Pelindo dan Pemprov Sulsel Perkuat Kerja Sama Maritim

SULSELSATU.com, MAKASSAR – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo Group bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan membahas penguatan kerja sama untuk meningkatkan layanan kepelabuhanan, konektivitas maritim, dan kelancaran distribusi logistik di wilayah Sulawesi Selatan.
Pembahasan tersebut berlangsung dalam pertemuan antara Executive Director 4 PT Pelindo Regional 4 Akhirman bersama jajaran manajemen Pelindo Group Wilayah Kerja Makassar dan Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, di Makassar, Senin (26/10/2026).
PT Pelindo Jasa Maritim (PJM) turut mendampingi pertemuan tersebut sebagai salah satu anak usaha Pelindo yang bergerak di bidang jasa kemaritiman.
PJM memiliki peran dalam mendukung operasional pelabuhan melalui layanan pemanduan dan penundaan kapal, jasa peralatan, serta layanan maritim lainnya.
Koordinasi dengan pemerintah daerah dinilai penting untuk memastikan layanan tersebut berjalan optimal dan sesuai kebutuhan pengguna jasa.
Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menyambut baik pertemuan tersebut. Ia menekankan pentingnya sinergi pemerintah daerah dan Pelindo dalam memperkuat perekonomian Sulawesi Selatan.
“Sinergi antara pemerintah daerah dan Pelindo sangat penting untuk memperkuat konektivitas, meningkatkan efisiensi logistik, serta mendukung pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan yang berkelanjutan,” ujar Andi Sudirman.
Sulawesi Selatan menjadi salah satu pusat perdagangan dan distribusi logistik di kawasan Indonesia Timur.
Karena itu, peningkatan kualitas layanan pelabuhan dan kelancaran arus barang menjadi faktor penting dalam menunjang aktivitas ekonomi.
SVP Sekretaris Perusahaan PT PJM Amy Purwa A. mengatakan, pihaknya siap mendukung langkah Pelindo Group dalam memperkuat kerja sama dengan Pemprov Sulsel, terutama untuk meningkatkan keandalan layanan kemaritiman.
“PJM berkomitmen memberikan layanan jasa kemaritiman yang andal, aman, dan efisien. Koordinasi yang baik dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan menjadi bagian penting untuk menjaga kelancaran operasional pelabuhan sekaligus memenuhi kebutuhan pengguna jasa,” ujar Amy.
Ia menambahkan, peningkatan kualitas layanan juga perlu didukung penerapan tata kelola perusahaan yang baik, pengawasan internal yang efektif, serta pengelolaan risiko yang terukur.
“Dengan tata kelola yang kuat dan pengelolaan risiko yang baik, kami ingin memastikan setiap layanan PJM dapat berjalan optimal serta memberikan nilai tambah bagi pengguna jasa,” tambahnya.
Melalui pertemuan tersebut, PJM menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kualitas layanan kemaritiman dan memperkuat koordinasi dengan para pemangku kepentingan guna mendukung kelancaran arus logistik di Sulawesi Selatan dan kawasan Indonesia Timur.
Sejalan dengan arah transformasi Danantara, PJM juga mendorong peningkatan kinerja operasional, penguatan tata kelola, dan pengembangan layanan yang berorientasi pada kebutuhan pengguna jasa.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News