Logo Sulselsatu

Sidang Umum PBB, Benny Wenda Dilarang Masuk

Asrul
Asrul

Minggu, 29 September 2019 16:42

Benny Wenda. (int)
Benny Wenda. (int)

SULSELSATU.com, JAKARTA – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tidak lagi mengizinkan siapapun untuk memasuki Sidang Umum, termasuk pemimpin gerakan separatis Papua, Benny Wenda.

Mantan petinggi Organisasi Papua Merdeka, Nick Messet mengatakan, ada peraturan baru SU PBB kali ini yang sangat ketat dan tak sembarangan orang bisa masuk dalam ruangan sidang tersebut

“Aturan ketat yang diterapkan adalah hanya warga negara resmi dari negara itu yang bisa masuk dalam ruangan SU PBB. Aturan ini perlu didukung dan ditaati,” kata Nick dilansir dari Viva, Minggu (29/9/2019).

Baca Juga : Terbongkar, Benny Wenda Ternyata Prodak Kapitalis Barat

Nick mengatakan, dari Negara Vanuatu, tak ada orang lain yang ikut dalam rombongan mereka selain para delegasi resmi, termasuk Benny Wenda yang sebelumnya dijadwalkan bisa masuk dalam SU PBB, tetapi tak terlihat batang hidungnya.

Benny Wenda hanya berdiri di luar gedung pertemuan PBB. Tak jelas kapasitasnya,” ujarnya.

Nick melanjutkan, delegasi dari Indonesia yang dipimpin Wakil Presiden Jusuf Kalla, didampingi tiga orang warga negara Indonesia.

Baca Juga : Tuntutan Benny Wenda Minta Pilot Susi Air Tak Digubris OPM

“Kami diminta Ibu Menlu mendampingi Pak Jusuf Kalla. Ketiganya adalah saya, Pak John dan Pak Maichel Manufandu. Ini sejarah. Baru pertama kali dalam sejarah Indonesia, ada tiga orang Papua yang mendampingi Wapres RI masuk dan duduk secara resmi dalam SU PBB,” katanya.

Nick masuk didelegasi, Sidang Majelis Umum PBB ke-74 yang berlangsung di New York, Amerika Serikat. Delegasi Indonesia dipimpin Wapres Jusuf Kalla.

Nick juga mengungkapkan, isu Papua sangat minim dibicarakan di SU PBB. Hanya Vanuatu dan Solomon saja yang membahas isu Papua di SU PBB, karena negara Pasifik fokus ke isu yang lebih penting buat mereka, yakni perubahan iklim.

Baca Juga : Ketua Pembebasan Papua Barat Benny Wenda Siap Bertemu Jokowi, Tapi..

Setiap negara yang hadir, lanjut dia, menyampaikan masalah yang dialaminya, dengan harapan menjadi perhatian. Selebihnya, ada sejumlah masalah yang mengemuka dibahas dalam SU PBB, di antaranya perseteruan Amerika Serikat, Arab dengan Iran.

Lalu, isu terkait perubahan iklim, kemudian perang dagang hingga perseteruan pribadi AS-China, Korea Selatan dan Jepang yang menegang, Krisis Venezuela, Perdamaian di Afghanistan, serta Status Otonomi Kashmir.

Editor: Hendra Wijaya

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

News03 Februari 2026 17:09
Program Leadership Enhancement, SPJM Matangkan Kompetensi untuk Keunggulan Layanan dan Bisnis
PT Pelindo Jasa Maritim (SPJM) sebagai salah satu subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang bergerak di bidang Marine, Equipment, Port Services...
Sulsel03 Februari 2026 08:13
Rakornas 2026 di Bogor, Wali Kota Tasming Hamid Dukung Sinergi Pusat-Daerah Menuju Indonesia Emas 2045
SULSELSATU.com, BOGOR – Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, menghadiri secara langsung Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan ...
Video02 Februari 2026 23:12
VIDEO: Pantai Bali Penuh Sampah, Prabowo Tegur Kepala Daerah
SULSELSATU.com – Presiden Prabowo Subianto menyindir Gubernur Bali I Wayan Koster terkait kondisi pantai di Bali yang kotor oleh sampah. Menurut...
Video02 Februari 2026 21:42
VIDEO: Presiden Prabowo Resmi Buka Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026
SULSELSATU.com – Presiden Prabowo Subianto resmi membuka Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di SICC, Bogor, Senin (2/2/2026). Rakornas in...