Logo Sulselsatu

Iqbal Suhaeb Launching Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan Makassar

Asrul
Asrul

Rabu, 01 Januari 2020 09:33

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Pj Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb melaunching peta ketahanan dan kerentanan pangan (Food Security and Vulnerability Atlass-FSVA), Selasa (31/12/2019).

Launching berlangsung di Hotel Aerotel Smile disaksikan langsung Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Makassar Sri Sulsilawati dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan TPH Sulsel Fitriani MP.

Iqbal menjelaskan berdasarkan UU Nomor18 Tahun 2012 tentang Pangan dan PP Nomor 17 Tahun 2015 tentang Ketahanan Pangan dan Gizi mengamanatkan pemerintah berkewajiban membangun dan menyusun serta mengembangkan sistem informasi pangan dan gizi yang terintegritasi.

Baca Juga : Iqbal Suhaeb Wajibkan Warga Gunakan Masker

“Peta ini lahir atas kerja sama lintas sektor pada tanggal 30 Oktober 2019 yakni Kementan, Kemendagri, Kemensos, Kemenkes, Kemendes PDT, Kementerian PUPR dan Lemhanas dengan tujuan meningkatkan sinergi program di daerah rawan pangan dan stunting,” kata Iqbal.

Selain itu lanjut Iqbal, meningkatkan pertukaran data dan informasi terkait kerawanan pangan serta konvergensi pencegahan dan penurunan stunting.

Menurutnya, FSVA merupakan peta tematik yang menggambarkan visualisasi geografis dari hasil analisa data indikator kerentanan terhadap kerawanan pangan, sehingga dapat diketahui di mana wilayah yang terindikasi rentan terhadap rawan pangan, serta faktor apa saja yang menyebabkan keadaan tersebut.

Baca Juga : Setahun Pimpin Kota Makassar, NA Apresiasi Kinerja Iqbal Suhaeb

Hasil rekomendasi FSVA dapat dijadikan sebagai acuan penyusunan kebijakan dan program ketahanan pangan.

Adapun Kecamatan yang masuk kategori prioritas dan rentan rawan pangan dan gizi yakni Kecamatan Tallo, Mariso, Mamajang, Makassar, dan Panakukkang.

Indikator utama pada wilayah yang rentan tersebut adalah tingginya rasio konsumsi terhadap ketersediaan pangan, tingginya prevalensi balita stunting, tingginya angka putus sekolah pada wanita usia 15 tahun ke atas, serta masih rendahnya jumlah tenaga kesehatan per kepadatan penduduk.

Baca Juga : Pemkot Makassar Lakukan Rapid Test Massal Untuk Tiga Profesi, Ini Jadwalnya

“Penanganan kerentanan pangan tentunya perlu diarahkan kepada daerah-daerah rentan dengan fokus pada faktor penyebab utama,” pungkas Iqbal.

Penulis: Resti Setiawati
Editor: Hendra Wijaya

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

News18 Oktober 2026 17:47
8.000 Orang Meriahkan Honda Bikers Day 2026 di Makassar
Honda Bikers Day (HBD) 2026 Regional Sulawesi di Pantai Akkarena, Makassar, Sabtu (17/10/2026) dihadiri sekitar 3.000 bikers dan lebih dari 5.000 masy...
Metropolitan18 Oktober 2026 15:48
Dari Komisariat Menuju Panggung Nasional, Dr Fahri Bachmid Berbagi Pesan Intelektual kepada Calon Kader HMI Hukum UMI
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Masa Perkenalan Calon Anggota (MAPERCA) Angkatan 115 Basic Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Hukum Universita...
Pendidikan18 Oktober 2026 15:11
BRI Peduli Dukung Gerai CERDAS PeKA, Perkuat Literasi Keuangan Mahasiswa
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui program BRI Peduli mendukung kehadiran Gerai CERDAS PeKA di Universitas Airlangga (UNAIR), Surabaya, un...
News18 Oktober 2026 09:40
Sinyal Bahaya di Balik Panggilan Tak Dikenal
Penipuan digital dapat menyusup ke aktivitas sehari-hari, mulai dari transaksi usaha kecil hingga panggilan telepon yang tampak biasa. Di tengah ancam...