SULSELSATU.com, PAREPARE – Keinginan Wali Kota Parepare, Taufan Pawe, dalam memajukan daerah yang dipimpinnya terus diwujudkan.
Namun dalam memajukan kota, wali kota dua periode ini berkomitmen membangun Parepare tanpa membebani keuangan daerah dengan pinjaman atau hutang.
“Di pemerintahan ini, saya tidak ingin membangun infrastruktur jika sumber dana yang digunakan itu dapat membebani daerah atau hutang,” kata Taufan saat menghadiri rapat paripurna di DPRD Parepare, Rabu (12/6/2019).
Baca Juga : Taufan Pawe Optimistis IKN Siap Jadi Ibu Kota Politik pada 2028
Ia mengaku, tak ingin kejadian tahun 2006 terkait Pasar Lakessi kembali terulang. Anggaran pembangunannya didapat dari pinjaman dana di Bank Dunia.
“Bahkan sampai saat ini kami masih berkewajiban membayar hutang sebesar Rp3 miliar tiap tahun ke Bank Dunia,” ungkapnya.
Karena itu, pihaknya telah berencana melakukan optimalisasi fungsi pasar empat lantai itu agar dapat menghasilkan dan memiliki pendapatan yang besar.
Baca Juga : Taufan Pawe Serukan Gotong Royong Hadapi Bencana Sumatera-Aceh di Acara HUT Golkar
“Kita sudah punya konsep tersendiri bagaimana mengoptimalisasi fungsi Pasar Lakessi ini. Jangan ada lagi pasar di luar pasar. Tidak ada lagi prilaku premanisme,” imbuhnya.
Dia mengaku telah membahas konsep tersebut dengan sejumlah pihak, termasuk pihak kedua yang ada dil ingkungan Pasar.
“Saya ingin Pasar Lakessi ini tersentral. Saya sudah bicarakan dengan pihak kedua dan mereka memberikan persetujuan soal perluasan,” katanya.
Baca Juga : Menuju 2026, Taufan Pawe Dorong Optimalisasi Kinerja Kementerian dan Penyelenggara Pemilu
Penulis: Andi Fardi
Editor: Hendra Wijaya
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar