Logo Sulselsatu

Laris Manis Selama Ramadan, Pedagang Peci Untung Besar

Asrul
Asrul

Senin, 03 Juni 2019 15:55

Nunu, salah seorang pedagang songkok di pinggir Jalan Masjid Raya sekitar Masjid Al-Markaz (Asrhawi Muin)
Nunu, salah seorang pedagang songkok di pinggir Jalan Masjid Raya sekitar Masjid Al-Markaz (Asrhawi Muin)

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Bulan suci Ramadan selalu membawa berkah bagi semua orang tak terkecuali para pedagang peci alias songkok. Tingginya permintaan songkok selama Ramadan membuat mereka meraup keuntungan yang besar.

Nunu (34) misalnya, perempuan yang berjualan aneka peci di pinggir Jalan Masjid Raya sekitar Masjid Al-Markaz ini terlihat tak henti-hentinya meladeni pembeli. Ada yang membeli satu hingga dua namun ada juga yang hanya sekedar menanyakan harganya saja.

Sebagai pedagang musiman, Nunu mengaku dirinya hanya berjualan songkok saat bulan Ramadan saja.

Gawe ini telah dilakukannya secara rutin sejak 10 tahun terakhir.

“Saat ramadan saja. Sudah kurang lebih 10 tahun jualan songkok setiap Ramadan. Kalau hari-hari lain jualan mie pangsit dan bakso di Kanrerong (Lapangan Karebosi). Lapaknya saya tutup dulu, nanti setelah puasa baru kembali,” kata Nunu saat ditemui Sulselsatu di kiosnya, Senin, (3/6/2019).

Menurutnya, berjualan songkok di bulan Ramadhan bisa menambah banyak keuntungan sebab permintaan sedang tinggi-tingginya. Hal ini yang sangat membantu mencukupi kebutuhan ekonomi keluarga, apalagi menjelang lebaran di mana harus ada pengeluaran untuk zakat.

“Kalau di Kanrerong kita baru beradaptasi, kadang pembelinya kurang sementara banyak kebutuhan wajib di bulan Ramadhan. Mana zakat, pembeli sembako, baju baru buat anak-anak. Jadi, kita sementara jualan di pinggir jalan dululah,” imbuh warga Jalan Kandea ini.

Aneka peci tersebut dibeli Nunu di Pasar Butung secara grosiran. Kemudian menjualnya secara eceran dengan harga penjualan yang beragam, yakni mulai dari Rp 35 ribu hingga Rp 150 ribu tergantung kualitas bahannya.

“H-5 lebaran biasanya pembeli agak melonjak. Kalau di awal-awal sampai pertengahan Ramadhan kan masih sepi. Kalau sekarang orang beli dari pagi sampai jam 1 malam. Karena kan THR sudah ada. Jadi, orang sudah bisa belanja,” katanya sembari tersenyum.

Nunu menyebutkan, keuntungan yang diperoleh per hari dari hasil berjualan songkok mencapai Rp 100 ribu pada hari biasa dan Rp 150 ribu di akhir-akhir bulan Ramadan.

Penjualannya pun beragam. Namun, kata Nunu, jenis peci berkualitas sedang merupakan jenis yang paling banyak dicari. Jenis yang dimaksud adalah peci hitam polos.

Meski begitu, songkok tersebut pun kadang tidak terjual semuanya hingga Idulfitri tiba. Jika sudah begitu, maka biasanya akan disimpan untuk tahun depan atau dijual kembali dengan harga murah.

“Tergantung, ada yang biasa disimpan hingga tahun depan. Ada yang biasa jual murah sama temannya yang memang penjual songkok setiap hari,” katanya.

Penulis : Asrhawi Muin
Editor: Azis Kuba

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

 Komentar

 Terbaru

News26 November 2022 16:14
Lewat Global IT Challengen (GITC) 2022, LG Berdayakan Generasi Muda Disabilitas
LG berdayakan anak muda disablitas...
Video26 November 2022 15:58
VIDEO: Gerombolan Monyet Liar ‘Serang’ Pemukiman Warga di Bandung
SULSELSATU.com – Sebuah video memperlihatkan gerombolan monyet menyerang pemukiman Warga Kota Bandung, Jawa Barat. Dalam video terlihat sekita...
Pendidikan26 November 2022 12:25
Undang Reviewer Nasional, LP2M UNM Ajak Dosen Kembangkan Kualitas Penelitian
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Negeri Makassar (UNM) mengadakan kegiatan seminar has...
Makassar26 November 2022 11:43
PHRI Bike Tour 2022 Lewati Destinasi Wisata, Kesempatan Perkenalkan Pariwisata Makassar
PHRI Bike Tour hadir di Makassar, momen perkenalkan pariwisata Makassar...