ASUS Resmi Hadirkan ProArt P14 dan P16 di Indonesia, Laptop Kreator dengan NVIDIA RTX Spark

ASUS Resmi Hadirkan ProArt P14 dan P16 di Indonesia, Laptop Kreator dengan NVIDIA RTX Spark

SULSELSATU.com, JAKARTA – ASUS resmi menghadirkan ASUS ProArt P14 (H7407BA) dan ASUS ProArt P16 (H7607BA) di Indonesia. Kedua laptop kreator profesional ini mengusung superchip NVIDIA RTX Spark™ dengan kemampuan pemrosesan kecerdasan buatan (AI) secara lokal, memungkinkan pengguna menjalankan model AI generatif langsung dari laptop tanpa harus mengunggah materi pekerjaan ke layanan cloud.

Setelah tersedia di pasar global sejak 17 Oktober 2026, ASUS ProArt P14 hadir dengan Unified Memory 64GB, sedangkan ProArt P16 membawa Unified Memory 128GB. Keduanya menyasar kreator profesional, mulai dari agensi kreatif, rumah produksi, hingga seniman 3D yang membutuhkan komputasi AI berperforma tinggi sekaligus perlindungan terhadap privasi berkas klien.

Country Manager ASUS Indonesia, Lenny Lin, mengatakan kehadiran kedua perangkat tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan kreator yang semakin mengandalkan teknologi AI dalam proses produksi konten.

“ASUS ProArt P14 dan P16 bukan sekadar laptop kreator biasa, melainkan pusat komputasi AI lokal yang membebaskan para kreator dari batasan konektivitas dan kekhawatiran privasi. Kami menghadirkan tenaga pemrosesan kelas workstation untuk para kreator profesional dalam format teringan, layar ASUS Lumina Pro OLED paling akurat di kelasnya, dan ekosistem yang dirancang murni untuk The Real Pro,” ujar Lenny Lin.

Salah satu kemampuan yang ditawarkan kedua laptop tersebut adalah menjalankan model AI generatif secara langsung melalui aplikasi ComfyUI Desktop tanpa koneksi internet. Dalam pengujian internal ASUS Indonesia, ProArt P14 digunakan untuk menjalankan sejumlah skenario pembuatan dan pengolahan konten berbasis AI, termasuk penyuntingan foto produk menjadi adegan sinematik serta mengubah foto menjadi video yang dilengkapi audio.

Pengujian pertama menggunakan model Qwen Image 2.1 dengan kuantisasi INT8 untuk mengedit foto produk menjadi adegan sinematik pada resolusi 1024 dengan 40 steps. Dalam skenario tersebut, penggunaan memori GPU mencapai puncak 19,8GB, dengan utilisasi GPU 100 persen dan suhu GPU 68 derajat Celsius.

Pada skenario kedua, ASUS menjalankan model MiniMax H3 dengan kuantisasi INT8 untuk mengubah satu foto menjadi video berdurasi lima detik lengkap dengan audio. Dengan resolusi 0,7 megapiksel dan pengaturan turbo mode, proses tersebut diselesaikan dalam waktu 5 menit 54 detik, dengan penggunaan memori GPU mencapai 28,1GB.

Hasil pengujian tersebut memperlihatkan potensi pemrosesan AI lokal untuk mendukung pekerjaan kreatif yang membutuhkan kapasitas memori besar. Dengan materi sumber tetap berada di perangkat, kreator juga memiliki pilihan untuk menangani berkas sensitif tanpa harus mengunggahnya ke layanan berbasis cloud. ASUS menyebut hasil dapat berbeda bergantung pada versi aplikasi, driver, dan pengaturan yang digunakan.

Dari sisi komputasi, kedua perangkat menggunakan NVIDIA RTX Spark N1X yang menggabungkan GPU Blackwell RTX dengan 6.144 core dan CPU Grace 20-core. Platform tersebut menawarkan performa AI hingga 1 petaflop pada jalur FP4 serta mendukung CUDA secara native.

CPU dan GPU berbagi satu kolam Unified Memory LPDDR5X, masing-masing berkapasitas 64GB pada ProArt P14 dan 128GB pada ProArt P16. Arsitektur ini memungkinkan model AI berukuran besar dimuat bersamaan dengan berkas foto maupun video beresolusi tinggi yang sedang dikerjakan.

Selain ComfyUI Desktop, ASUS juga menguji Hermes Agent dengan model bahasa lokal. Aplikasi tersebut dapat digunakan untuk menjalankan alur kerja berbasis Agentic AI, seperti membaca isi folder proyek, merangkum brief klien, hingga membuat draf naskah atau caption dalam berkas baru tanpa harus mengirimkan dokumen ke layanan eksternal.

Meski demikian, ComfyUI Desktop, Hermes Agent, dan model AI yang digunakan tidak terpasang secara bawaan. Pengguna perlu mengunduh serta mengonfigurasi aplikasi tersebut sesuai kebutuhan proyek masing-masing.

Ekosistem CUDA juga mendukung pekerjaan kreatif lain, termasuk produksi video beresolusi tinggi hingga 8K. Pada aplikasi DaVinci Resolve Studio, dukungan 6.144 CUDA Core dan Unified Memory hingga 128GB pada ProArt P16 dapat membantu mempercepat sejumlah proses kerja kreatif yang memanfaatkan akselerasi GPU.

Dari sisi visual, ASUS membekali kedua perangkat dengan layar sentuh ASUS Lumina Pro OLED. ProArt P14 menggunakan panel berukuran 14 inci beresolusi 2.8K, sementara ProArt P16 mengusung layar 16 inci dengan resolusi UHD+.

Kedua layar telah tervalidasi PANTONE, mencakup 100 persen ruang warna DCI-P3, mampu menampilkan 1,07 miliar warna, serta memiliki refresh rate 120Hz. Untuk kebutuhan peninjauan warna dan penyuntingan konten HDR, ProArt P14 memperoleh sertifikasi VESA CERTIFIED DisplayHDR True Black 1000, sedangkan ProArt P16 mengusung True Black 1400.

Mobilitas turut menjadi perhatian ASUS dalam merancang kedua laptop tersebut. ProArt P14 memiliki bobot 1,4 kilogram dengan ketebalan 1,39 sentimeter dan baterai 90Wh. Sementara itu, ProArt P16 berbobot 1,7 kilogram, memiliki ketebalan 1,29 sentimeter, serta dibekali baterai 99,9Wh.

Keduanya mendukung pengisian daya melalui adaptor USB Type-C 140W yang disertakan dalam paket penjualan dan telah melewati pengujian ketahanan berstandar militer Amerika Serikat, US MIL-STD 810H. Spesifikasi tersebut dirancang untuk mendukung kreator yang perlu menyunting, memeriksa warna, dan mempresentasikan hasil pekerjaan langsung di lokasi produksi.

Untuk perlindungan purnajual, ASUS memberikan garansi internasional selama tiga tahun dan ASUS VIP Perfect Warranty selama tiga tahun. Perlindungan ASUS VIP Perfect Warranty mencakup kerusakan akibat kecelakaan pemakaian sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku.

Pengguna juga memperoleh ASUS Premium Services, termasuk layanan penjemputan dan pengantaran unit servis tanpa biaya, antrean perbaikan prioritas melalui FastLane, serta pembersihan profesional melalui Laptop Spa. Layanan purnajual tersebut tersedia melalui 141 ASUS Service Center di Indonesia.

Dari sisi harga, ASUS menetapkan harga resmi atau MSRP ProArt P14 sebesar Rp80.999.000 dan ProArt P16 sebesar Rp113.999.000.

Selama periode pre-order hingga 23 Oktober 2026, ProArt P14 ditawarkan dengan harga khusus Rp79.999.000 melalui ASUS Online Store, ASUS Exclusive Store, dan ASUS Store terpilih. Sementara itu, ProArt P16 dibanderol Rp112.999.000 dan hanya tersedia melalui ASUS Online Store.

Khusus pembelian melalui ASUS Online Store selama periode pre-order, konsumen juga berkesempatan memperoleh hadiah eksklusif ASUS ProArt Mouse (MD301) senilai Rp1.699.000.

Konsumen dapat melakukan pemesanan melalui ASUS Online Store, sedangkan informasi lokasi ASUS Exclusive Store dan ASUS Store terpilih dapat diakses melalui tautan resmi ASUS.

Selain pemesanan daring, ASUS ProArt P14 dan P16 bersama ekosistem ASUS ProArt dapat dicoba langsung di stan ASUS ProArt, Atrium Mall Pondok Indah 2, Jakarta, pada 20 hingga 25 Oktober 2026.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Baca Juga