Logo Sulselsatu

Kadis Ketahanan Pangan Lutra Pimpin Penyemprotan Hama Ulat Grayak

Asrul
Asrul

Jumat, 20 September 2019 18:57

Penyemprotan hama ulat grayak. (ist)
Penyemprotan hama ulat grayak. (ist)

SULSELSATU.com, LUTRA – Kepala Dinas (Kadis) Ketahanan Pangan Kabupaten Luwu Utara, Alauddin Sukri, memimpim penyemprotan hama ulat grayak secara serentak, Kamis (19/9/2019) malam, di Desa Buntu Terpedo Kecamatan Sabbang. Penyemprotan dilakukan pada pukul 19.00 – 20.30 wita, dengan tujuan melokalisasi serangan hama yang sudah melampaui ambang batas ekonomi serangan.

“Serangan hama ulat grayak dalam 1 m2 populasinya mencapai di atas 40 ekor. Padahal ambang batas ekonomi dalam 1 m2 hanya terdapat 5 atau lebih dari 5 ekor. Jadi, ini sudah melebihi ambang batas, sehingga perlu dilakukan penyemprotan,” kata Alauddin yang dalam melakukan penyemprotan ditemani Kepala Desa (Kades) dan Kepala Dusun (Kadus) serta para Kelompok Tani (Poktan) setempat.

Kenapa harus malam hari? Alauddin menjelaskan, pengendalian dilakukan di malam hari disebabkan karena di siang hari OPT-nya menyembunyikan diri, baik di dalam rumpun/pangkal batang maupun dalam retakan tanah, sehingga pengendaliannya tidak tuntas kalau dilakukan di siang hari. “Berdasarkan monitoring yang kami lakukan siang tadi setelah aplikasi sebelumnya, dipandang perlu melakukan pengendalian ulang malam ini,” imbuhnya.

Baca Juga : DKP Sulsel Sebut Bahan Pangan di Pasar Senggol Bebas Bahan Berbahaya

Ia menambahkan, sebelum dilakukan pengendalian ulang di malam hari, lebih awal memberikan genangan pada petakan yang terserang serta mencoba untuk melokalisasi serangan. “Luas pertanaman di Buntu Terpedo MT ini sekitar 175 ha dengan umur rerata di atas 80 HST, dan sudah menjalar ke wilayah persawahan di desa Bakka yang bertetangga dengan langsung dengan desa Buntu Terpedo,” ungkapnya.

Mantan Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD ini juga menganjurkan kepada para Ketua Kelompok Tani untuk mengimbau masing-masing anggota kelompoknya agar terus melakukan pengamatan secara mandiri agar jika sudah terdapat gejala serangan, segera melakukan tindakan secepatnya. “Selain melakukan penyemprotan, soal sanitasi lingkungan persawahan juga harus menjadi perhatian para petani,” tandasnya. (rls)

Editor: Hendra Wijaya

Baca Juga : Ketua TP PKK dan Kadis Ketapang Makassar Dorong Penguatan Budidaya Pisang Lewat Festival Pangan

 

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Metropolitan03 Februari 2026 19:40
Forum Perangkat Daerah Kominfo Makassar Bahas Digitalisasi dan Integrasi Layanan Publik
SULSELSATU.com MAKASSAR – Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Makassar menggelar Forum Perangkat Daerah untuk membahas penguatan digital...
Makassar03 Februari 2026 19:38
Walikota Appi Serukan Percepatan Digitalisasi Bansos agar Tepat Sasaran ke Masyarakat
SULSELSATU.com JAKARTA – Pemerintah Kota Makassar, akan terus meningkatkan efisiensi proses penyaluran bantuan sosial, melalui pemanfaatan tekno...
News03 Februari 2026 17:09
Program Leadership Enhancement, SPJM Matangkan Kompetensi untuk Keunggulan Layanan dan Bisnis
PT Pelindo Jasa Maritim (SPJM) sebagai salah satu subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang bergerak di bidang Marine, Equipment, Port Services...
Sulsel03 Februari 2026 08:13
Rakornas 2026 di Bogor, Wali Kota Tasming Hamid Dukung Sinergi Pusat-Daerah Menuju Indonesia Emas 2045
SULSELSATU.com, BOGOR – Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, menghadiri secara langsung Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan ...