Gabungan Ormas Islam di Surabaya Tuntut Sukmawati Diadili

Sukmawati Soekarnoputri. (INT)

SURABAYA – Kelompok ormas-ormas Islam di Surabaya berunjukrasa menuntu Sukmawati Soekarnoputri segera ditangkap dan diadili. Aksi ini buntut Sukmawati membandingkan Soekarno dengan Nabi Muhammad.

Melansi Detik, massa yang terdiri laki-laki, perempuan bahkan anak-anak dengan menggunakan atribut bendera kalimat tauhid memenuhi ruas Jalan Gubernur Suryo di seberang Gedung Grahadi. Selama menggelar aksi, mereka membagi-bagikan selebaran dan membentangkan spanduk dan poster yang berisi kecaman terhadap Sukmawati.

Berbagai spanduk banner dan poster itu antara lain bertuliskan ‘Tangkap dan Adili Sukmawati’, Jangan Biarkan Penghina Nabi Bebas’, ‘Cinta Nabi Cinta Syariah Tuntut dan Adili Sukmawati’, ‘Jika Penghina Nasi SAW Tidak Ditangkap dan Dihukum Berarti Rezim Ini Anti Islam’dan Minta Maaf Bukan Berarti Proses Hukum Berhenti Tangkap dan Hukum Sukmawati Penghina Nabi!,’

Selama menggelar aksi mereka bergantian berorasi dari atas mobil komando. Sedangkan sejumlah pimpinan ormas dan perwakilan diterima masuk ke Gedung Grahadi.

Koordinator Elemen Umat Islam Bersatu Surabaya Abu Faiq mengatakan bahwa aspirasi pihaknya sudah diterima. Mereka meminta dengan tegas kasus penghinaan yang Sukamwati yang membandingkan Nabi Muhammad dengan Soekarno harus diusut secara hukum.

“Kami sudah menyampaikan aspirasi dengan Muspida harus ditangani dengan serius untuk Bu Sukmawati harus ditindak dengan hukum. Jadi memang ini bentuk aspirasi umat muslim di Jatim,” kata Abu Faiq, Jumat (29/11/2019).

Abu Faiq mengaku dalam pertemuan itu hanya ditemui oleh pihak Bakesbangpol dan polisi. Padahal mereka ingin bertemu langsung dengan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

“Perwakilan Bakesbangpol, kasat intel sama pihak polisi. Padahal kita berharap kita bisa ketemu langsung dengan Bu Gubernur sehingga bisa menyampaikan aspirasinya,” tuturnya.

Ditanya apakah akan melaporkan Sukmawati ke polisi? Abu Faiq membenarkan bahwa pihaknya akan melaporkan putri dari proklamator itu. Sebab, di sejumlah daerah sejumlah ormas dan ulama telah lebih dahulu melaporkan.

“Iya di beberapa daerah seperti di Bangkalan sudah melaporkan. Di Surabaya kami nanti akan konfirmasi dengan beberapa ormas dan akan melaporkan,” tandasnya.

Abu Faiq juga menegaskan, jika aspirasi yang disampaikan terkait Sukmawati tidak ditindaklanjuti, pihaknya akan mengerahkan massa yang lebih besar lagi.

“Insyaallah kita akan turun lagi,” tandasnya.

Usai pertemuan, massa aksi yang mendapat pengawalan ketat dari polisi langsung membubarkan diri dengan tertib. Arus lalu lintas di depan Gedung Negara Grahadi yang semula padat merayap normal kembali.

Editor: Hendra Wijaya