Arifin Manggau Optimistis Suara Senat Cukup untuk Melaju ke Putaran Kedua Pilrek UNM

Arifin Manggau Optimistis Suara Senat Cukup untuk Melaju ke Putaran Kedua Pilrek UNM

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Negeri Makassar (UNM), Dr Arifin Manggau, optimistis dapat melaju ke putaran kedua Pemilihan Rektor (Pilrek) UNM periode 2027–2031. Ia meyakini dukungan suara anggota senat cukup untuk mengantarkannya bersaing pada tahapan berikutnya.

Ia menilai suara senat menjadi faktor penting dalam menentukan kandidat yang berhak melanjutkan proses pemilihan.

“Insyallah suara senat cukuplah untuk melaju ke putaran kedua,” ujar Arifin, Jumat (30/10/2026).

Lebih lanjut, Dosen Fakultas Seni dan Desain (FSD) UNM itu mengaku menaruh kepercayaan terhadap cara anggota senat menentukan pilihan. Baginya, proses pemilihan rektor membutuhkan pemilih yang mampu melihat calon berdasarkan pertimbangan objektif, bukan sekadar kedekatan atau kepentingan tertentu.

“Saya percaya para senat ini merupakan pemilih yang rasional dan berintegritas,” katanya.

Meski menunjukkan optimisme, Arifin menegaskan bahwa Pilrek UNM tidak semestinya hanya berorientasi pada persaingan antarcalon. Ia berharap perbedaan dukungan di antara sivitas akademika tidak menggeser tujuan utama pemilihan, yakni menghadirkan kepemimpinan yang mampu membawa UNM berkembang.

Arifin menyebut keberlangsungan dan kemajuan universitas jauh lebih penting dibandingkan kepentingan kandidat yang sedang berkompetisi.

“Yang paling penting dari Pilrek ini adalah bagaimana UNM bertumbuh menjadi lebih baik, menjaga rumah besar kita,” tuturnya.

Ia juga meminta seluruh pihak tidak memanfaatkan tahapan pemilihan untuk menyebarkan informasi yang belum tentu benar. Menurut dia, provokasi dan kabar bohong berpotensi menimbulkan perpecahan apabila tidak disikapi secara bijak.

“Jangan ada hoaks, jangan ada provokasi, jangan ada kepentingan yang bisa memecah belah kita,” tegasnya.

Arifin berharap proses pemilihan dapat berlangsung dengan tetap mengedepankan persaudaraan. Ia mengajak seluruh elemen UNM menempatkan kepentingan universitas sebagai prioritas, terlepas dari perbedaan pilihan terhadap kandidat.

Dalam Pilrek kali ini, Arifin menggunakan nomor urut 5. Angka tersebut memiliki arti tersendiri baginya karena berkaitan dengan pemaknaan budaya Bugis-Makassar.

Ia menghubungkan nomor lima dengan istilah mallise dalam perhitungan pananrang wettu. Makna itu menjadi bagian dari cara Arifin memandang nomor yang diperolehnya dalam kontestasi tersebut.

“Nomor lima dalam perhitungan pananrang wettu di Bugis-Makassar berarti mallise,” kata Arifin.

Adapun proses Pilrek UNM masih akan berlanjut melalui penyampaian visi, misi, dan program kerja bakal calon pada 2–3 November 2026. Sehari setelahnya, Senat UNM dijadwalkan melakukan penilaian sekaligus menetapkan tiga calon rektor.

Ketiga nama tersebut selanjutnya disampaikan kepada Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi pada 9–10 November 2026. Kementerian kemudian melakukan penelusuran rekam jejak selama masa 11 November hingga 16 Desember 2026.

Pemilihan rektor bersama Mendiktisaintek dijadwalkan berlangsung pada 17 Desember 2026. Sementara pelantikan rektor terpilih untuk masa jabatan 2027–2031 direncanakan pada Januari 2027 mendatang.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Berita Terkait
Baca Juga