PLN Dampingi Petani Kopi Batui, Penjualan Naik 326 Persen

PLN Dampingi Petani Kopi Batui, Penjualan Naik 326 Persen

SULSELSATU.com, BATUI – Nilai penjualan kopi green bean Kelompok Tani Kopi Batui, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, meningkat lebih dari empat kali lipat setelah mendapatkan pendampingan dari PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi.

Ketua Kelompok Tani Kopi Batui, Fadly, mengungkapkan nilai penjualan yang sebelumnya berkisar Rp75 juta per tahun kini mencapai rata-rata Rp320 juta per tahun.

Berdasarkan perhitungan tersebut, penjualan green bean kelompok tani meningkat sekitar 326,7 persen atau setara 4,3 kali lipat.

Peningkatan usaha tersebut menjadi salah satu hasil program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN UIP Sulawesi yang telah berjalan selama tiga tahun.

Memasuki tahun terakhir pendampingan, PLN kembali memperkuat kapasitas petani melalui pelatihan roasting dan barista yang berlangsung pada 18–26 Oktober 2026 di Pabrik Kelompok Tani Kopi Batui Oishii.

Pelatihan selama sembilan hari kalender itu diikuti 20 peserta, masing-masing 10 orang untuk pelatihan roasting dan 10 orang untuk pelatihan barista.

Senior Manager Perizinan, Pertanahan, dan Komunikasi PLN UIP Sulawesi Henry Donald Mangatas Silaen mengatakan, perkembangan usaha kopi Batui menunjukkan kemajuan selama masa pendampingan.

“Kami bangga melihat perkembangan usaha kopi Batui yang terus menunjukkan kemajuan pesat. Tidak hanya mendorong peningkatan kualitas dan daya saing produk lokal, perkembangan ini juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat melalui terbukanya kesempatan kerja baru,” ujarnya.

Untuk mendukung peningkatan kompetensi peserta, PLN menghadirkan M. Akbar Assidiq, praktisi bersertifikasi nasional di bidang barista dan roasting sekaligus asesor kompetensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) untuk skema Coffee Roasting dan Barista.

Peserta mendapatkan materi sekaligus praktik langsung, mulai dari pemilihan biji kopi hijau (green bean), pengoperasian mesin roasting, pengenalan peralatan barista, hingga teknik menggunakan mesin espresso.

Pelatihan juga mencakup teknik penyeduhan kopi (brewing) dan cupping untuk mengenali aroma serta menilai karakter kopi.

Ketua Kelompok Tani Kopi Batui, Fadly, mengapresiasi pendampingan PLN yang telah membantu pengembangan usaha kelompoknya, termasuk melalui pelatihan terbaru tersebut.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada PLN UIP Sulawesi atas segala bantuan dan pendampingan yang telah diberikan kepada kelompok kami, termasuk pelatihan roasting dan barista yang baru saja dilaksanakan beberapa hari ini. Jujur, rasanya tidak bosan untuk terus mengucapkan terima kasih karena begitu banyak perkembangan yang kami rasakan sejak adanya bantuan dari PLN,” ujar Fadly.

Selama tiga tahun pelaksanaan program TJSL, PLN UIP Sulawesi memberikan dukungan melalui bantuan sarana produksi dan peningkatan keterampilan kelompok tani.

Melalui pelatihan roasting dan barista, petani diharapkan tidak hanya mampu menghasilkan biji kopi berkualitas, tetapi juga memiliki keterampilan pengolahan untuk memenuhi kebutuhan pasar kopi yang terus berkembang.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Berita Terkait
Baca Juga