Griya Singgah Pasien YBM PLN Bantu Pasien Kurang Mampu dari Luar Daerah

Griya Singgah Pasien YBM PLN Bantu Pasien Kurang Mampu dari Luar Daerah

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Griya Singgah Pasien (GSP) Makassar telah melayani 87 pasien dan 98 pendamping sejak mulai beroperasi pada 20 Juni hingga 31 Oktober 2026.

Fasilitas yang disediakan melalui kolaborasi Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN UIP Sulawesi, YBM PLN UID Sulselrabar, dan UIP3B ini membantu masyarakat kurang mampu dari luar kota yang membutuhkan tempat tinggal sementara selama menjalani pengobatan di Makassar.

Berlokasi di Jalan Urip Sumoharjo, Kelurahan Karuwisi Utara, Kecamatan Panakkukang, GSP dihadirkan untuk meringankan beban biaya penginapan dan transportasi pasien beserta keluarga.

Dengan total 185 penerima manfaat, fasilitas ini menjadi salah satu dukungan bagi masyarakat yang harus mengakses layanan kesehatan di Makassar.

GSP Makassar memiliki 12 kamar dengan kapasitas 15 tempat tidur. Fasilitas tersebut juga dilengkapi area lobi dan ambulans untuk kebutuhan antar-jemput maupun kondisi darurat pasien.

Operasional GSP didukung tiga petugas, yakni seorang dokter yang bertindak sebagai koordinator, petugas kerumahtanggaan, dan pengemudi.

Mereka bertugas setiap Senin hingga Jumat untuk mendukung pelayanan bagi pasien dan pendamping.

Manfaat fasilitas tersebut dirasakan Fitria Ramadhani, pendamping pasien bernama Namriani yang tengah menjalani pengobatan kanker rektum atau Ca Rectum.

Sebelumnya, Fitria bersama ibunya harus menempuh perjalanan dari Mamuju, Sulawesi Barat, ke Makassar untuk menjalani kemoterapi.

Sejak GSP beroperasi, mereka terbantu dalam memenuhi kebutuhan tempat tinggal dan transportasi selama menjalani pengobatan.

“Griya Singgah Pasien ini sangat membantu kami, baik dari segi biaya maupun transportasi. Sekarang tidak ada lagi alasan untuk tidak semangat sembuh buat ibu saya,” tutur Fitria.

Ketua YBM PLN UIP Sulawesi M. Pahri Jafar mengatakan, keberadaan GSP merupakan bentuk kepedulian PLN untuk membantu masyarakat yang harus menjalani pengobatan jauh dari tempat tinggal.

Hal tersebut disampaikannya saat mengunjungi GSP Makassar pada 28 Oktober 2026. Dalam kunjungan itu, Pahri meninjau fasilitas sekaligus mengidentifikasi kebutuhan yang masih perlu dilengkapi.

“Kami berharap Griya Singgah Pasien ini dapat menjadi tempat yang nyaman bagi pasien dan keluarga selama menjalani pengobatan. Jangan sampai persoalan biaya penginapan dan transportasi menjadi beban tambahan yang mengurangi semangat mereka untuk sembuh. Kami juga ingin memastikan fasilitas yang tersedia tetap terjaga dan dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat yang membutuhkan,” ungkap Pahri.

Selain kunjungan, pendampingan kepada pasien dan keluarga juga dilakukan secara rutin setiap Jumat. Kegiatan tersebut terkadang disertai tausiah singkat untuk memberikan penguatan selama proses pengobatan.

GSP Makassar resmi diluncurkan pada 1 Juli 2026, setelah mulai menerima pasien sejak 20 Juni 2026.

Melalui kolaborasi YBM PLN UIP Sulawesi, YBM PLN UID Sulselrabar, dan UIP3B, fasilitas ini diharapkan terus membantu masyarakat kurang mampu memperoleh akses layanan kesehatan tanpa terbebani biaya tempat tinggal sementara.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Berita Terkait
Baca Juga