Logo Sulselsatu

Mulawarman: NA Copot Lutfie karena Takut Ketahuan Boroknya

Asrul
Asrul

Senin, 10 Juni 2019 21:30

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Eks wartawan senior, Mulawarman mengkritik keras Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah (NA) yang mencopot Kepala Inspektorat Sulsel Lutfie Natsir. Ia menduga pencopotan Lutfie berkaitan dengan temuan Inspektorat soal kebijakan NA sebagai gubernur.

Ia pun menuding NA sengaja mencopot Lutfie karena takut borok kebijakannya bocor ke publik. Olehnya, menurut Mulawarman, temuan Inspektorat bukan rahasia negara, bahkan harus diumumkan.

“Wajib bagi Pak Lutfie memberi tahu temuannya atas kebocoran anggaran dan penyimpangan anggaran kepada wartawan, jika wartawan bertanya atau menanyakannya,” kata Mulawarman, dalam keterangan yang diterima sulselsatu.com, Senin (10/6/2019).

Baca Juga : Kejari Tetapkan Mantan Kadis Pertanian dan Peternakan Bantaeng Tersangka, Nama Prof Nurdin Abdullah Ikut Terseret

Menurut Mulawarman, pencopotan Lutfie sesungguhnya adalah upaya pengalihan masalah dari seorang Nurdin Abdullah.

Ia menyebut NA bukan marah karena strategi Pemprov bocor atau dibocorkan. Tetapi mantan Bupati Bantaeng itu marah atas informasi dugaan bagi-bagi proyek Pemprov ke orang terdekat NA.

Atas hal itu, lanjut Mulawarman, NA juga marah ke seluruh anggota tim Pokja 30 yang telah tuntas melakukan lelang dan mengumumkan nama perusahaan pemenang lelaang proyek Pemprov Sulsel. Hal itu juga terjadi usai NA mengumumkan akan mencopot pejabat Pemprov, Senin pagi.

Baca Juga : Disebut Masuk Tim Pemenangan Paslon di Pilgub Sulsel, Ini Kata Nurdin Abdullah

“Nilai seluruh proyek yg akan dilelang tahun ini, hampir mencapai Rp3 triliun,” katanya.

“Pokoknya Tim Pokja ini selalu kena marah setiap selesai mengumumkan nama perusahaan pemenang lelang. Kenapa marah, karena mungkin pemenang lelangnya tidak cocok dengan selera Nurdin Abdullah. Ditambah diumumkannya hasil lelang itu di media dengan judul bagi-bagi proyek. Marah besarlah dia,” imbuh Mulawarman.

Ia mengaku mendapatkan informasi tersebut dari “orang dalam” Pemprov Sulsel. Mengingat, Mulawarman pernah lama menjadi wartawan di lingkungan Pemprov Sulsel sejak era gubernur Prof Amiruddin hingga Amin Syam.

Baca Juga : Iksan Iskandar Bersama Warga Jeneponto Terharu Saat Bertemu Nurdin Abdullah

“Jadi banyaklah ASN di Pemprov Sulsel kenal baik saya. Belakangan ini, banyak yang curhat ke saya. Kebanyakan dari mereka membanding-bandingkan kepemimpinan Nurdin Abdullah dengan gubernur-gubernur Sulsel sebelumnya. Mereka juga mengatakan kelambanan birokrasi di Pemprov Sulsel, bukan karena kinerja ASN yang lamban. Tetapi karena mereka di Pemprov harus selalu menunggu arahan dan petunjuk dari staf ahli dan staf khusus Gubernur, sebelum mereka bekerja dan menjalankan program,” tutur Mulawarman.

Ia juga menyebut jika ASN Pemprov Sulsel kerap geram lantaran dianggap tak tahu apa-apa oleh NA, dibandingkan dengan orang-orang yang diangkatnya menjadi staf ahli dan staf khusus.
Karenanya, ASN di Pemprov sangat berharap DPRD Sulsel benar-benar menggelar hak angket dan meminta penjelasan kinerja Nurdin Abdulah.

Mulawarman pun meminta NA agar mengoreksi gaya kepemimpinannya.

Baca Juga : Taufan Pawe Temui Nurdin Abdullah, Begini Reaksi Relawan

“Jangan pake gaya di Bantaeng di Sulsel. Ini Sulsel bukan Bantaeng, Pak. Dari segi luas dan jumlah penduduknya saja jauh beda. Jadi wajib perlakuan berbeda pula,” katanya.

“Dan sudahilah itu pencitraan. Percuma Nurdin Abdullah membayar mahal PR, kalau hanya bisa menyarankan Pak Nurdin meresmikan Puskesmas di kelurahan,” tambah Mulawarman.

Ia juga mengingatkan NA bahwa rakyat berhak mengevaluasi kinerja pemerintahannya setiap saat. Sebab, Nurdin Abdullah berkontrak langsung dengan rakyat yang memilihnya untuk memimpin Sulsel.

Baca Juga : Dapat Remisi Kemerdekaan, Nurdin Abdullah Bebas Dari Lapas Sukamiskin

Sementara, anggota DPRD Sulsel punya hak konstitusional mengevaluasi Nurdin Abdullah sekali dalam setahun. Dan bisa lebih, jika Nurdin Abdullah melakukan kesalahan yang dianggap fatal.

“Hanya pemimpin yang tidak tau arah kepemimpinannya dan tidak memiliki visi yang takut dievaluasi oleh rakyat yang dipimpinnya,” tutup Mulawarman.

Editor: Awang Darmawan

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Makassar02 Mei 2026 13:20
Appi Pimpin Upacara Hardiknas 2026, Tegaskan Pendidikan Inklusif untuk Semua ‎
SULSELSATU.com, ‎MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memimpin upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun 2026 di Lapangan...
News02 Mei 2026 12:10
Dirut Pelindo Tekankan HSSE dan Sinergi Operasional Saat Kunjungi Regional 4
Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Achmad Muchtasyar melakukan kunjungan kerja ke Kantor Pelindo Regional 4, Jumat (1/5/2026)....
Pendidikan02 Mei 2026 11:00
Mubes IKA Unhas Resmi Dimulai, Ramli Rahim: Mayoritas Dukung Amran Sulaiman Kembali Jadi Ketum
SULSELSATU.com, MAKASSAR — Musyawarah Besar (Mubes) Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin (IKA Unhas) resmi digelar di Hotel Four Points by Sheraton ...
News02 Mei 2026 08:39
Layanan Pelindo Membaik, Kepuasan Pengguna Tembus 90 Persen
Tingkat kepuasan pengguna jasa terhadap layanan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) menembus angka di atas 90 persen....