SULSELSATU.com, MAKASSAR – Sedikitnya 7.000 pelanggan PDAM di wilayah Bumi Tamalanrea Permai (BTP), Kecamatan Tamalanrea, dan Kelurahan Paccerakkang, Kecamatan Biringkanaya, mengalami krisis air bersih .
Sudah sepekan suplai air PDAM tidak mengalir di kedua daerah tersebut.
Humas PDAM Muh Rusli menyebutkan, hal itu terjadi karena pipa penghantar utama PDAM terkena alat bor proyek penggalian pemasangan kabel PLN.
Baca Juga : Maksimalkan Suplai Air ke Pelanggan, PDAM Makassar Bakal Bersihkan Pulsator Pompa
“Kejadian ini merupakan suatu kecelakaan kerja, sehingga air tak bertekanan atau loss,” kata Rusli, Minggu (29/3/2020).
Dia menyebutkan, pihaknya kewalahan mencari titik kebocoran. Hingga saat ini petugas PDAM masih berjibaku mencari kerusakan tersebut.
“Kebocoran belum terdeteksi karena pengeboran secara horizontal di bawah tanah membuat air tak punya tekanan menembus ke permukaan jalanan dan juga dipersulit oleh jalanan yang telah dibetonisasi,” jelas Rusli.
Baca Juga : PDAM Makassar Ganti Gate Velve di Jalan Tamangapa, Ini Daerah Terdampak
Adapun pelanggan yang terdampak kejadian itu mencakup pelanggan di BTP Blok AA, AB, AC, AD, Mangga 3, Pondok Asri 3, Paccerakkang, Perum Yayasan Gubernur dan BTN Kodam 1.
Direktur Utama PDAM Kota Makassar Sulprian telah meminta jajaran teknik untuk fokus menangani kerusakan itu dan mengantisipasi kebutuhan air bersih pelanggan dengan armada mobil tangki.
Humas PT PLN (Persero) UIP Sulbagsel Tuty telah menerima laporan tersebut.
Baca Juga : PDAM Makassar Salurkan Bantuan kepada Korban Banjir di Kota Makassar
“Tadi baru ditemukan titik kebocorannya dan sudah ada kesepakatan dengan PDAM bahwa kontraktor proyek PLN akan segera memperbaiki kebocoran itu,” ujarnya.
Editor: Hendra Wijaya
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar