Pendapatan PT Vale Naik 27 Persen, Produksi Capai 18.341 Ton Nikel Matte

SULSELSATU.com, JAKARTA – PT Vale Indonesia Tbk (INCO) membukukan pendapatan sebesar US$896,07 juta atau meningkat 27 persen sepanjang Januari hingga September 2026.
Kinerja tersebut ditopang peningkatan volume penjualan nikel matte serta kontribusi penjualan bijih nikel dari Blok Bahodopi dan Pomalaa.
Berdasarkan laporan kinerja keuangan triwulan III 2026 yang dirilis Kamis (29/10/2026), pendapatan PT Vale pada periode sembilan bulan pertama tahun ini lebih tinggi dibandingkan US$705,39 juta pada periode yang sama 2025.
Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, laba bersih perusahaan juga meningkat signifikan. PT Vale mencatatkan laba sebesar US$147,12 juta hingga September 2026, hampir tiga kali lipat dibandingkan US$52,45 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Khusus pada triwulan III 2026, perusahaan membukukan pendapatan US$353 juta dengan laba bersih US$42,75 juta. Sementara EBITDA tercatat US$101 juta.
Peningkatan kinerja tersebut didukung oleh aktivitas operasional dan penjualan yang lebih tinggi. Pengiriman nikel matte pada triwulan III mencapai 20.158 ton, naik sekitar 45 persen dibandingkan triwulan sebelumnya yang tercatat 13.932 ton.
Di sisi produksi, PT Vale menghasilkan 18.341 ton nikel matte pada periode Juli-September 2026.
Jumlah ini menjadi produksi triwulanan tertinggi sepanjang 2026, meningkat sekitar 13,5 persen dibandingkan produksi triwulan II yang mencapai 16.153 ton.
Meski demikian, produksi nikel matte secara kumulatif selama sembilan bulan pertama 2026 masih tercatat 48.114 ton. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 54.975 ton.
Selain nikel matte, penjualan bijih nikel dari Blok Bahodopi dan Pomalaa turut memberikan kontribusi terhadap pendapatan perusahaan.
Pada triwulan III 2026, penjualan bijih nikel dari kedua wilayah tersebut mencapai sekitar 1,73 juta wet metric tons (wmt).
Blok Bahodopi mencatatkan penjualan sebanyak 415.000 wmt selama Juli-September 2026. Sementara Blok Pomalaa membukukan penjualan lebih tinggi, yakni 1,31 juta wmt.
Secara kumulatif, penjualan bijih nikel Blok Bahodopi mencapai 2,38 juta wmt sepanjang Januari-September 2026. Adapun penjualan dari Blok Pomalaa tercatat 1,90 juta wmt.
Kontribusi kedua blok tersebut memperlihatkan semakin beragamnya sumber pendapatan PT Vale. Perusahaan tidak hanya mengandalkan penjualan nikel matte, tetapi juga mengembangkan bisnis penjualan bijih nikel dari wilayah operasional lainnya.
Di tengah peningkatan aktivitas produksi, PT Vale juga menghadapi tekanan biaya operasional. Biaya tunai penjualan nikel matte atau unit cash cost of sales tercatat US$10.404 per ton pada triwulan III 2026, naik dari US$10.005 per ton pada triwulan sebelumnya.
Kenaikan tersebut terutama dipengaruhi meningkatnya biaya dan konsumsi energi, termasuk penggunaan Marine Fuel Oil (MFO) dan batubara.
Meski demikian, perusahaan menyebut efisiensi penggunaan energi, pengendalian biaya tetap, serta pengelolaan beban operasional terus dilakukan untuk menjaga ketahanan bisnis di tengah dinamika harga komoditas.
Dari sisi investasi, PT Vale merealisasikan belanja modal sekitar US$95 juta pada triwulan III 2026. Dana tersebut dialokasikan untuk mendukung keberlangsungan operasional sekaligus mempercepat pengembangan proyek strategis perusahaan.
Salah satu perkembangan penting berasal dari proyek pengolahan dan pemurnian nikel berteknologi High Pressure Acid Leach (HPAL) di Pomalaa. Proyek tersebut telah mencapai mechanical completion pertama untuk Line 1 dan Line 2.
Pencapaian ini menjadi salah satu tahapan penting dalam pengembangan bisnis hilir PT Vale, seiring upaya perusahaan meningkatkan nilai tambah dari komoditas nikel.
Sementara itu, posisi kas dan setara kas perusahaan per 30 September 2026 tercatat US$247,31 juta, meningkat dari US$110,66 juta pada akhir Juni 2026.
Dalam periode yang sama, PT Vale juga menarik pinjaman bank sebesar US$175 juta untuk mendukung kebutuhan belanja modal pemeliharaan dan inisiatif pertumbuhan jangka panjang.
Memasuki 2027, perusahaan menargetkan optimalisasi produksi nikel matte, peningkatan kontribusi penjualan bijih dari wilayah pertumbuhan, serta kelanjutan pengembangan proyek-proyek hilirisasi strategis.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang PT Vale untuk memperkuat kapasitas produksi dan memperluas portofolio bisnis di industri pertambangan nikel.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News