Logo Sulselsatu

Jokowi Sebut Penggunaan Robot untuk Perbaiki Pelayanan Publik

Asrul
Asrul

Senin, 02 Desember 2019 18:42

Presiden Joko Widodo. (INT)
Presiden Joko Widodo. (INT)
SULSELSATU.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo menyatakan penggunaan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) di pemerintahan penting dilakukan untuk memperbaiki pelayanan kepada publik. 
 
Menurut Jokowi, perkembangan zaman yang cepatlah yang membuat pemerintah harus bisa mengikuti, termasuk soal penggunaan teknologi dan digitalisasi di bidang layanan publik.
 
“Kita butuh kecepatan dalam bekerja, dalam memutuskan, dalam bertindak di lapangan karena perubahan sekarang cepat,” ujarnya, seperti dikutip dari CNNIndonesia, Senin (2/12/2019).
 
Lagi pula, lanjut Jokowi, kehadiran AI sejatinya memang bisa menggantikan beberapa tugas pelayanan publik yang sebelumnya dikerjakan oleh eselon III dan IV.
 
Misalnya, terkait pengolahan data yang sebelumnya dilakukan secara manual sebenarnya dapat diformulasikan oleh sistem.
 
“Dengan AI, itu bisa bantu kita untuk hal teknis administrasi, akumulasi data, pengolahan data, ini yang mau kita kerjakan. Makanya, birokrasi harus dipercepat, tugas birokrasi diperingan, pelayanan kepada masyarakat, publik, dunia usaha itu bisa cepat lagi,” jelasnya.
 
Untuk itu, orang nomor satu di Indonesia itu ingin pergantian eselon III dan IV bisa segera dilakukan, sekalipun harus dilakukan secara bertahap. Misalnya, mengalihkan tugas dan fungsi eselon IV lebih dulu baru eselon III.
 
Selain itu, Jokowi ingin pergantian ke AI dilakukan karena sejumlah negara sudah mulai melakukan hal tersebut. Indonesia, katanya, tentu tidak ingin ketinggalan untuk segera beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
 
Di sisi lain, meski ada pergantian pelaksanaan tugas dan fungsi eselon III dan IV dengan AI, namun hal ini tak serta merta membuat penghasilan para Aparatur Sipil Negara (ASN) di posisi itu akan berkurang.
 
“Kami tidak ingin potong income, pendapatan dari ASN kita, yang dibutuhkan adalah kecepatan membuat kebijakan, memutuskan di lapangan, karena perubahan yg cepat, pemerintahan yang fleksibel itu dibutuhkan,” terang dia.
 
Sementara, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menilai rencana Jokowi mengganti pejabat eselon III dan IV dengan AI tidak membutuhkan dana khusus dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). “Tidak ada implikasi,” imbuh dia, akhir pekan lalu.
 
Kendati begitu, menurut Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Askolani, kementerian tetap membuka ruang penyediaan dana bila sewaktu-waktu kebijakan Jokowi ini membutuhkan anggaran khusus.
 
Editor: Awang Darmawan

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Sulsel03 Februari 2026 08:13
Rakornas 2026 di Bogor, Wali Kota Tasming Hamid Dukung Sinergi Pusat-Daerah Menuju Indonesia Emas 2045
SULSELSATU.com, BOGOR – Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, menghadiri secara langsung Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan ...
Video02 Februari 2026 23:12
VIDEO: Pantai Bali Penuh Sampah, Prabowo Tegur Kepala Daerah
SULSELSATU.com – Presiden Prabowo Subianto menyindir Gubernur Bali I Wayan Koster terkait kondisi pantai di Bali yang kotor oleh sampah. Menurut...
Video02 Februari 2026 21:42
VIDEO: Presiden Prabowo Resmi Buka Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026
SULSELSATU.com – Presiden Prabowo Subianto resmi membuka Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di SICC, Bogor, Senin (2/2/2026). Rakornas in...
Makassar02 Februari 2026 19:01
Hotel Royal Bay Makassar Hadirkan “Nostalgia Ramadhan” dengan Dekorasi Pos Kamling dan Sepeda Ontel
SULSELSATU.com MAKASSAR – Menyambut bulan suci Ramadhan 1447 H, Hotel Royal Bay Makassar resmi meluncurkan paket buka puasa tahunan bertajuk �...