Logo Sulselsatu

Wamenag Imbau Masyarakat Tegur Pendakwah yang Tebar Fitnah

Asrul
Asrul

Jumat, 06 Desember 2019 23:21

Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid. (INT)
Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid. (INT)

SULSELSATU.com, JAKARTA – Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa’adi mengajak masyarakat untuk berani menegur penceramah yang suka menyisipkan fitnah dan ujaran kebencian dalam materi dakwah.

Pernyataan Zainut itu terkait kasus penghinaan Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin yang dilakukan pendakwah Ja’far Shodiq bin Sholeh Alattas.

“Kalau ada penceramah jelas-jelas menyampaikan ujaran kebencian, fitnah, adu domba, masyarakat harus berani menegur, jangan dibiarkan,” kata Zainut, seperti dikutip dari CNNIndonesia, Jumat (6/12/2019).

Baca Juga : Kabar Duka! Politisi NasDem Rapsel Ali Meninggal Dunia di Makassar

Zainut menilai selama ini masyarakat Indonesia terlalu permisif, membiarkan penceramah seperti itu sehingga tidak ada kontrol yang mengingatkan para pendakwah dalam berceramah.

Terkait ucapan Ja’far, Zainut mempersilakan aparat penegak hukum untuk memproses. Namun ia memastikan Ma’ruf sebagai orang yang dihina sudah memaafkan perkataan Ja’far.

“Beliau memaafkan terhadap tindakan menista,” tutur pria yang juga menjabat Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) tersebut.

Baca Juga : Wapres Minta Gubernur Sulsel Gerakkan Pondok Pesantren Untuk Pemberdayaan Umat

Sebelumnya, Ja’far Shodiq bin Sholeh Alattas melontarkan hinaan terhadap Ma’ruf dalam sebuah ceramah yang terekam dalam sebuah video. Video itu diunggah kanal YouTube ‘Chanel Habib Ja’far Shodiq bin Sholeh Alattas’ pada 30 November 2019 dan viral di media sosial.

Dalam video itu, Ja’far menceritakan kisah Nabi Musa AS versi Islam. Ia mengatakan ada murid dari Nabi Musa AS yang diubah Allah SWT menjadi babi. Alasannya, kata Ja’far, karena menjual agama untuk duniawi. Ia pun mencontohkannya dengan ustaz bayaran zaman sekarang.

“Berarti ustaz-ustaz bayaran apa? [dijawab oleh jemaah: ‘babi’]. Saya tanya Ma’ruf Amin babi bukan? [riuh jawaban jemaah: babi]. Babi bukan? [riuh jawaban jemaah: babi]. Babi lah,” kata Ja’far.

Baca Juga : Ma’ruf Amin Tinjau Kesiapan SPKLU PLN Menuju Puncak Acara Presidensi G20

Ma’ruf sebenarnya telah memaafkan pernyataan itu. Namun Rabithah Babad Kesultanan Banten membawa kasus itu ke Bareskrim Mabes Polri dan diterima kepolisian dengan nomor laporan LP/B/1021/XII/2019/BARESKRIM bertanggal 5 Desember.

Ja’far juga sudah ditangkap di kediamannya yang beralamat di Cimanggis, Depok, Rabu (4/12) dini hari. Keesokan harinya, Waka Bareskrim Polri Irjen Antam Novambar mengamini bahwa Shodiq telah menjadi tersangka.

Shodiq dijerat dengan beberapa pasal yakni pasal 156 KUHP, pasal 16 KUHP, pasal 310 KUHP, pasal 110 KUHP, dan UU Informasi dan Transaksi Elektronik. Pasal yang dikenakan menjelaskan tentang ujaran kebencian dan pencemaran nama baik.

Baca Juga : Indonesia Akan Jadi Kiblat Fesyen Muslim Dunia

Editor: Awang Darmawan

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Sulsel12 September 2026 05:55
PLN Siapkan PLTMG Selayar 10 MW untuk Perkuat Kelistrikan Wilayah Kepulauan
PT PLN (Persero) menyiapkan rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Selayar berkapasitas 10 megawatt (MW) untuk memperkuat lay...
Metropolitan11 September 2026 22:56
Ruslan Lallo Gelar Pengawasan Pemerintahan Daerah Bersama Dishub Makassar
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Anggota DPRD Kota Makassar H Ruslan Lallo menggelar kegiatan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Tahun Ang...
Hukum11 September 2026 20:45
Kuasa Hukum Minta Polda Sulsel Turun Tangan Usut Kasus Bayi Meninggal di RS Paramount
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Kuasa hukum keluarga Muhammad Ilhamsyah Taufan dan Nura Adiva Faradiba meminta Polda Sulawesi Selatan memberi perhati...
Video11 September 2026 19:47
VIDEO: Antrean Panjang di Seluruh SPBU di Makassar
SULSELSATU.com – Sebuah video memperlihatkan antrean panjang kendaraan di seluruh SPBU di Kota Makassar. Kejadian tersebut telah terjadi beberap...