Logo Sulselsatu

PPP Kaget Jokowi Tunjuk Fachrul Razi Jadi Menag, Bukan dari NU

Asrul
Asrul

Kamis, 24 Oktober 2019 16:57

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, JAKARTA – Wasekjen DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Achmad Baidowi mengaku kaget Presiden Joko Widodo menunjuk Fachrul Razi sebagai Menteri Agama (Menag).

Pasalnya, menurut dia, sosok-sosok yang menduduki jabatan Menag dalam beberapa waktu terakhir senantiasa berasal dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU).

“Berdasarkan kecenderungan belakangan ini, memang pos Menag itu selalu ditempati dari unsur NU dan saat ini penunjukkan Fachrul Razi itu memang cukup mengagetkan,” katanya, seperti dilansir CNNIndonesia, Kamis (24/10/2019).

Baca Juga : Gus Kikin Terpilih Ketum PBNU, Idrus Marham: Pasangan Ideal Perkuat Peran NU Hadapi Tantangan Membentuk Peradaban

Awiek lalu menilai bahwa Fachrul yang berlatar belakang militer itu membutuhkan sosok yang berlatar belakang bidang agama untuk mendampingi sebagai wakil menteri. Menurutnya, keberadaan jabatan wakil menteri di Kemenag bukan sebuah hal yang aneh dan baru.

“PPP mengusulkan kepada Jokowi untuk segera melengkapi, mendukung Fachrul dengan menunjuk (atau) mengangkat Wakil Menag yang memiliki kualifikasi di bidang keagamaan, sehingga bisa saling berkolaborasi,” ucap Awiek.

Menurutnya, PPP memiliki kader yang mempunyai kompetensi di bidang tersebut bila diminta oleh Jokowi untuk mengisinya seperti Zainut Tauhid, Muhammad Arwani Thomafi, dan Rusli Effendi. Namun, dia membantah PPP sedang mengincar posisi Wakil Menag diberikan kepada kadernya.

Baca Juga : Idrus Marham Luncurkan Buku tentang NU dan Tantangan Peradaban

“PPP tidak dalam posisi mengincar-incar, tapi kalau kader PPP diberikan kepercayaan, insya Allah stoknya banyak,” kata Awiek.

Jokowi menunjuk Fachrul sebagai Menag dalam Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024.

Sebelum diumumkan dan dilantik, Fachrul termasuk tokoh yang dipanggil ke Istana Negara pada Selasa (22/10). Mengenakan kemeja putih dan celana hitam, Fachrul mengaku ditelepon Senin (21/10) pukul 22.00 WIB dan diminta datang bertemu Jokowi.

Baca Juga : Jelang Muktamar NU, Gus Zaki Ingatkan Bahaya Politik Paket

Fachrul selama ini dikenal sebagai mantan Wakil Panglima TNI yang menjabat pada tahun 1999 hingga 2000. Ia merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1970 dan ditempatkan di kesatuan infanteri.

Jabatannya sebagai wakil panglima saat itu tak berlangsung lama lantaran diberhentikan mantan Presiden RI Abdurrahman Wahid alias Gus Dur melalui Keputusan Presiden terkait penghapusan jabatan wakil panglima. Di luar karier militernya, Fachrul Razi dikenal pula sebagai Ketua Bravo-5 yakni im pemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin dalam Pilpres 2019 yang beranggotakan para purnawirawan TNI lulusan Akademi Militer (Akmil) angkatan 1970-an.

Tim yang terbentuk sejak 2013 ini juga sempat membantu pemenangan Jokowi pada Pilpres 2014 yang maju bersama Jusuf Kalla. Kala itu, Jokowi-JK mengalahkan paslon Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.

Baca Juga : Tiga Pesan Zudan Arif di Konferwil NU Sulsel

Editor: Awang Darmawan

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Makassar30 Oktober 2026 23:55
Arifin Manggau Optimistis Suara Senat Cukup untuk Melaju ke Putaran Kedua Pilrek UNM
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Negeri Makassar (UNM), Dr Arifin Manggau, optimistis dapat m...
Pendidikan30 Oktober 2026 22:12
Mahasiswa Kalla Institute Juara 1 SEAHAWK 2026 di Malaysia
Mahasiswa Kalla Institute Uwais Abdullah meraih juara pertama kategori Qabaq Style dalam ajang SEAHAWK (Southeast Asian Horseback Archery Warrior Knig...
Bisnis30 Oktober 2026 21:59
Pendapatan PT Vale Naik 27 Persen, Produksi Capai 18.341 Ton Nikel Matte
PT Vale Indonesia Tbk (INCO) membukukan pendapatan sebesar US$896,07 juta atau meningkat 27 persen sepanjang Januari hingga September 2026....
Pendidikan30 Oktober 2026 21:58
Prodi Hukum Bisnis UNM dan Indolaw Bedah Peluang dan Tantangan Carbon Trading
SULSELSATU, MAKASSAR – Program Studi Hukum Bisnis Universitas Negeri Makassar (UNM) bersama Indolaw Office menggelar seminar nasional yang memba...