Abadikan Warisan Maestro, Buku Fotografi Phinisi Diserahkan ke Pemkab Bulukumba

Abadikan Warisan Maestro, Buku Fotografi Phinisi Diserahkan ke Pemkab Bulukumba

‎SULSELSATU.com, BULUKUMBA – Tim penyusun buku fotografi dokumenter PHINISI: Identitas Budaya Sulawesi Selatan Karya Pengetahuan Maestro menyerahkan hasil karyanya kepada Pemerintah Kabupaten Bulukumba.
‎
‎Buku tersebut diterima langsung oleh Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf di sela-sela prosesi Annyorong Lopi dalam Festival Phinisi 2026 di Pantai Panrang Luhu, Desa Bira, Kecamatan Bontobahari, pada Kamis (15/10/2026).
‎
‎Sebelum diserahkan kepada pemerintah daerah, buku tersebut terlebih dahulu diberikan kepada para Panrita Lopi yang menjadi narasumber dalam proses dokumentasi.

Penyerahan ini menandai rampungnya penyusunan buku sekaligus menjadi upaya memperluas akses masyarakat terhadap pengetahuan tradisional pembuatan kapal Phinisi.
‎
‎Koordinator tim Muh Alif Alim Arifki mengatakan, buku tersebut merupakan hasil penelitian dan dokumentasi kapal Phinisi yang didanai Dana Abadi Kebudayaan atau Dana Indonesia Raya dari Kementerian Kebudayaan melalui skema pendanaan 2026.
‎
‎”Buku ini kami kembalikan kepada para Panrita Lopi sebagai pemilik pengetahuannya, dan kami titipkan kepada pemerintah daerah supaya bisa menjangkau lebih banyak orang,” kata Alif, Minggu (25/10/2026).
‎
‎Alif, yang juga bertindak sebagai fotografer utama menjelaskan, buku tersebut disusun untuk merekam pengetahuan dan keterampilan para maestro pembuat Phinisi agar tetap terjaga dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.
‎
‎”Harapan kami, buku ini bisa dibaca di perpustakaan, dipakai pelajar dan masyarakatnya umum, serta menjadi pengingat bahwa Phinisi itu lahir dari pengetahuan orang-orang yang bekerja langsung di galangan,” ujarnya.
‎
‎Proses dokumentasi dipusatkan di Tanah Beru, Kabupaten Bulukumba, yang dikenal sebagai salah satu sentra pembuatan kapal tradisional di Sulawesi Selatan.

Melalui foto dan tulisan, tim merekam tahapan pekerjaan, keterampilan, serta pengetahuan para Panrita Lopi dalam membangun kapal Phinisi.
‎
‎Pemerintah Kabupaten Bulukumba juga membuka peluang untuk memperbanyak cetakan buku tersebut melalui dukungan anggaran daerah. Buku ini diharapkan dapat ditempatkan di perpustakaan daerah sehingga bisa diakses oleh pelajar, peneliti, dan masyarakat luas.
‎
‎Dalam proses penyusunannya, Muh Alif Alim Arifki dan Muhammad Ishaq menangani fotografi serta penyuntingan foto. Ishaq juga merancang sampul dan tata letak buku. Sementara itu, Syamsi Nur Fadhila bertugas sebagai penulis dan Andi Baso Mappanyompa sebagai penyunting.
‎
‎Dokumentasi di balik layar dikerjakan Muh Ilham Alqadri dan M. Rifyal Ramadhan. Ismail dan Sudirman turut terlibat sebagai kontributor dokumentasi visual dalam penyusunan buku tersebut.
‎
‎Program Dana Abadi Kebudayaan, yang kini berganti nama menjadi Dana Indonesia Raya, merupakan skema pendanaan bagi pelaku budaya di luar APBN dan APBD dengan dana kelolaan sekitar Rp6 triliun.

Pada 2026, sebanyak 67 pelaku budaya di Makassar tercatat menerima dukungan pendanaan melalui program tersebut.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Baca Juga