Logo Sulselsatu

Gegara Covid-19, Pemasukan PD Terminal Makassar Lesu

Asrul
Asrul

Jumat, 10 April 2020 09:20

Juru bicara Appi-Cicu, Arsony. (Sulselsatu/Asrul)
Juru bicara Appi-Cicu, Arsony. (Sulselsatu/Asrul)

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Direktur Utama PD Terminal Makassar Raya Arsony menyebut dampak dari penyebaran pandemi Covid-19 menyebabkan terjadinya defisit anggaran di PD terminal.

“Jadi dia lesu malah tidak ada penumpang, tidak ada bus yang masuk, ini malah kemarin kita mencatat sudah dua tiga bus saja yang masuk,” ucap Arsony.

Arsony menjelaskan bahwa pendapatan PD Terminal memang tergolong kecil dibandingkan dengan PD lainnya, namun sejak beberapa kebijakan mulai diterapkan yang biasanya meraup untung paling mentok sebanyak Rp6 juta sampai Rp7 juta perharinya, kini penurunan tersebut cukup parah.

Baca Juga : Naik Penyidikan, Eks Wali Kota Makassar Diperiksa Kejati Sulsel soal Reklamasi Pantai

“Saya waktu masuk ke PD Terminal itu optimisme saya tinggi, kemudian saat terpapar isu Corona ini, itu Rp3 juta drop dari angka Rp7 juta dan Rp6 juta sampai nadir paling akut sekali itu karena tidak satupun bus yang masuk, kita hanya menunjuk angka Rp1 juta, itu sangat tragis,” katanya.

Arsony melihat penurunan tersebut diduganya karena para pemilik perusahaan cukup terpengaruh dengan kebijakan pemerintah tentang pembatasan keberangkatan dan Phisical Distancing.

“Karena mungkin juga larangan pemerintah itu mungkin juga dipatahui oleh PO, sehingga kemudian PO tidak melakukan pemberangkatan,” ujarnya.

Baca Juga : Anggota TNI AU Dibusur Panah saat Hendak ke CPI Makassar, 7 Pelaku Ditangkap

Dirinya juga belum bisa mengabarkan kemungkinan dalam memasuki bulan suci ramadan, pasalnya hal ini kata Arsony tergantung dari kebijakan pemerintah sendiri.

Kebijakan untuk tidak mudik dinilainya menjadi persoalan ganda dimana satu sisi dapat mengurangi penyebaran, namun di satu sisi dapat mematikan perusahaan sendiri.

“Jadi kalau optimisme kita sampai di Ramadan kemudian dia tidak ini (situasi membaik), sebenarnya sangat tergantung dari ketegasan pemerintah gitu, otomatiskan masyarakat yang patuh kemungkinan dia tidak bepergian, otomatiskan tidak ada gitu,” ucap Arsony.

Baca Juga : Payabo Recycle Sulap Limbah Plastik Jadi Bingkai Kacamata di Makassar

Penulis: Resti Setiawati
Editor: Asrul

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Nasional05 November 2026 06:58
Ditjen Minerba Apresiasi Kontribusi PNBP Vale Indonesia
PT Vale Indonesia Tbk menerima apresiasi dari Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ES...
Ekonomi04 November 2026 20:56
OJK dan Bank Sulselbar Kolaborasi Perluas Akses Keuangan Syariah
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bank Sulselbar memperkuat kolaborasi dengan ulama, akademisi, pemerintah daerah, dan industri jasa keuangan untuk...
News04 November 2026 20:49
PLN Matangkan Sewa Lahan PLTMG Baubau 2
PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi mematangkan draf perjanjian sewa lahan milik Pemerintah Kota Baubau untuk mendukung pembangunan...
Nasional04 November 2026 20:45
STFT Jakarta Soroti Enam Krisis Bangsa
Sivitas Akademika Sekolah Tinggi Filsafat Theologi (STFT) Jakarta menyampaikan kritik terhadap sejumlah persoalan sosial, ekonomi, lingkungan, dan dem...