SULSELSATU.com, MAKASSAR – Penyelesaian pembangunan Masjid 99 Kuba di kawasan Center Point of Indonesia (CPI) sampai saat ini belum dipastikan kelanjutannya.
Pasalnya, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah (NA) mengaku tidak ingin melanjutkan pembangunan proyek peninggalan mantan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo itu, sebelum hasil audit dari BPK keluar.
Baca Juga : Pemprov Sulsel Terseret Laporan Dugaan Korupsi Anggaran 2026 ke KPK
Nurdin menjelaskan tidak ingin terjebak dari suatu masalah jika pada akhir pembangunan mesjid 99 Kuba ditemukan kejanggalan.
“Artinya kita tunggu audit fisik, kalau saya ini langkah saya harus by data, terus yang kedua rincikan,” kata Nurdin saat ditemui di rumah jabatan Gubernur Sulsel Jalan Sungai Tangka, Kamis (9/1/2020) kemarin.
Nurdin mengatakan akan melanjutkan pembangunan Masjid 99 Kubah pada masa APBD Perubahan jika dari hasil audit tidak ditemukan kejanggalan.
Baca Juga : Dorong Konektivitas Logistik di KTI, Pemprov Sulsel Apresiasi Kontribusi Pelindo
“Kalau selesai cepat di APBD perubahan kita mulai,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Inspektorat Sulsel, Salim AR mengaku, sampai saat ini pihaknya belum melakukan audit.
Audit belum dilakukan lantaran terkendala anggaran.
Baca Juga : Pemprov Sulsel Dukung Pengembangan Pelabuhan Pelindo
“Kita belum melakukan audit mesjid tersebut, belum ada uangnya. Nanti tahun 2020 baru kita siapkan uangnya,” kata Salim kepada Sulselsatu.com melalui pesan WhatsApp.
Salim menyebut dibutuhkan sekitar Rp350 juta untuk melakukan audit Masjid 99 Kuba tersebut.
“Kita siapkan anggaran Rp350 juta di tahun 2020,” kata dia.
Baca Juga : Paskibraka Sulsel Jalankan Tugas dengan Penuh Haru di HUT ke-80 RI
Penulis: Jahir Majid
Editor: Awang Darmawan
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar