SULSELSATU.com, MAKASSAR – Pemkot Makassar menyatakan bahwa Makassar merupakan kota yang aman bagi seluruh warga, tak terkecuali mahasiswa asal Papua yang datang menuntut ilmu.
Pj Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb mengatakan, Makassar adalah kota yang heterogen dengan berbagai macam suku berdiam di dalamnya. Dia menegaskan, tidak boleh ada warga di Makassar yang dihina atau ditindas hanya karena posisinya minoritas.
“Kami (pemkot) beserta aparat keamanan akan menjaga keselamatan dan keamanan warga Kota Makassar, termasuk mahasiswa dari Papua,” kata Iqbal saat menghadiri deklarasi damai bersama mahasiswa Papua dan ormas se-Sulsel di Hotel Claro, Kamis (22/8/2019).
Baca Juga : Puluhan Tahun PSU Belum Diserahkan, Pemkot Makassar Ultimatum Pihak PT GMTD
Iqbal menambahkan, pihaknya akan menjadikan Makassar sebagai kota destinasi pendidikan sehingga semua orang boleh menuntut ilmu di Makassar.
“Datanglah ke Makassar bersekolah. Insya Allah Makassar aman bagi siapa saja,” ujarnya.
Sementara itu, salah seorang perwakilan mahasiswa Papua bernama Rano Patiran mengaku sangat berterima kasih atas jaminan keamanan yang diberikan oleh pemkot.
Baca Juga : Jembatan Kembar Barombong Disiapkan, Pemkot Makassar Rampungkan Urusan Lahan
Rano menyampaikan bahwa selama ini dirinya dan teman-temannya yang berasal dari Papua kerap mendapatkan pelakuaan tidak menyenangkan. Karena itu dia berharap pemkot benar-benar memberikan jaminan keamanan sebagaimana yang dijanjikan Pj Wali Kota.
“Kami minta hidup dengan tenang, belajar dengan tenang di Kota Makassar. Kami ke sini hanya untuk menimba ilmu kemudian pulang membangun daerah kami di Papua,” harapnya.
Penulis: Asrhawi Muin
Editor: Hendra Wijaya
Baca Juga : Komitmen Taat Bayar Pajak, Claro Makassar Raih Penghargaan Tax Award 2025
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar