iklan Kareba Parlementa

Pasutri Penikam Wiranto Terancam Hukuman Mati

Iklan Humas SulSel

JAKARTA – Terdakwa penikam Menko Polhukam Wiranto, Syahrial Alamsyah, terancam hukuman mati. Syahrial didakwa melakukan teror dengan pemufakatan jahat dan merencanakan sejumlah teror.

Syahrial menikam Wiranto saat melakukan kunjungan kerja di Pandeglang, Banten, 10 Oktober 2019 lalu.

Iklan Humas SulSel

Dakwaan atas Syahrial dibacakan di Pengadilan Negeri Jakarta Barat (PN Jakbar) pada Kamis (9/4) kemarin lewat telekonfenrensi.

Jaksa mendakwa Syahrial telah melanggar Pasal 15 juncto Pasal 6 juncto Pasal 16 A UU Nomor 5 Tahun 2018 tentang perubahan atas UU Nomor 15 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 1 Tahun 2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

9 tahun partai nasdem

Pasal 6 UU Terorisme berbunyi:

Setiap Orang yang dengan sengaja menggunakan Kekerasan atau Ancaman Kekerasan yang menimbulkan suasana teror atau rasa takut terhadap orang secara meluas, menimbulkan korban yang bersifat massal dengan cara merampas kemerdekaan atau hilangnya nyawa dan harta benda orang lain, atau mengakibatkan kerusakan atau kehancuran terhadap Objek Vital yang Strategis, lingkungan hidup atau Fasilitas Publik atau fasilitas internasional dipidana dengan pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun, pidana penjara seumur hidup, atau pidana mati.

Dakwaan itu juga dialamatkan kepada istri Syahrial, Fitri Diana. Syahrial mulai melakukan rencana penusukan Wiranto setelah dirinya tahu Wiranto akan datang ke Alun-alun Menes, Pandeglang, Jawa Barat.

Syahrial langsung mengatur rencana untuk menusuk Wiranto dan anggota TNI-Polri yang ada di situ. Syahrial juga memerintahkan Fitria Diana, dan anaknya menyimpan sebilah pisau dan melakukan penusukan ke aparat keamanan yang berjaga.

“Saat mendengar suara helikopter sudah datang, maka terdakwa dan saksi Fitri Diana mengajak anaknya, Ratu Ayu Lestari, segera bergegas menuju alun-alun Menes untuk melakukan amaliyah, terdakwa menyimpan pisau kunai dalam manset tangan kiri terdakwa, sedangkan saksi Fitria menyimpan pisau kunai di dalam manset kiri, dan anak terdakwa Ratu Ayu menyimpan pisah kunai dijepitkan di gelang tangan kiri,” jelas jaksa.

Editor: Hendra Wijaya

 

Iklan PDAM
...

Populer

Debat Publik Hanya Dihadiri 1 Calon, Aktivis: KPU Barru Harusnya Malu

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Barru baru saja melangsungkan Debat Publik seri kedua di Hotel Sheraton, Jalan Landak Baru, Kota Makassar,...

Artikel Lainnya

Erwin Kallo Ingin Makassar Jadi Kota Film Nasional

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Politisi yang juga sekaligus sebagai advokat Erwin Kallo...

Pesta Gol di Gawang PSMS Medan Tak Mampu Bawa PSM Makassar Juara Liga 1

SULSELSATU.com, MAKASSAR - PSM Makassar berhasil menutup pertandingan terakhirnya di Liga...

Tatap Muka dengan Kapolda Sulsel, Ini Harapan Adnan

SULSELSATU.com, GOWA - Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan menyebutkan ada empat...

Iksan Iskandar Akui Persiapkan Mental Jelang Pelantikan

SULSELSATU.com, JENEPONTO - Bupati terpilih Jeneponto, Iksan Iskandar mengaku telah mempersiapkan...

NA Dukung Penuh Program Partnership for Australia Indonesia Research

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah (NA) menghadiri peluncuran...

Terkini

Mantapkan Pilihan Pasca-Debat, Mahasiswa Barru Ramai-ramai Dukung SS-AK

SULSELSATU.com, BARRU - Dua pekan jelang pencoblosan, Pasangan Calon Bupati dan...

Bupati Jeneponto Buka Pintu Untuk Para Investor

SULSELSATU.com, JENEPONTO -  Bupati Jeneponto, Iksan Iskandar kini membuka pintu untuk...

Askar-Pipink Tegaskan Bakal Perjuangkan Penyuluh Pertanian THL Jadi PPPK

SULSELSATU.com, BULUKUMBA - Pasangan calon bupati dan wakil bupati Bulukumba, Askar...

Gubernur Harap Perseroda Kelola Aset Pemprov

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Gubernur Sulsel Prof HM Nurdin Abdullah berharap, Perseroan...

Tutup Debat Sesi Dua, Appi-Rahman Bakal Jadi Pohon Peneduh, Apa Maknanya?

SULSELSATU.com, MAKASSAR - Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota...