Logo Sulselsatu

Opini: Siapkah Kita Perang?

Asrul
Asrul

Selasa, 31 Maret 2020 11:14

Luthfi A. Mutty. (Sulselsatu/Kink Kusuma Rein)
Luthfi A. Mutty. (Sulselsatu/Kink Kusuma Rein)

Opini: Luthfi Andi Mutty (Ketua Bidang Eksekutif DPP NasDem)

Menghadapi Covid-19 ibarat kita memasuki mandala perang. Musuhnya tidak kelihatan. Tapi daya rusaknya luar biasa. Korban berjatuhan. Bukan hanya manusia. Tapi juga ekonomi dibuat lumpuh. Kita tidak tahu berapa lama perang ini akan berlangsung. Semakin lama masa perang semakin besar sumberdaya yang harus disiapkan. Biasa disebut logistik.

Dalam menghadapi sebuah peperangan, kesiapan logistik selalu menjadi titik pangkal menyusun rencana operasi. Dari situ dimulai menghitung berapa pasukan yang bisa digerakkan dan berapa lama peperangan bisa dijalankan.

Baca Juga : OPINI: Prabowo, JK, dan Kekuatan Dialog

Begitulah seharusnya kita menghadapi perang terhadap Covid-19. Kita harus menghitung berapa anggaran yang disiapkan untuk mendukung rencana operasi. Anggaran itu terutama untuk menggerakkan tenaga medis. Mereka ibarat pasukan infanteri yang langsung berhadapan dengan PDP. Untuk menyiapkan APD sebagai alat utama pertahanan diri bagi tenaga medis. Untuk memaksimalkan kesiapan rumah sakit khusus dengan ruang isolasi.

Anggaran yang lebih besar lagi dibutuhkan untuk mengatasi dampak non medis. Mereka adalah orang miskin dan rentan miskin. Para pekerja informal yang pendapatan hariannya habis untuk dikonsumsi hari itu juga. Para buruh lepas. Kuli angkut. Pengemudi Ojol. Sopir angkot dan AKAP. Dan banyak lagi yang harus menganggur, kehilangan pekerjaan dan jatuh kian miskin. Buat mereka ini, negara harus hadir. Menyediakan sembako dan BLT. Negara tidak boleh lepas tangan membiarkan mereka mati kelaparan. Pendeknya, negara tidak boleh kalah menghadapi Covid-19.

Maka kuncinya ada pada anggaran. Hentikan semua proyek pembangunan gedung. Hentikan pembangunan infrastruktur. Stop perjalanan dinas. Selain itu, anggaran pilkada juga dapat digunakan untuk peperangan ini. Dalam rapat kerja di Komisi II (30/3), disepakati menunda Pilkada Serentak 2020. Daerah-daerah yang akan pilkada sudah menganggarkan biaya pilkada di APBD masing-masing.

Baca Juga : Jadi Perusahaan Pembayar Pajak Terbesar, BRI Diapresiasi Oleh Negara

Anggaran yang sudah terlanjur dialokasikan untuk berbagai kegiatan tersebut harus direlokasi demi memenangkan peperangan.

Dari data yang ada, saat ini pemerintah menyediakan dana “hanya” Rp 62 T. Jumlah yang menurut saya sangat jauh dari cukup. Ada info, anggaran itu akan ditambah menjadi sekitar Rp300 T. Inipun masih kecil dibandingkan dengan anggaran yang disediakan oleh Malaysia (Rp920 T). Padahal luas wilayah dan jumlah penduduknya berkali lipat dari Indonesia. Adapun Singapura yang hanya seluas Jakarta menyediakan dana (Rp505,5 T).

Selain anggaran, negara juga harus tegas membatasi pergerakan orang. Karena Covid-19 mewabah lewat manusia. Maka kontak antar manusia secara maksimal harus dikurangi.

Baca Juga : OPINI: Tantangan Nakes di Daerah Terpencil, Urgensi Pemenuhan Kebutuhan Dasar untuk Pelayanan Kesehatan Optimal

Dari informasi media, diketahui bahwa puluhan ribu warga Jakarta telah meninggalkan Jakarta. Mereka kembali ke kampung halamannya. Ini tentu sangat riskan. Karena Jakarta adalah zona merah ODP, PDP dan korban meninggal. Tertinggi di Indonesia. Mereka yang mudik tidak ada jaminan bebas dari Covid-19. Bahkan patut diduga mereka adalah carier. Pembawa virus ke kampung halamannya.

Jika pergerakan rakyat Indonesia tetap berlangsug masif, maka dapat diduga, perang dengan segala konsekuensinya ini akan berlangsung lama. Ngeri!!.

 

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

News03 Mei 2026 21:45
23 Tahun Luwu Timur: Harmoni Pertumbuhan, Industri, dan Keberlanjutan dari Timur Indonesia
Memasuki usia ke-23, Luwu Timur tidak sekadar merayakan perjalanan administratif sejak pemekaran, tetapi menunjukkan transformasi nyata, dari kawasan ...
Sulsel03 Mei 2026 20:21
Tasming Hamid Optimistis CFN dan CFD Dongkrak Ekonomi Lokal di Kawasan Mattirotasi Baru
SULSELSATU.com, PAREPARE – Pelaksanaan Car Free Day (CFD) dan Car Free Night (CFN) di kawasan Jalan Mattirotasi Baru kembali menjadi magnet bagi...
Pendidikan03 Mei 2026 20:05
Ramli Rahim Apresiasi Pelaksanaan Mubes IKA Unhas Berakhir Riang Gembira
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Musyawarah Besar (Mubes) Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin (IKA Unhas) telah berakhir. Mubes 2026 ditutup dalam su...
Hukum03 Mei 2026 17:52
Buruh Pria di Makassar Dihajar Mahasiswa gegara Motor Bersenggolan
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Seorang buruh pria AGB (47) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) dihajar oleh seorang mahasiswa berinisial MAS...