Beranda Makassar Besok MPLS, Kadisdik Sulsel: Masih Ada Sekolah yang Kuotanya Belum Terpenuhi

Besok MPLS, Kadisdik Sulsel: Masih Ada Sekolah yang Kuotanya Belum Terpenuhi

0
Besok MPLS, Kadisdik Sulsel: Masih Ada Sekolah yang Kuotanya Belum Terpenuhi

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Hari pertama sekolah sekaligus masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) akan dimulai besok, Senin (15/7/2019). Kendati demikian, masih ada beberapa sekolah di Sulsel yang kuotanya belum tercukupi.

Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Irman Yasin Limpo mengatakan, khusus di Makassar, Dinas Pendidikan Sulsel mencatat hampir semua SMA dan SMK negeri sudah terpenuhi. Hanya di beberapa kabupaten masih ada beberapa sekolah yang kuotanya masih belum terpenuhi, jumlahnya pun tidak banyak.

None sapaan Kadisdik Sulsel mengatakan pihaknya akan memberikan kesempatan kepada sekolah yang masih belum terpenuhi kuotanya untuk membuka penerimaan siswa baru tahap tiga.

“PPDB tahap dua saja kita sudah lepas tanpa zonasi tapi ternyata masih ada yang belum memenuhi. Kita serahkan ke sekolah saja mekanisme penerimaannya. Yang jelas selama MPLS dilakukan,” kata Irman, Minggu (14/7/2019).

Menurutnya, saat ini hampir semua lulusan SMP sudah tertampung di SMA maupun SMK negeri. Mengenai data pasti jumlah siswa yang diterima, pihaknya sementara merampungkan data dari setiap sekolah.

Khusus pelaksanaan MPLS akan dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman di SMAN 21 Makassar. Rencananya ada sekitar 1000 peserta didik baru atau siswa kelas X yang akan hadir.

“Akan ada upacara dipimpin langsung Pak Wagub, ada sekitar 400 siswa SMA 21 Makassar dan sisanya dari sekolah sekitar. Khusus di Makassar juga akan dilakukan pembagian 6000 pohon dari Bank Panin dan Dinas Pertanian,” jelasnya.

None menegaskan selama pelaksanaan MPLS sekolah dilarang melakukan pemungutan dan penjualan sesuatu. Terkecuali untuk beberapa hal, seperti seragam baju olahraga yang tidak jual bebas.

Kepada orangtua siswa, Disdik berharap bisa mengantarkan anaknya masing-masing. “Minimal di sekolah bisa bertukaran nomor handphone dengan guru anaknya,” pungkasnya. 

Penulis: Jahir Majid
Editor: Hendra Wijaya