Logo Sulselsatu

Lutra Tampilkan Tarian Adat Makayanganni dan Majjaga Kuranjen di FKN XIII

Asrul
Asrul

Jumat, 13 September 2019 08:55

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, PALOPO – Sanggar Seni Budaya Lipumarinding Rongkong Luwu Utara menampilkan dua tarian pada Festival Keraton Nusantara (FKN) XIII di Istana Kedatuan Luwu Palopo, Kamis (12/9/2019).

Tarian tersebut masing-masing adalah Tari Ma’kayanganni dari Tana Masakke, Kecamatan Rongkong dan tari Majjaga Kuranjen Kambori Bulan dibawa pimpinan dan binaan Hj. Wajallangi.

Kepala UPT Pengelola Wisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Luwu Utara, Bulan Masagena menjelaskan Ma’kayanganni merupakan tarian tradisional yang dilakukan oleh para leluhur Rongkong di zaman dahulu kala untuk melakukan pengobatan secara tradisional terhadap orang yang sedang sakit.

Baca Juga : Lima Kepala Daerah Kenakan Kain Ulos dari Raja Matahari Tapanuli

“Tarian ini diawali dengan gerakan sando memohon kepada dewa kiranya diridhai dan diturunkan ramuan obat-obatan yang digunakan dalam melakukan pengobatan diiringi dengan mantra-mantra untuk kesembuhan sehingga yang diobati benar-benar sembuh, lalu sando menuntun untuk berdoa bersama, memegang jari jemari lalu melompat di atas bara api dengan wajah yang sumringah karena kesehatannya telah pulih,” kata dia.

Sementara itu, tari majjaga kuranjen kambori bulan yang ditampilkan oleh salah satu anak suku di kedatuan Tana Luwu yakni suku rongkong merupakan tarian sakral Pangngadaran Rongkong Tana Luwu hanya ditampilkan pada acara-acara tertentu yang disakralkan seperti acara ma’bua atau pesta adat.

“Tarian ini mengenakan pakaian adat rongkong dengan passapu di kepala dan selendang tenunan tradisional kain Rongkong yang melingkar di leher dan pinggang, yang merupakan tenunan peninggalan para leluhur Rongkong yang diproduksi dari tangan-tangan masyarakat Rongkong secara turun temurun hingga sekarang,” tuturnya.

Baca Juga : FKN 2019, Ada Festival Kuliner dan Tudang Ade di Luwu Utara

Bulan menambahkan tari majjaga kuranjen kambori bulan ini juga diiringi syair-syair sastra daerah rongkong yang berisi doa-doa keberkahan dan keselamatan serta perlindungan dari yang maha kuasa dan pada jaman dahulu kala tarian ini dilakukan untuk mengobarkan semangat juang para panglima perang agar masyarakat Rongkong tetap berjaga, tidak terlelap dalam tidur dan tidak terlena dalam mempertahankan wilayah adat rongkong dari serangan musuh. (rls)

Editor: Hendra Wijaya

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Ekonomi25 September 2026 23:21
PINTU Perkenalkan VIP Private dan Perluas Akses Aset Tokenisasi
PT Pintu Kemana Saja (PINTU) memperkenalkan layanan Pintu VIP Private sekaligus memperluas akses investor Indonesia terhadap aset dunia nyata yang dit...
Ekonomi25 September 2026 21:02
OJK Dorong Inklusi Keuangan Petani Rumput Laut Lewat e-Seaweed, 200 Petani Telah Terdaftar
Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) bersama International Labour Organization (ILO) dan sejum...
Bisnis25 September 2026 19:52
Kalla Aspal Perkuat Hubungan dengan Pelanggan di Hari Pelanggan Nasional 2026
Kalla Aspal memperingati Hari Pelanggan Nasional 2026 dengan mengunjungi beberapa pelanggan dan mitra khususnya di kota Manado, Sulawesi Utara, serta ...
Makassar25 September 2026 18:45
Yamaha GEAR ULTIMA Jadi Teman Piknik Keluarga di Makassar
Puluhan keluarga pengguna Yamaha GEAR ULTIMA berkumpul piknik bersama dalam acara ULTIMA FAMILY PICNIC di Makassar...