Bupati Wajo Apresiasi Bantuan Ternak Kementan Bagi Warga Miskin

SULSELSATU.com, WAJO – Sebanyak 3.284 warga miskin di Kabupaten Wajo mendapatkan bantuan hewan ternak dari Kementerian Pertanian. Bantuan ini merupakan program Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (#Bekerja) Kementerian Pertanian Tahun 2019.

Bantuan yang diberikan adalah berupa ayam sebanyak 50 ekor, pakan sejumlah 150 Kg, 1 paket obat hewan yang terdiri dari roboransia dan desinfektan serta bantuan kandang dengan konsep padat karya senilai Rp 500.000 untuk masing-masing Rumah Tangga Miskin Pertanian (RTMP). 

Bupati Wajo, Amran Mahmud menyambut baik program tersebut. Menurutnya, bantuan ternak bagi warga miskin ini sangat strategis untuk membantu Pemerintah Kabupaten Wajo dalam mengembangkan program-program pengentasan kemiskinan ke depannya.

“Bantuan ini merupakan upaya untuk mengentaskan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat miskin guna meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan melalui kegiatan pertanian yang terintegrasi,” ujar Amran, dalam rapat koordinasi dan bimbingan teknis program ini, Rabu (21/8/2019).

Lebih lanjut, Amran Mahmud mengatakan, program #Bekerja tersebut sejalan dengan program Pemerintah Kabupaten Wajo yaitu Integrated Farming System.

“Jadi kita juga memiliki program yang namanya Integrated Farming System, kita sudah membuat kelompok kawasan yang tidak lama lagi kita akan berkumpul disana untuk membuat sebuah terobosan sekaligus memberi semangat kepada seluruh petani di Kabupaten Wajo agar mereka bisa berkembang dalam mengembangkan pertanian terpadu yang terintegrasi,” katanya.

Dalam Integrated Farming System tersebut, kata Amran, juga akan mengembangkan peternakan salah satunya melalui bantuan ayam unggul yang diberikan Kementerian Pertanian. Bantuan tersebut nantinya akan dikembangkan ke kawasan pertanian terpadu supaya bisa dijadikan percontohan dan tempat belajar bagi para petani agar mereka tidak hanya bercocok tanam tapi juga bisa mengembangkan peternakan.

“Dengan program ini, saya berharap ke depannya Wajo bisa menjadi lumbung daging dan sentra pengembangan ayam lokal, karena potensi untuk itu ada,” ujar Amran.

Editor: Awang Darmawan