangka panjang.
“KALLA juga melanjutkan pengembangan portofolio bisnis di bidang kesehatan. Kehadiran RS Faisal memperluas kontribusi perusahaan di sektor kesehatan, sementara peletakan batu pertama perluasan Mal Ratu Indah dan pembangunan kawasan Oase Tanjung menjadi bagian dari upaya memperluas cakupan bisnis,” jelas Nadya.
Nadya menegaskan, pengembangan bisnis dan pelaksanaan program keberlanjutan merupakan bagian dari upaya KALLA membangun hubungan yang kuat dengan masyarakat.
Melalui penerbitan laporan keberlanjutan perdana pada momentum HUT ke-74, KALLA menegaskan komitmennya untuk mengintegrasikan tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan pengembangan usaha.
Berbagai inisiatif tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang, baik bagi masyarakat maupun lingkungan, sekaligus mendukung pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News