Logo Sulselsatu

Fokus Proyek Jalan Baru, Pemprov Abaikan Proyek Jalan Lama

Asrul
Asrul

Rabu, 19 Juni 2019 23:58

Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah. (Sulselsatu/Jahir Majid)
Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah. (Sulselsatu/Jahir Majid)

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah (NA) terus merancang sejumlah program dengan skala anggaran yang lebih besar. Di antaranya jalan baru Larompong-Tandrutedong, perbaikan jalan Seko, pelebaran Jalan Bua-Rantepao, dan pelebaran jalan Pangkep-Bone. Empat paket proyek itu dianggarkan Rp1 triliun.

Hanya saja, NA sepertinya melupakan proyek yang sedang berlangsung sejak pemerintahan Syahrul Yasin Limpo. Sebut saja, kereta api, jalan bypass Mamminasata, dan Middle Ring Road (MRR) yang terbengkalai.

Baca Juga : Program Mudik Gratis Sulsel 2026 Pelindo Dapat Apresiasi Pemprov Sulsel

Alasannya lantaran anggaran yang dimiliki daerah tidak mampu menunjang proyek tersebut. Sementara Rp1 triliun untuk proyek jalan baru di atas bersumber dari Kementerian PUPR.

“Ini kan menindaklanjuti pertemuan kemarin dengan menteri PUPR dengan para dirjennya, kita pertegas kembali bahwa Seko itu harus menjadi prioritas tahun 2020,40 km itu harus selesai diaspal dan 7 jembatan harus diselesaikan,” ujar NA usai melakukan pertemuan dengan Balai Besar Jalan dan Jembatan (BBPJN) wilayah Makassar, Rabu (19/6/2019).

Lebih rinci, kata NA, pihaknya membagi anggaran itu ke empat proyek jalan di batas.

Baca Juga : Pemprov Sulsel Terseret Laporan Dugaan Korupsi Anggaran 2026 ke KPK

“Sebenarnya kita cukup besar anggarannya, tapi kita harus realistis saja yang bisa kita selesaikan jadi sekitar Rp250 miliar untuk Seko, terus jalan dua jalur untuk Rantepao ke Bua, itu Rp500 miliar. Insyaallah tuntas, satu jalur dulu, tambah jalur 2 sepanjang 10 kilometer,” ujarnya.

Menurut dia, proyek itu akan tuntas pada 2021 nanti.

“Jadi 2021 kita tuntaskan semua. Yang ketiga Larompong itu akan kita memotong, itu cukup besar itu kemungkinan bisa dipotong sampai 70 kilo itu dari Larompong ke Tanrutedong anggarannya Rp150 miliar. Terus tambah lagi Bungoro’, akses ke Bone, itu anggarannya Rp150 miliar juga,” bebernya.

Baca Juga : Dorong Konektivitas Logistik di KTI, Pemprov Sulsel Apresiasi Kontribusi Pelindo

Saat ini NA masih menunggu kepastian pembebasan lahan dari daerah setempat.

Penulis: Jahir Majid
Editor: Awang Darmawan

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Ekonomi04 November 2026 20:56
OJK dan Bank Sulselbar Kolaborasi Perluas Akses Keuangan Syariah
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bank Sulselbar memperkuat kolaborasi dengan ulama, akademisi, pemerintah daerah, dan industri jasa keuangan untuk...
News04 November 2026 20:49
PLN Matangkan Sewa Lahan PLTMG Baubau 2
PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi mematangkan draf perjanjian sewa lahan milik Pemerintah Kota Baubau untuk mendukung pembangunan...
Nasional04 November 2026 20:45
STFT Jakarta Soroti Enam Krisis Bangsa
Sivitas Akademika Sekolah Tinggi Filsafat Theologi (STFT) Jakarta menyampaikan kritik terhadap sejumlah persoalan sosial, ekonomi, lingkungan, dan dem...
News04 November 2026 20:41
Pegadaian Ambon Raih Tiga Penghargaan CSR 2026
PT Pegadaian (Persero) Area Ambon meraih tiga penghargaan Winner Top CSR Award 2026 dari Pemerintah Kota Ambon....