OPINI: Belajar dari Suku Indian

Oleh:
Bupati Takalar, Syamsari Kitta
Peserta International Visitor Leadership Program, Minot-North Dakota, AS

SULSELSATU.com – Pekan terakhir dari program kami adalah mengunjungi Minot, North Dakota. Negara bagian ini adalah bagian yang berbatasan dengan Kanada. Semua orang AS, terutama stakeholder kami di Kansas yang mendengar bahwa kami akan ke Minot takjub, sebab Kansas saja bersalju di minus 10 derajat celsius, terasa sangat dingin bagi orang Indonesia, apalagi di Minot.

Dan betul saja, dari atas pesawat yang tampak adalah hamparan salju. Setelah mendarat di Bandara Internasional Minot dan keluar dari sistem pemanasan bandara, suhu dingin di minus 20 derajat Celsius menyapa kami. Tentu lebih dingin lagi di malam hari antara minus 25 sampai minus 30 derajat.

Di iklim seperti inilah suku-suku Indian hidup. Sebuah kehidupan dengan lingkungan yang penuh dengan tantangan. Untuk menjangkaunya, kami berangkat dari kota Minot, pagi pukul 07.00, saat matahari belum terbit. Perjalanan ditempuh selama 1,5 jam melewati jalan highway yang mulus. Jangan dikira bahwa lokasi tempat suku Indian ini masih terisolir, terbelakang dan minus fasum. Semua sudah modern seperti kota-kota besar lainnya.

Iklan Honda

Rumah-rumah mereka seperti rumah-rumah di kota, tak seperti rumah suku Indian yang ditampilkan di film-film produksi Hollywood. Fasilitas air yang juga bisa langsung diminum dari air kran, toiletnya sangat bersih dan semua prasarananya sama saja dengan ibu kota negara bagian. Inilah komunitas suku yang semua fasilitasnya modern namun sedang berjuang untuk menghidupkan kembali keunikan budaya warisan leluhurnya. Maka saat perkenalan terasa keunikan namanya misalnya dari marga Elang perkasa.

Cara berpakaian mereka ala modern, gambaran pakaian kesukuan zaman dahulu hanya ada dalam koleksi gambar dan di Museum Heritage. Cara penyambutan simple, praktis sebagaimana dipraktekkan masyarakat kota yang maju. Acara dimulai dengan perkenalan tentang suku Mandan, Hidatsa dan Arikara.

Tiga suku bersatu mendiami wilayah yang awalnya 5 juta hektar kemudian menyusut menjadi 500 ribu hektar. Komunitas yang awalnya sekitar 5.000 orang tapi karena penyakit, peperangan dan lainnya menyusut menjadi 1000 orang. Inilah suku Indian yang terbiasa hidup di lingkungan ekstrim sebagai petani dan pemburu.

Keunikan yang pernah dimiliki dan diwariskan oleh nenek moyangnya dibangun kembali melalui pen‐
didikan dan koleksi sejarah di museum. Mereka memiliki liki college, akademi, dimana bahasa Mandan, Hidatsa dan Arikara diajarkan kembali. Tari-tarian penaklukan padang ilalang tempat hidup suku di masa lampau dipraktekkan di hadapkan kami sekitar 15 menit.

Belum lagi museum yang begitu luas dan megah, arsip-arsip pemerintahan sampai kini tersimpan rapi. menggunakan ilmu kimia dan teknologi tinggi untuk melindungi arsip dari kerusakan. Museum
pun membuka kepada warga yang mempunyai benda dan arsip yang terkait sejarah Suku Indian untuk secara sukarela diserahkan ke museum untuk dikoleksi dan diabadikan.

Hal yang sama kami dapatkan di perjalanan hari kedua mengunjungi suku Turtle Mountain, suku ini bercerita tentang mengapa mereka disebut komunitas kura-kura. Kami diajarkan filosofi dan darimana mereka berasal. Mereka juga punya college yang jauh lebih megah karena memang populasi suku ini lebih besar dari MHA yang kami kunjungi di hari pertama.

Kebiasaan hidup sebagai suku petani dan pemburu terus diajarkan, sampai-sampai kami disuguhi makanan ala mereka yang berisi daging bison, rusa liar, ikan di danau bersalju dan bebek. Kata mereka,
cara membuat makanan seperti ini terus diajarkan agar tetap memiliki fighting spirit dan tak melupakan akar sejarah mereka.

Di tengah keunikan suku-suku Indian ini, kita mendapati praktek tata kelola yang baik, dimana identitas sebagai suku India terus dipertahankan dengan mendirikan museum, sekolah, kampus dan terutama melestarikan kebudayaan suku Indian itu
sendiri. Dan bukan sebaliknya, seperti sebagian dari kita yang mengaku moderen tetapi belum menerapkan tata kelola secara maksimal.

Ini pula menjadi tanda penerapan demokrasi yang baik di AS, meskipun tentu tidak sempurna, dengan memberi ruang yang luas kepada suku itu termasuk dalam menata pemerintahan sesuai aturan kesukuannya. Pemerintah AS pun menghargai kenyataan sejarah dimana suku Indian adalah suku asli benua Amerika. Oleh karenanya, orang-orang Indian di Amerika Serikat dikenal dengan sebutan ‘Native American’, alias orang asli Amerika.

