Logo Sulselsatu

Gubernur Papua Minta Pemblokiran Internet Segera Dibuka

Asrul
Asrul

Selasa, 27 Agustus 2019 00:04

Gubernur Papua, Lukas Enembe. (INT)
Gubernur Papua, Lukas Enembe. (INT)

SULSELSATU.com, JAKARTA – Gubernur Papua, Lukas Enembe mendesak Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara untuk segera membuka akses internet di Papua. Ia mengatakan, situasi di Papua sudah mulai aman dan kondusif.

“Situasi aman di Papua, kalau ada mahasiswa demo itu biasa tapi secara umum aman,” kata Lukas di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, seperti dikutip dari VIVAnews, Senin (26/8/2019).

Dia mengakui bahwa pembatasan internet dilakukan yang dilakukan oleh pemerintah pusat sampai saat ini masih terjadi. Lukas juga paham bahwa tujuan pemerintah untuk menjaga keamanan, namun banyak masyarakat Papua yang mengeluh akan pembatasan tersebut.

Baca Juga : Investasi Proyek Palapa Ring Tembus Rp21 Triliun

“Banyak, banyak keluhan, makanya kita harap semua akses informasi dibuka,” kata dia.

Sponsored by MGID

Menurutnya, persoalan pemblokiran yang dilakukan pemerintah pusat itu memang demi kepentingan negara. Namun, dia menegaskan bahwa Presiden Joko Widodo juga harus tegas menindak oknum yang bertanggung jawab terhadap insiden yang terjadi pada mahasiswa Papua di Surabaya.

“Harus tegas, memang harus sehingga harga (diri) yang terinjak-injak pulih kembali. Kalau dibiarkan orang Papua semakin tidak percaya,” katanya.

Baca Juga : Sempat Tertunda, Proyek Palapa Ring Akhirnya Diresmikan Jokowi

Ditemui terpisah, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan, pembatasan akses internet di Papua bukan karena aksi demo semata. Menurutnya itu dilakukan karena banyaknya hoax yang menyebar di dunia maya.

“Kalau dari sisi dunia nyata memang tidak ada demo lagi. Tapi di dunia maya ada 230 ribu URL yang memviralkan hoax. Saya ada catatannya,” ucap Rudiantara.

Dari jumlah URL tersebut, lanjut dia, hoax paling banyak tersebar di media sosial Twitter. “Artinya kalau kontennya yang sifatnya hoax itu macam-macam, ada berita bohong, menghasut, yang paling parah mengadu domba,” kata dia

Baca Juga : 33 Orang Tewas Akibat Kerusuhan Wamena, Gubernur Papua Minta Maaf

Rudiantara pun mengaku belum bisa memastikan, kapan waktu pasti akses internet di Papua bisa kembali dibuka. Sejauh ini, dia mengatakan menjalankan hal tersebut sesuai Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) yang juga mengacu pada UUD 1945.

Dia menegaskan, pembatasan itu memang diperbolehkan mengacu pada undang-undang yang berlaku. “Di UU ITE itu justru pemerintah, dalam hal ini Kominfo mempunyai kewajiban untuk membatasi penyebaran, konten yang sifatnya negatif,” tuturnya.

Editor: Awang Darmawan

Sponsored by ADVERTNATIVE

 Komentar

 Terbaru

Makassar17 Januari 2022 07:44
Andi Sudirman-Airlangga Saling Puji di HUT MKGR
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Pelaksana Tugas Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menghadiri perayaan 62 tahun Ormas Musyawarah Kekelu...
Politik16 Januari 2022 23:39
Airlangga Optimis Golkar Sulsel Keluar Sebagai Pemenang di 2024
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Ketua Umum DPP Partai Golkar, Airlangga Hartarto optimis partai berlambang pohon beringin ini akan keluar sebagai par...
Otomotif16 Januari 2022 19:10
Selama 3 Tahun Terakhir, Nmax Motor Yamaha Paling Laris
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Nmax menjadi motor Yamaha yang paling banyak dibeli masyarakat di Sulawesi. PT Suracojaya Abadimotor (PT SJAM) menjad...
Sponsored by MGID
Pendidikan16 Januari 2022 18:10
Ikatli Unhas Harapkan Alumni Ada di Setiap Lini Pembangunan
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Sebagai upaya mempererat tali silaturahmi dan persaudaraan antar alumni, Ikatan Alumni Teknik Lingkungan (Ikatli) Uni...