Logo Sulselsatu

KPU Makassar Mulai Susun Anggaran Pilwali, Begini Jumlahnya

Asrul
Asrul

Minggu, 09 Juni 2019 08:00

istimewa
istimewa
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Penjabat sementara (PJs) Sekretaris KPU kota Makassar, Asrar Marlang memastikan anggaran Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota (Pilwalkot) Makassar 2020 naik. Hal itu berdasarkan draft Rencana Kerja Anggaran (RKA) yang saat ini sementara disusun.
“Ya tentu (naik). Kan yang lalu Rp60 miliar (untuk Pilwalkot). Kemudian berbagi dengan Pilgub Sulsel, ada sekitar Rp15 M dari KPU Provinsi. Jadi, kemungkinan naik menjadi Rp75 M. Asumsi lainnya menjadi Rp80 sampai Rp90 miliar,” kata Asrar, Ahad (9/6/2019).
Hanya saja, angka-angka tersebut menurut Asrar masih bersifat asumsi saja berdasarkan draft RKA yang belum final. Draft itu kata dia masih akan dibahas bersama komisioner. Setelah fiks di KPU Makassar, barulah diajukan ke Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb.
“Dalam waktu dekat kita rapat internal habis itu kita fikskan, kemudian menghadap pak wali untuk diskusi,” ujar dia.
Dasar penentuan anggaran dalam RKA kata Asrar mengacu pada besaran. Satuan harga yang akan ditanggung KPU selama pelaksanaan Pilwalkot 2020 mendatang. Mulai dari surat suara, Alat Peraga Kampanye (APK), iklan kampanye, debat, hingga item lain yang ditanggung KPU.
Penyusunan RKA itu juga mengasumsikan 10 pasangan calon yang maju pada Pilwalkot nanti. Asumsi ini, berdasarkan pengalaman Pilwalkot 2013 lalu yang diikuti 10 pasangan calon.
“Baru kita hitung berdasarkan acuan yang lalu. Kita lagi hitung satuan harganya berapa, untuk masing-masing biaya itu, kemudian kita masih perlu menegaskan basis data pemilihnya seperti apa. Karena, kan logistik pengalihnya itu data pemilih. Itu yang harus difikskan. Itu yang kita koordinasikan dengan catatan sipil. Asumsi calon, maksimalkan jumlah calon yang mungkin mencalonkan. Kan pernah 10, jadi itu dasarnya,” kata Asrar.
Terakhir, Asrar menegaskan jika pihaknya sama sekali tidak dikejar target untuk merampungkan RKA secepatnya. Apalagi sampai saat ini petunjuk teknis (Juknis) belum turun.
“Belum ada juknisnya, belum ada target, tapi kita antisipasi lebih awal, biar matang,” kata Asrar mengakhiri.
Penulis: Asrul
Editor: Kink Kusuma Rein

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

News03 Mei 2026 21:45
23 Tahun Luwu Timur: Harmoni Pertumbuhan, Industri, dan Keberlanjutan dari Timur Indonesia
Memasuki usia ke-23, Luwu Timur tidak sekadar merayakan perjalanan administratif sejak pemekaran, tetapi menunjukkan transformasi nyata, dari kawasan ...
Sulsel03 Mei 2026 20:21
Tasming Hamid Optimistis CFN dan CFD Dongkrak Ekonomi Lokal di Kawasan Mattirotasi Baru
SULSELSATU.com, PAREPARE – Pelaksanaan Car Free Day (CFD) dan Car Free Night (CFN) di kawasan Jalan Mattirotasi Baru kembali menjadi magnet bagi...
Pendidikan03 Mei 2026 20:05
Ramli Rahim Apresiasi Pelaksanaan Mubes IKA Unhas Berakhir Riang Gembira
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Musyawarah Besar (Mubes) Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin (IKA Unhas) telah berakhir. Mubes 2026 ditutup dalam su...
Hukum03 Mei 2026 17:52
Buruh Pria di Makassar Dihajar Mahasiswa gegara Motor Bersenggolan
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Seorang buruh pria AGB (47) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) dihajar oleh seorang mahasiswa berinisial MAS...