Logo Sulselsatu

Pembatasan Jadwal Operasional Pasar di Bulukumba Dinilai Kurang Tepat

Asrul
Asrul

Kamis, 23 April 2020 08:20

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Pembatasan jadwal operasional pasar di Kabupaten Bulukumba dinilai tidak tepat. Pembatasan itu dianggap kurang efektif dalam mencegah kerumunan orang yang berpotensi menyebarkan penyakit berbahaya termasuk Covid-19.

Pemuda asal Kecamatan Herlang, Kabupaten Bulukumba Muhammad Aswan Syahrin mengatakan, kebijakan pemerintah daerah membatasi jadwal operasional pasar tradisional satu kali seminggu, tidak bisa mencegah kerumunan orang di pasar. Dengan demikian kata Aswan harus ditinjau ulang.

“Dalam keadaan normal dua kali seminggu itu masih ramai, apalagi satu kali seminggu. Harusnya jadwal Operasional Pasar ditambah bukan dikurangi” ujar Aswan, Kamis (23/4/2020).

Baca Juga : NMAX Tour Boemi Nusantara di Sulawesi Jelajahi Pesona Alam dan Budaya Bulukumba

Menurut Mahasiswa Ilmu Politik UIN Alauddin Makassar itu, pembatasan jadwal pasar bukan solusi, bukan mengurangi orang banyak berkunjung. Tapi pembatasan itu hanya mengundang kerumunan lebih banyak masyarakat. Sehingga masyarakat tidak lagi mengindahkan imbauan Pisycal Distancing.

“Otomatis mereka akan sama sama kehabisan bahan pokok, ketika sudah habis mereka akan berbondong-bondong datang ke pasar. Bayangkan jika yang tadinya pasar diberlakukan 2 hari seminggu itu upaya mengurai kedatangan masyarakat. Karena otomatis mereka akan berganti, bahan pokoknya yang habis hari ini besok pergi belanja. Yang besok habis besoknya lagi pergi. Tapi kalau kebijakan sekali satu kali seminggu. Mereka akan menunggu 3 hari dan itu tentunya pasar akan lebih ramai,” jelasnya.

Untuk itu, yang harus dilakukan pemerintah adalah mengupayakan ketersediaan tempat cuci tangan menggunakan sabun di setiap stand atau los dan kios pedagang.

Baca Juga : Tim PKM FEB-Unhas Berikan Pelatihan Pemanfaatan Sumber Daya Laut bagi Nelayan Bonto Bahari

“Kami mendesak pemerintah agar pembatasan jam operasional pasar dikembalikan semula untuk mengurai kedatangan masyarakat berkunjung membeli bahan pokok. kalau bisa jadwal hari operasional ditambah, atau setiap Desa membuka pasar mini” terangnya.

Selain itu, solusi yang tepat adalah karantina wilayah. Masyarakat Bulukumba yang hendak keluar dan masuk harus dijaga ketat di setiap perbatasan.

“Untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 kita harus mengkaji cara penyebaran. Ternyata Corona itu dibawa masuk oleh manusia. Maka yang harus diperhatikan Pemerintah adalah memperketat pengawasan setiap perbatasan. Kalau bisa Pemerintah menyediakan gedung untuk karantina orang masuk di wilayah kabupaten Bulukumba tentunya yang diperketak adalah dari wilayah zona merah seperti Makassar dan Gowa. Selebihnya, lakukan karantina mandiri dirumah masing-masing dengan ketentuan tim gugus percepatan penanganan Covid 19 di Desa harus memantau dan mengevaluasi orang tersebut sampai 14 hari,” ujarnya.

Baca Juga : Gubernur Sulsel Serahkan Bantuan Keuangan Rp25 Miliar untuk Bulukumba

Editor: Asrul

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Video02 Februari 2026 21:42
VIDEO: Presiden Prabowo Resmi Buka Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026
SULSELSATU.com – Presiden Prabowo Subianto resmi membuka Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di SICC, Bogor, Senin (2/2/2026). Rakornas in...
Makassar02 Februari 2026 19:01
Hotel Royal Bay Makassar Hadirkan “Nostalgia Ramadhan” dengan Dekorasi Pos Kamling dan Sepeda Ontel
SULSELSATU.com MAKASSAR – Menyambut bulan suci Ramadhan 1447 H, Hotel Royal Bay Makassar resmi meluncurkan paket buka puasa tahunan bertajuk �...
Pendidikan02 Februari 2026 18:54
Unismuh Makassar Dorong Kerja Sama Internasional Berbasis Program, Gandeng Lima Kampus di Kawasan ASEAN
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menegaskan kerja sama internasional tidak boleh berhenti pada penandatang...
Makassar02 Februari 2026 18:07
Tingkatkan Pelayanan, Pelindo Regional 4 Pelatihan Standardisasi dan Digitalisasi Layanan Tambat
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 menggelar Pelatihan Standardisasi dan Digitalisasi Layanan Tambat sebagai bagian dari komitmen berkelanjut...