Editor: Awang Darmawan

...
Sulselsatu

Kabar Buruk, Arab Saudi Hentikan Kedatangan Jemaah Umrah Asal Indonesia

SULSELSATU.com - Kabar buruk datang dari pemerintah Arab Saudi. Jemaah umrah dari beberapa negara, termasuk Indonesia, untuk sementara waktu ditangguhkan. Selain umrah, ada juga...
Sulselsatu

Batal Ikut Tes CPNS, Peserta Asal Pacekke Barru Ini Menangis

SULSELSATU.com, BARRU - Peserta CPNS dihari kedua menyisahkan rasa tangis kepada salah satu peserta asal Desa Pacekke, Kecamatan Soppeng Riaja, Kabupaten Barru. Dia harusnya mengikuti...
Sulselsatu

Jumras Temui Nurdin Abdullah Sambil Cium Tangan dan Teteskan Air Mata

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Eks Kabiro Pembangunan Sulsel, Jumras didampingi langsung tim penyidik dari Polrestabes Makassar menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada Gubernur Sulsel, Nurdin...
Sulselsatu

Warga Batulappa Barru Geger, Janin Bayi Dibawa Anjing

SULSELSATU.com, BARRU - Warga Dusun Batulappa, Desa Tompo, Kecamatan Barru digegerkan dengan penemuan janin yang dibawa oleh seekor anjing, Senin (24/2/2020) siang hari tadi.  "Soal...
Sulselsatu

Mahasiswi Asal Timika Tenggelam di Air Terjun Tompobulu Maros

SULSELSATU.com, MAROS - Emi (19) Mahasiswi Univeristas Stikes Megarezky Makassar hilang usai bermain di air terjun pumbunga kecamatan tompobulu kabupaten maros Ahad (23/2/2020) Dari keterangan...
Sulselsatu

Berkinerja Buruk, Iqbal Suhaeb Dikabarkan Bakal Digantikan Prof Yusran

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Posisi Penjabat Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb kini di ujung tanduk. Kinerja buruk yang ditunjukkan Iqbal selama memimpin Kota Makassar membuatnya...
Sulselsatu

Peserta CPNS Bidan di Barru Raih Nilai 437 Hari Kedua SKD

SULSELSATU.com, BARRU - Peserta CPNS formasi kebidanan bernama Andi Tri Maswati, meraih nilai tertinggi di hari kedua tes SKD di Kabupaten Barru. Tri berhasil meraih...
Sulselsatu

Hari Pertama Tes CPNS di Barru, Nilai Tertinggi 388

SULSELSATU.com, BARRU - Hari pertama pelaksanaan Tes Kompetensi Dasar (TKD) bagi peserta Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kabupaten Barru menghasilkan nilai tertinggi atas...
Sulselsatu

GALERI FOTO: Peringati Sumpah Pemuda Germasum Gelar Aksi

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Sejumlah mahasiswa dari Gerakan Mahasiswa Sospol Unismuh Makassar (Germasum) menggelar aksi peringati sumpah pemuda di depan kampus Universitas Muhamadiyah (Unismuh) Jalan...

Baca Juga

Sulselsatu

Gubernur Minta Bupati dan Wali Kota Siapkan Akses Informasi untuk Warga Sulsel

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah meminta bupati dan wali kota di se-Sulsel segera menyiapkan akses informasi akurat bagi seluruh masyarakat.  Menurutnya,...
Sulselsatu

Pemkab Gowa Terus Galakkan Penyemprotan Disinfektan

SULSELSATU.com, GOWA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa kembali melakukan penyemprotan disinfektan di sejumlah tempat sebagai upaya pencegahan penyebaran virus corona (covid-19). "Hari ini kita lakukan...
Sulselsatu

Cegah Penularan Corona, Grand Mal Maros Tutup Sementara

SULSELSATU.com, MAROS - Grand Mal Maros tutup sementara waktu. Penutupan ini berdasarkan surat edaran bupati yang melarang kegiatan keramaian di tengah wabah virus corona. Kepala...
Sulselsatu

Sempat Ditolak Warga, Jenazah PDP Corona Asal Gowa Dimakamkan di Sudiang

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Warga Moncongloe, Maros, menolak pemakaman jenazah PDP corona di Pemakaman Nipa-Nipa pada Minggu (29/3/2020) dini hari sekitar pukul 02.00 Wita. Jenazah PDP...

TERKINI

Sulselsatu

Diskes Sulsel Imbau Warga Tak Tolak Jenazah Covid-19

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Pemprov Sulsel mengimbau masyarakat tidak menolak jenazah Covid-19....
Sulselsatu

Pemakaman Dua Jenazah PDP Corona Diwarnai Aksi Penolakan Warga

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Penolakan jenazah Covid-19 di Kota Makassar kembali terjadi....
Sulselsatu

Alasan Ekonomi, Disbudpar Kembali Buka Kawasan PTB Maros

SULSELSATU.com, MAROS - Pemkab Maros melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar)...
Sulselsatu

Pemkab Gowa Lakukan Penyemprotan Massal di 18 Kecamatan Besok

SULSELSATU.com, GOWA - Penyemprotan disinfektan secara massal untuk memutus mata rantai...
Sulselsatuvideo

VIDEO: Perampokan di Pontianak Terekam CCTV

SULSELSATU.com - Aksi perampokan terjadi di Kota Pontianak, Kalimantan Barat terekam...
Sulselsatu

1 Miliar Dana Reses DPRD Maros Dialihkan untuk Penanganan Corona

SULSELSATU.com, MAROS - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Maros telah...
Sulselsatuvideo

VIDEO: Efek Gempa, Terjadi Longsor di Limbangan

SULSELSATU.com - Gempa bumi yang terjadi di Tasikmalaya menyebabkan terjadinya longsor di kawasan Limbangan, Garut, Jawa Barat, Jumat (21/2/2020). Gempa tersebut terjadi dengan magnitudo 4,9...