Logo Sulselsatu

Mantan Dirut dan Mantan Bendahara RSUD Latopas Jadi Tersangka

Asrul
Asrul

Senin, 22 Juli 2019 21:05

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, JENEPONTO – Kejaksaan Negeri Jeneponto resmi menetapkan tersangka kasus dugaan korupsi makan dan minum di RSUD Lanto Daeng Pasewang (Latopas) Jeneponto.

“Ketiga tersangka yang dmaksud, Saharuddin (Mantan Direktur) H. Saleha PTTK 2013 dan Kaharuddin Oca (Mantan Bendahara),” ujar Rahmadiagus, Kepala Kejaksaan negeri Jeneponto dalam acara press release di kantornya, Senin (22/7/2019) sore.

Dia mengatakan untuk Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dalam kasus ini tidak mempunyai bukti bukti untuk pembelian bahan bahan makan minum.

Baca Juga : Koalisi Pemuda Mahasiswa Desak Bupati Iksan Copot Direktur RSUD Latopas Jeneponto

Disebutkan juga bukti pencairan adalah berita acara serah terima pemeriksaan barang oleh panitia pemeriksa barang dan juga daftar apa apa saja barang yang dibeli.

“Tetapi berita acara dan daftar itu, itu tidak bener karena panitia pemeriksa barang tidak pernah melakukan pemeriksaan. Bahkan tanda tangan mereka (Panitia Pemeriksa Barang) disitu itu tidak pernah ditandatangani,” katanya.

Menurutnya tiga tersangka diduga kuat menjadikan itu sebagai dasar pertanggungjawaban oleh keuangan untuk mencairkan anggaran.

Baca Juga : RSUD Latopas Jeneponto Dapat Bantuan 2 Unit Ventilator

“Siapa yang buat daftar itu, PPTK melempar ke Bendahara dan ketika bendahara ditanya dia melempar PPTK yang membuat. Bendahara yang bilang SPJ PPTK yang buat, PPTK bilang dia tidak pernah membuat SPJ dan SPJ itu keluar diakhir tahun dari bendahara,”katanya.

Harusnya, kata Rahmadiagus, bendahara harus melakukan verifikasi sebelum pembayaran. Namun, PPTK tidak pernah melakukan permintaan pencairan uang dan malah bendahara mencairkan anggaran tersebut.

“Untuk peran Direktur karena Direktur adalah pengguna anggaran dan termasuk juga dalam peranya menjadikan bahwa Rp 860 juta sekian itu menjadi utang, padahal dari awal itu tidak ada utang, karena dalam dokumen pertangungjawaban itu tidak ada utang. Tapi kenapa dia memprosesnya dan membahas di dewan untuk dijadikan utang,” katanya.

Baca Juga : Kejari Jeneponto Diminta Segera Tahan 3 Tersangka Korupsi Makan Minum RSUD Latopas

Akibat kejadian tersebut, kata Rahmadiagus, negara dirugikan kurang lebih Rp 1 miliar.

Sementara untuk penahanan ketiga tersanga, pihaknya mengaku ada pertimbangan penyidik.

“Alasan tidak dilakukan penahanan karena tidak malarikan diri, tidak menghilangkan alat bukti dan tidak mengulangi lagi, namun semua itu tergantung pertimbangan penyidik, ” jelasnya.

Baca Juga : Tersangka Dugaan Korupsi Makan Minum RSUD Latopas Masih Berkeliaran

Penulis : Dedi
Editor: Azis Kuba

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Makassar02 Maret 2024 08:21
Pemkot Makassar Bersama BPKP Sulsel Komitmen Tekan Angka Kemiskinan dan Stunting
Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto bersama Kepala Perwakilan BPKP Sulsel Mohamad Risbiyantoro berkomitmen menekan angka stunting dan kemiskinan di...
Video01 Maret 2024 22:48
VIDEO: Cekcok berujung Saling Lempar Botol, ASN di Bantaeng Ini Viral
SULSELSATU.com – Sebuah video memperlihatkan keributan sesama pegawai ASN dalam sebuah rapat. Kejadian ini diduga terjadi di lingkup Pemerintah ...
Video01 Maret 2024 20:29
VIDEO: Pohon Tumbang Berukuran Besar di Samping Kanal Pampang Makassar
SULSELSATU.com – Pohon tumbang di samping kanal Pampang Makassar, Jumat (1/3/2024) malam. Insiden pohon tumbang ini menutup akses jalan. Dalam v...
Ekonomi01 Maret 2024 19:38
RUPST 2024: BRI Bagikan Dividen Rp48,10 Triliun
SULSELSATU.com, JAKARTA – PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2024 di Jakarta (...