JAKARTA – Belum tuntas penanganan virus corona, China juga diserang wabah virus flu burung H5N1. Virus H5N1 terdeteksi di peternakan dengan 7.850 ekor ayam di kota Shaoyang.
Dilaporkan sudah lebih dari setengah ayam mati namun belum ada kasus infeksi pada manusia. Otoritas setempat telah memusnahkan 17.828 ayam untuk merespons wabah ini.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) virus flu burung H5N1 sangat berbahaya bagi manusia karena tingkat kematian yang tinggi. Selain itu peneliti juga memerhatikan virus terus bermutasi sehingga ada kekhawatiran suatu waktu virus ini bersifat mudah menyebar antarmanusia.
Baca Juga : China Berhasil Tanam CHip di Otak Manusia, Orang Lumpuh Bisa Kembali Bergerak
“Hampir semua kasus infeksi H5N1 dikaitkan dengan kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi, unggas mati, atau lingkungan terkontaminasi. Virus ini tidak mudah menginfeksi manusia, dan penyebaran antarmanusia jarang terjadi,” tulis WHO dalam situs resminya.
Pada tahun 2002 wabah flu burung membuat dunia gempar karena penyebarannya yang begitu cepat bahkan sampai ke Indonesia. WHO mencatat dalam periode 2002-2009 ada 162 kasus flu burung di Indonesia dengan 134 di antaranya meninggal dunia.
Editor: Hendra Wijaya
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar