Logo Sulselsatu

18 Fasilitator READSI di Lutra Teken Kontrak Kerja

Asrul
Asrul

Jumat, 27 September 2019 09:33

Penandatanganan kontrak kerja. (ist)
Penandatanganan kontrak kerja. (ist)

SULSELSATU.com, LUTRA – Sebanyak 18 orang tenaga fasilitator desa di Luwu Utara dari Program Rural Empowerment and Agricultural Development Scaling Up Initiative (READSI) Kemeneterian Pertanian melakukan penandatangan kontrak kerja.

Penandatanganan tersebut disaksikan langsung Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani bersama dengan DPMO Program READSI Jaka Suryana, Kadis DKP Luwu Utara Alauddin Sukri, Kadis TPHP Armiady, Perwakilan BPSDM Kementrian Pertanian, serta Perwakilan Dinas KPTPH Sulsel, di Aula Dinas Pendidikan Luwu Utara, Kamis (26/9/2019).

READSI merupakan bagian dari program Kementrian Pertanian yang mendukung tercapainya kedaulatan pangan dan meningkatnya kesejahteraan petani.

Baca Juga : Di Tengah Gejolak Global, Indonesia Percaya Diri Jadi Lumbung Pangan Dunia

Di Luwu Utara, sebanyak 3.150 petani menjadi calon penerima program, terdiri dari petani pola pekarangan, petani komoditi buah dan sayur, padi dan jagung, serta kakao yang tersebar di 18 desa dari 8 kecamatan.

Kadis DKP Alauddin Sukri mengatakan, program READSI menyasar petani miskin yang memiliki lahan untuk mengembangkan ekonominya, petani yang dapat berperan sebagai agen pembaharuan, serta kepala keluarga perempuan yang akan difasilitasi dalam pengembangan pekarangan, perbaikan gizi dan pengelolaan keuangan keluarga.

“Kita ingin mensejahterakan keluarga tani miskin, dan memberdayakan RT di pedesaan secara berkelompok agar mampu memberdayakan sumber daya untuk meningkatkan pendapatan. Kami juga berharap dengan program ini, meningkatnya 25 persen aset RT miskin sasaran serta menurunnya 10 persen angka gizi burukkronis pada usia di bawah lima tahun,” katanya.

Baca Juga : PT Vale Indonesia Tbk dan Pemkab Luwu Utara Siapkan Solusi Terpadu Mitigasi Risiko Banjir

Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani mengatakan, salah satu pemberi kontribusi pada peningkatan ekonomi di Luwu Utara adalah melalui sektor pertanian, khususnya perkebunan. Olehnya penguatan kapasitas kelembagaan pertanian sangat penting untuk dilakukan.

“Kegiatan ini agar nantinya tidak hanya sekedar dilakukan. Sebaiknya ada data before and after. Para tenaga fasilitator betul-betul diselesksi agar paham melaporkan data-data perkembangannya, seperti apa progressnya. Dari situ dapat diukur program berhasil dijalankan atau malah sebaliknya,” katanya.

Orang nomor satu di Lutra tersebut menegaskan, ini jadi momentum yang baik untuk menjawab seperti apa keberpihakan pemerintah terhadap petani.

Baca Juga : Sinergi Pemkab Luwu Utara Dorong Keberlanjutan dan Inklusivitas Petani di Sektor Kakao

“Potensi pertanian kita luar biasa, sebagian besar petani punya lahan yang luasnya cukup. Ayo manfaatkan program ini, jangan banyak mengeluh. Pemda berharap, petani yang beruntung mendapatkan pendampingan agar nantinya dapat membantu sekaligus mengedukasi petani yang belum bisa merasakan pendampingan program READSI,” harapnya.

Editor: Hendra Wijaya

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

OPD15 September 2026 20:27
Andi Tenri Uji Desak PDAM Makassar Perkuat Layanan di Tengah Kemarau Panjang
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Anggota DPRD Makassar Andi Tenri Uji menyoroti persoalan ketersediaan air bersih yang dihadapi masyarakat di tengah k...
News15 September 2026 20:25
Kamrussamad Siap Perkuat Sinergi DPR dengan Menkeu Baru Suahasil Nazara
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Anggota DPR RI Komisi XI Kamrussamad menyampaikan harapan terhadap kepemimpinan Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuan...
Video15 September 2026 19:56
VIDEO: Pidato Singkat Purbaya Saat Sertijab
SULSELSATU.com – Momen Menteri Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan pidato terakhir dalam acara serah terima jabatan. Serah terima jabatan kepada S...
Opini15 September 2026 19:51
Ketika Dokumen Lama Berbicara tentang Tanah Tanjung Bunga
Sengketa tanah sering kali dipandang sebagai pertarungan mengenai siapa yang memiliki sertifikat, siapa yang menguasai secara fisik, atau siapa yang ...