Tanamkan Nilai Pancasila Sejak Dini, Tim PKM UMI Edukasi Siswa SD Inpres Tamalanrea 2 Lewat Mewarnai

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Muslim Indonesia (UMI) mengedukasi 30 siswa SD Inpres Tamalanrea 2, Makassar, tentang pentingnya menanamkan nilai nilai Pancasila untuk mencegah pelanggaran Hukum sejak usia dini melalui kegiatan lomba mewarnai, Rabu (21/10/2026).
Kegiatan yang bertajuk “Penanaman Nilai-Nilai Pancasila untuk Mencegah Terjadinya Pelanggaran Hukum melalui Kegiatan Mewarnai” ini menjadi salah satu upaya membangun karakter anak melalui pendekatan kreatif dan menyenangkan.
Para siswa diajak mengenal nilai-nilai luhur Pancasila sekaligus memahami pentingnya menerapkan nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Tim pelaksana kegiatan terdiri atas Dr. Jasmaniar, S.H., M.H.; Dr. Syamsul Alam, S.H., M.H.; Andi Tenrisapada, S.H., M.H.; Muhammad Dzaki Aswan; dan Suci Nurzhabila Malik.
Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Muslim Indonesia (UMI) mengedukasi 30 siswa SD Inpres Tamalanrea 2, Makassar,
Dr. Jasmaniar, S.H., M.H., menjelaskan bahwa penanaman nilai-nilai Pancasila perlu dilakukan sejak usia dini agar anak-anak memiliki fondasi karakter yang kuat. Menurut dia, pendidikan Pancasila tidak cukup hanya disampaikan melalui teori, tetapi perlu diperkenalkan melalui kegiatan yang dekat dengan dunia anak.
“Melalui kegiatan mewarnai, anak-anak dapat mengenal nilai-nilai Pancasila dengan cara yang lebih sederhana dan menyenangkan. Harapannya, nilai-nilai tersebut tidak hanya mereka ketahui, tetapi juga dapat diterapkan dalam perilaku sehari-hari,” ujar, Dr. Jasmaniar.
Lebih lanjut, Dr Jasmaniar, menekankan bahwa pembentukan karakter membutuhkan pembiasaan yang berkelanjutan, baik di sekolah maupun di lingkungan keluarga. Menurut dia, nilai-nilai yang diperkenalkan melalui kegiatan edukasi perlu didukung oleh contoh nyata dari orang dewasa di sekitar anak.
Ia juga menilai sikap menghormati perbedaan, menghindari perundungan, menjaga persahabatan, dan memperlakukan orang lain secara adil merupakan bagian penting dari pendidikan karakter berbasis Pancasila.
“Penanaman nilai-nilai Pancasila perlu dilakukan secara konsisten. Anak-anak diharapkan tidak hanya memahami pesan yang disampaikan dalam kegiatan, tetapi juga membiasakan sikap saling menghormati, peduli terhadap sesama, dan bertanggung jawab,” jelasnya.
Sementara itu, Dr. Syamsul Alam, S.H., M.H., menekankan pentingnya menghubungkan pendidikan Pancasila dengan pembentukan kesadaran hukum. Pengenalan aturan sejak dini diharapkan membantu anak memahami batasan perilaku serta pentingnya menghormati hak orang lain.
Menurut dia, kesadaran hukum dapat mulai dibangun melalui kebiasaan sederhana, seperti bersikap jujur, menaati tata tertib sekolah, tidak mengambil hak orang lain, dan menyelesaikan perselisihan tanpa kekerasan.
“Anak-anak perlu memahami bahwa menaati aturan dan menghormati hak orang lain merupakan bagian dari perilaku yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila. Pembiasaan tersebut penting untuk membentuk karakter yang bertanggung jawab,” kata, Dr. Syamsul Alam.
Andi Tenrisapada, S.H., M.H., menyoroti pentingnya memperkenalkan kelima sila Pancasila melalui contoh yang mudah dipahami siswa sekolah dasar. Nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan perlu diterjemahkan ke dalam tindakan konkret yang dapat dilakukan anak dalam keseharian.
Ia menjelaskan bahwa sikap menghormati perbedaan, membantu teman, menjaga kerukunan, berdiskusi ketika menghadapi persoalan, serta bersikap adil merupakan bentuk penerapan nilai Pancasila di lingkungan sekolah.
“Pancasila perlu hadir dalam kebiasaan anak sehari-hari. Dengan mengenalkan nilai-nilainya melalui contoh sederhana, siswa diharapkan lebih mudah memahami bagaimana bersikap terhadap teman dan orang-orang di sekitarnya,” jelas Andi Tenrisapada.
Dari sisi pelaksanaan kegiatan, Andi Tenrisapada menilai lomba mewarnai dapat menjadi media pembelajaran yang mendorong keterlibatan aktif siswa. Melalui aktivitas tersebut, anak-anak tidak hanya mengembangkan kreativitas, tetapi juga belajar mengikuti aturan dan menghargai proses kegiatan.
Pendekatan edukatif yang menyenangkan diharapkan membuat pesan moral lebih mudah diterima oleh siswa. Kegiatan ini juga memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk berlatih disiplin, bertanggung jawab atas pekerjaan mereka, serta menghargai hasil karya teman.
“Melalui kegiatan yang melibatkan kreativitas anak, pesan tentang nilai-nilai Pancasila dapat disampaikan dengan cara yang lebih dekat dengan keseharian mereka. Proses belajar diharapkan menjadi pengalaman yang menyenangkan sekaligus bermakna,”Paparnya.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa diperkenalkan pada nilai-nilai yang terkandung dalam lima sila Pancasila, mulai dari menghormati perbedaan agama dan kepercayaan, menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, menjaga persatuan, membiasakan musyawarah, hingga bersikap adil terhadap sesama.
Pengenalan tersebut diarahkan agar siswa mampu menerapkan nilai Pancasila dalam berbagai lingkungan, baik di sekolah, keluarga, maupun masyarakat. Anak-anak juga diharapkan memahami bahwa perilaku seperti perundungan, tindakan diskriminatif, dan pelanggaran terhadap hak orang lain bertentangan dengan semangat hidup bersama yang berlandaskan Pancasila.
Lomba mewarnai SD Inpres Tamalanrea 2, Makassar, yang digelar oleh Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Muslim Indonesia (UMI).
Pemanfaatan lomba mewarnai sebagai media edukasi sekaligus memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas, ketelitian, kedisiplinan, tanggung jawab, dan sportivitas. Melalui pendekatan yang sesuai dengan usia mereka, pendidikan karakter diharapkan dapat berlangsung secara lebih efektif.
Kegiatan ini menjadi bagian dari kontribusi Universitas Muslim Indonesia dalam mendukung pendidikan karakter dan peningkatan kesadaran hukum sejak usia dini. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga pendidikan dasar diharapkan memperkuat upaya membangun generasi yang memiliki kepedulian sosial, menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, serta memahami pentingnya menaati aturan.
Melalui kegiatan tersebut, tim PKM UMI berharap nilai-nilai Pancasila semakin tertanam dalam diri siswa SD Inpres Tamalanrea 2 dan tercermin dalam perilaku sehari-hari. Pendidikan karakter sejak dini diharapkan menjadi fondasi bagi lahirnya generasi yang berintegritas, menghormati hukum, dan bertanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News